Selasa, 20 Januari 2026

 


Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan beberapa waktu terakhir menjadi perhatian sejumlah kalangan, salah satunya adalah Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang turun langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Sei Tabuk dan Kabupaten Martapura Barat Kabupaten Banjar.

Tidak hanya Kapolda Kalsel, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka beserta sejumlah Menteri dan Forkopimda Kalsel juga turun meninjau dan memberikan bantuan.

Saat meninjau lokasi banjir, Kapolda Kalsel bertemu dengan dua anak yatim piatu bernama Felina Delfi (11) atau yang biasa dipanggil Adel dan adiknya bernama Jailani (5).

Diketahui kakak beradik ini tinggal dan dirawat oleh neneknya pasca orang tuanya meninggal dalam insiden kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kecelakaan itu membuat Adel tidak bisa menggerakan dan menggunakan tangannya untuk beraktivitas sedangkan sang adik Jailani tidak bisa menggerakan atau meluruskan kakinya.

Melihat kondisi kedua anak tersebut, Kapolda Kalsel berempati memberikan perhatian khusus berupa pengobatan operasi gratis untuk keduanya. 

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, saat meninjau Adel dan Jailani yang sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, pada Senin (19/1/2026), Kapolda Kalsel menyampaikan akibat laka lantas tersebut keduanya mengalami luka-luka yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Menyikapi hal ini, Polda Kalsel melalui dokter-dokter jajarannya segera melakukan tindakan penanganan operasi terhadap keduanya. Operasi dilakukan untuk memastikan kesembuhan dan pemulihan fisik korban setelah insiden itu.

Pengobatan ini dilakukan sampai kedua kakak beradik ini normal kembali. "Kita akan lakukan operasi kepada keduanya, untuk sang Kakak akan dilajukan pemeriksaaan lebih detail yang akan dikaji oleh para dokter apakah bisa dilakukan operasi di Banjarmasin atau dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta," terang Kapolda Kalsel.

Beliau menjelaskan bahwa, pasca 3 tahun kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya, saat ini, luka kedua anak tersebut hanya meninggalkan bekas saja atau fraktur dan akan diambil tindakan oleh dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin yang dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, Sp-An-TI, M.M., MARS, QHIA.

"Kita melihat masa depan kedua anak ini, kita ingin mengembalikan masa depan mereka agar kedepannya lebih baik lagi," harap Kapolda.

Namun, pemulihan tidak hanya fisik. Menyadari besarnya trauma psikologis yang dialami Adel dan Jailani setelah kehilangan kedua orang tua secara mendadak, Bhayangkari Daerah Kalsel juga turun tangan memberikan pendampingan psikologis.

Sebelum menjalani tindakan operasi, Bhayangkari Daerah Kalsel dengan penuh kelembutan memberikan trauma healing kepada kakak beradik tersebut. Pendekatan yang dilakukan berupa komunikasi yang menenangkan untuk mengurangi kecemasan, ketakutan, dan rasa sedih mendalam yang mereka alami.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha menyampaikan bahwa Bhayangkari memberikan trauma healing kepada Adel dan Jailani sebelum dilakukan tindakan operasi.

"Semoga Kakak beradik ini diberikan kesembuhan, kepulihan sehingga luka mereka dapat disembuhkan, dan trauma atas kejadian yang merenggut kedua orang tuanya bisa teratasi," harap Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha.

Kedepannya Kapolda, Pejabat Utama Polda Kalsel, dan Bhayangkari Daerah Kalsel akan berdiskusi untuk masa depan Adel dan Jailani kedua anak korban kecelakaan yang mengakibatkan orang tuanya meninggal dunia.

Kepedulian Polda Kalsel ini pun mendapatkan respon positif dari pihak keluarga, dan tahap awal adalah perawatan sebelum dilakukan tindakan operasi.

Tanah Laut – Personel Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan BKO Pengamanan Aksi Unjuk Rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (19/1).

Kegiatan pengamanan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan Polres Tanah Laut dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, khususnya di sekitar Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam pelaksanaan tugas BKO ini, Polres Tanah Laut menurunkan 43 personel yang tergabung dalam Sprin, dipimpin oleh IPTU Totok Sudarto selaku KBO Samapta Polres Tanah Laut. Selain personel, turut dikerahkan sarana pendukung berupa 1 unit kendaraan R-4 Pam Obvit, 1 unit R-6 truk box, serta 1 unit R-6 bus guna mendukung kelancaran dan mobilitas personel selama kegiatan berlangsung.

Selama kegiatan pengamanan, personel Polres Tanah Laut melaksanakan tugas secara profesional dan humanis dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada para peserta aksi. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di sekitar Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengatakan bahwa keterlibatan personel Polres Tanah Laut dalam kegiatan BKO pengamanan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta sesuai dengan standar operasional prosedur, dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.” Pungkasnya.

Tanah Laut – Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan pengamanan Eksekusi Perkara Perdata terkait objek sengketa yang berlokasi di Komplek Bajuin Raya RT 04 RW 01, Desa Atu-Atu, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Senin (19/1).

Kegiatan eksekusi tersebut dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Pelaihari dan berjalan dengan aman serta kondusif. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Pengadilan Negeri Pelaihari yang diwakili oleh Panitera Muda Ahmad Jailani, S.H., M.H., Wakapolsek Pelaihari IPTU Madansyah, Kepala Desa Atu-Atu M. Rabbani Assegaf, personel Polsek Pelaihari, serta masyarakat sekitar lokasi sengketa.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yakni pemasangan plang tanda penyitaan di lokasi objek sengketa sebagai bentuk pelaksanaan putusan pengadilan. Selain itu, dilakukan pula pembacaan putusan Pengadilan Negeri Pelaihari Nomor: 4/Pdt.Eks/2025/PN Pli jo 6/Pdt.G/2025/PN Pli tanggal 24 Desember 2025.

Kapolsek Pelaihari IPTU Benny W. Wardhani yang dapat digunakan dalam keterangan mengatakan bahwa Polsek Pelaihari telah melaksanakan pengamanan dalam kegiatan eksekusi perkara perdata yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Pelaihari. 

“Kehadiran personel Polri bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif serta mencegah terjadinya potensi gangguan kamtibmas.” Ungkapnya.

Kami mengedepankan pendekatan humanis dan profesional, serta mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati dan mematuhi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum. 

“Alhamdulillah, kegiatan eksekusi dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan keamanan” Ujar Kapolsek.

Statistik Pembaca