Rabu, 17 Juni 2026

TANAH LAUT — Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut, melaksanakan monitoring kegiatan panen jagung di lahan milik Warno, anggota Kelompok Tani (Poktan) Garuda Makmur, yang berada di Desa Tirtajaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Kamis (18/6).

Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan hasil produksi diperkirakan mencapai 10 ton jagung. Hasil panen tersebut langsung dibeli oleh Rahmat Afandi dengan harga Rp4.000 per kilogram, memberikan kepastian pemasaran bagi petani setempat.

Keberhasilan panen ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bajuin. Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen yang terserap pasar juga memberikan dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar.

Kapolsek Pelaihari, IPDA Karia Jaya, mengatakan bahwa Polri terus mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pendampingan dan monitoring di lapangan.

“Panen jagung ini merupakan hasil kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap hasil yang diperoleh dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat untuk mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Tanah Laut,” ujar IPDA Karia Jaya.

Menurutnya, kolaborasi antara petani, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Dengan hasil panen yang langsung terserap pasar, diharapkan semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian semakin meningkat. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, melakukan monitoring kegiatan panen jagung di lahan PT Inhutani I yang berada di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Lahan tersebut digarap oleh Wayan Askara, anggota Kelompok Tani Suka Makmur. Kamis (18/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 4 hektare dengan total hasil produksi sekitar 12 ton jagung. Seluruh hasil panen petani langsung dibeli oleh pengepul, Afandi, dengan harga Rp4.000 per kilogram, sehingga memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian masyarakat.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu bukti bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang penting perekonomian warga di wilayah Kecamatan Jorong. Dengan adanya dukungan pemasaran yang baik, petani dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas lahan yang mereka kelola.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan pihaknya terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani.

“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Kami berharap hasil yang diperoleh petani dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Polri akan terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, sinergi antara petani, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Dengan hasil panen yang terserap pasar, diharapkan semangat petani untuk mengelola lahan secara produktif semakin meningkat.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

 

TANAH LAUT — Hasil positif kembali ditunjukkan sektor pertanian di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Polsek Jorong melaksanakan monitoring kegiatan panen jagung di lahan PT Inhutani I, Desa Sabuhur, yang digarap oleh I Nyoman Jiwana atau yang akrab disapa Pak Teka, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kencana. Kamis (18/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 5 hektare dengan total hasil produksi mencapai sekitar 30 ton jagung. Hasil panen tersebut langsung dibeli oleh pengepul sekaligus pemodal, Masia, dengan harga Rp3.900 per kilogram.

Produktivitas lahan yang mencapai rata-rata 6 ton per hektare ini menjadi kabar baik bagi petani di tengah upaya peningkatan produksi pangan nasional. Selain memberikan pemasukan bagi petani, terserapnya hasil panen oleh pasar juga menunjukkan rantai distribusi hasil pertanian berjalan dengan baik.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

“Panen 30 ton dari lahan 5 hektare ini merupakan hasil kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan. Polri akan terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan sinergi bersama masyarakat,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, kolaborasi antara petani, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Dengan hasil panen yang langsung terserap pasar, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 


Tanah Laut – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Samapta Polres Tanah Laut melaksanakan patroli dialogis dengan sasaran kawasan publik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya tindak pidana, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis di wilayah hukum Polres Tanah Laut, di antaranya kawasan Taman Mina Tirta dan Taman Kijang Mas. Patroli difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta aksi premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Selain melakukan pemantauan situasi, personel Sat Samapta juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, pengunjung, dan pedagang agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, mencegah niat pelaku kejahatan, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui komunikasi yang humanis.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi di seluruh lokasi patroli terpantau aman, tertib, dan kondusif. Patroli rutin yang dilaksanakan Sat Samapta Polres Tanah Laut menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang aman serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa patroli dialogis yang dilaksanakan secara rutin merupakan salah satu langkah preventif Polres Tanah Laut dalam mencegah terjadinya tindak pidana, khususnya kejahatan 3C dan aksi premanisme di ruang-ruang publik. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada kepolisian. Sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Tanah Laut" Ungkapnya.


Tanah Laut – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pendistribusian air bersih kepada Pondok Pesantren Sirajul Huda, Kamis (18/6/2026) pagi.

Kegiatan yang tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya lingkungan pondok pesantren yang membutuhkan pasokan air bersih untuk menunjang aktivitas sehari-hari para santri dan pengurus.

Pendistribusian dilakukan menggunakan mobil tangki. Air bersih kemudian disalurkan langsung ke tandon penampungan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Sirajul Huda dan diterima oleh perwakilan pengurus pondok pesantren.

Melalui kegiatan ini, Polres Tanah Laut ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih, dapat terpenuhi dengan baik. Selain memberikan manfaat secara langsung, kegiatan sosial tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang selalu hadir membantu masyarakat, terutama dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Bakti sosial pendistribusian air bersih ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri dengan lingkungan pondok pesantren. Diharapkan hubungan yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi para santri dan pengurus Pondok Pesantren Sirajul Huda sehingga aktivitas belajar, beribadah, dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan dengan baik.

"Momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi ajang peringatan bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang bermanfaat. Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pondok pesantren”, Kata Kapolres.

Salah seorang pengajar pondok pesantren Sirajul Huda Ustadz Nooripansyah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres Tanah Laut beserta seluruh jajaran Polres Tanah Laut atas bantuan air bersih yang telah diberikan kepada Pondok Pesantren Sirajul Huda. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para santri dan pengurus dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari."

 


Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan kegiatan bakti sosial berskala besar untuk membantu masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah peresmian dan peletakan batu pertama (groundbreaking) program bantuan sumur bor yang berlokasi di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa program sumur bor ini dilaksanakan secara serentak di 11 titik di seluruh wilayah jajaran Polda Kalsel. Pemilihan Kecamatan Astambul sebagai lokasi utama didasarkan pada penilaian mendesak terkait ancaman musim kemarau, di mana warga setempat kerap kesulitan mendapatkan air bersih karena belum terjangkau oleh jaringan PDAM.

"Harapan kami, masyarakat yang lokasinya sulit mendapatkan air bersih bisa terpenuhi kebutuhannya melalui sumur bor ini. Selain itu, menjelang Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini diharapkan dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat," ujar Kapolda Kalsel dalam keterangannya kepada media, Rabu (17/6/2026).

Terkait pembiayaan, jenderal bintang dua tersebut mengungkapkan bahwa estimasi anggaran untuk pembuatan setiap titik sumur bor berkisar di angka Rp.60 juta. Meski tidak menetapkan target jumlah tertentu, pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyeleksi lokasi-lokasi potensial lainnya yang membutuhkan bantuan serupa di masa mendatang.

Tak hanya fokus pada penyediaan air bersih, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai program kemanusiaan lainnya. Hingga saat ini, Polda Kalsel tercatat telah menginisiasi program bedah rumah untuk hampir 500 unit rumah tidak layak huni di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyelenggarakan bakti kesehatan, pembagian ribuan paket sembako, serta berbagai perlombaan berbasis kearifan lokal seperti lomba Hadrah, lomba Madihin, hingga kompetisi E-Sport guna merangkul generasi muda.

 


Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Ground Breaking pembangunan sumur bor di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (17/6). Kegiatan ini merupakan wujud sinergi Polri bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Tanah Laut Ir. H. Syakhril Hadrianadi, S.T., M.M., Forkopimcam Bajuin, Kepala Desa Tanjung Sukandar, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Melalui kerja sama dengan Dinas PUPRP Kabupaten Tanah Laut dan didukung pendanaan dari APBD Kabupaten Tanah Laut, dibangun tiga lokasi sumur bor di Desa Tanjung untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Lokasi pertama berada di RT 02 Dusun I, di atas tanah hibah keluarga Farhan yang menjadi lokasi ground breaking, dengan penerima manfaat sekitar 24 kepala keluarga serta fasilitas umum SDN Tanjung 1. Lokasi kedua berada di RT 02 Dusun I, di atas tanah hibah Usri, yang pembangunannya telah selesai dan akan melayani sekitar 18 kepala keluarga serta Mushalla Nurul Hidayah. Sementara lokasi ketiga berada di RT 04 Dusun I, di atas tanah hibah Nurhayatan, yang juga telah selesai dibangun dan akan memberikan manfaat bagi sekitar 25 kepala keluarga, serta fasilitas umum Polindes/Puskesmas Tanjung Habulu, TK Bunga Tanjung, dan Gedung Posyandu Mawar 2.

Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara Polri dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, khususnya Dinas PUPRP, yang telah memfasilitasi pembangunan tiga titik sumur bor ini. Semoga fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80," ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Sukandar, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan sumur bor di wilayahnya. Ia mengaku bersyukur karena program tersebut akan sangat membantu masyarakat dalam memperoleh air bersih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Tanah Laut dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut atas perhatian yang diberikan kepada warga Desa Tanjung. Fasilitas ini akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya. Harapan kami, program seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ungkap Sukandar.

Melalui pembangunan sumur bor ini, Polres Tanah Laut bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pada fasilitas umum. Program ini juga menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan menghadirkan manfaat yang nyata, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

 


Tanah Laut- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polri melalui Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan berupa dua unit kursi roda kepada warga yang membutuhkan, Senin (15/6).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolsek Pelaihari, Ipda Karia Jaya, S.H., bersama personel Polsek Pelaihari kepada Bapak Kardi (82) dan anaknya, warga Desa Tungkaran Sahang RT 08 RW 01, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Keduanya diketahui mengalami kelumpuhan sehingga membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada warga yang sedang mengalami keterbatasan fisik dan membutuhkan perhatian serta dukungan. Selain menyerahkan bantuan, personel Polsek Pelaihari juga memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga agar tetap tabah dalam menghadapi cobaan.

Kapolsek Pelaihari, Ipda Karia Jaya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin berbagi kebahagiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan kursi roda ini dapat meringankan aktivitas Bapak Kardi dan anaknya serta menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang peduli dan selalu hadir di tengah masyarakat," ujar Kapolsek.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polres Tanah Laut berharap dapat terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat.

Selasa, 16 Juni 2026

Tanah Laut - Bhabinkamtibmas Desa Kampung Baru, Aipda Rahmat, melaksanakan monitoring tanaman jagung pada lahan binaan Polri milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Suka Membangun di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (17/6).

Kegiatan monitoring dilakukan di lahan yang berlokasi di Jalan Panyipatan Raya, Desa Sungai Riam, dengan luas sekitar 10 hektar. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung tumbuh dengan baik dan diperkirakan memiliki potensi hasil panen mencapai 60 ton.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Rahmat melakukan pengecekan kondisi tanaman sekaligus berkoordinasi dengan para petani terkait perawatan tanaman dan kendala yang dihadapi di lapangan. Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga.

“Kami terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan dan monitoring terhadap lahan pertanian binaan Polri. Dengan sinergi yang baik antara petani dan Polri, diharapkan hasil pertanian dapat meningkat sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat serta mendukung ketahanan pangan,” ujar Ipda Karia Jaya.

Melalui kegiatan monitoring ini, Polri berharap sektor pertanian di wilayah Pelaihari semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.


#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut  

Tanah Laut - Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung pada lahan masyarakat/swasta binaan Polri milik Sdr. Joko, warga Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Rabu (17/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman jagung yang ditanam di atas lahan seluas 10 hektare dengan usia tanaman mencapai 75 hari. Dari hasil pemantauan di lapangan, pertumbuhan tanaman jagung terlihat baik dan menunjukkan perkembangan yang positif menjelang masa panen.

Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Bripka Febrian Anggara juga berdialog dengan pemilik lahan guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri kepada masyarakat dalam sektor pertanian guna mendukung program ketahanan pangan.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan bahwa kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat serta memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kami melalui Bhabinkamtibmas secara rutin melakukan pemantauan dan pendampingan kepada para petani. Hal ini sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong masyarakat agar terus mengembangkan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Dengan adanya sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan hasil pertanian semakin meningkat serta mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.


#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Senin, 15 Juni 2026

TANAH LAUT — Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan kepada petani melalui kegiatan monitoring pasca tanam jagung di wilayah binaannya. Kali ini, pemantauan dilakukan di lahan milik Ahyani yang berada di Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Senin (15/6).

Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aipda Tarji selaku Bhabinkamtibmas Desa Bentok Kampung. Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 3 hektare dengan usia tanaman mencapai 110 hari.

Dari hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman jagung terlihat baik dan siap memasuki masa panen. Petani memperkirakan panen akan dilakukan dalam waktu sekitar 10 hari ke depan apabila kondisi cuaca tetap mendukung.

Selain memantau perkembangan tanaman, Aipda Tarji juga berdiskusi dengan pemilik lahan mengenai kesiapan panen serta kondisi tanaman menjelang masa petik. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang terus digalakkan pemerintah.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan pihaknya akan terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petani di desa binaan.

“Tanaman jagung di lahan ini menunjukkan perkembangan yang baik dan diperkirakan akan dipanen dalam waktu sekitar 10 hari lagi. Kami berharap hasil panennya maksimal sehingga dapat memberikan manfaat bagi petani dan mendukung ketahanan pangan di daerah. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk di sektor pertanian,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Dengan masa panen yang semakin dekat, para petani berharap hasil produksi tahun ini dapat memberikan keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

TANAH LAUT — Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilakukan oleh AIPTU Mujiono selaku Bhabinkamtibmas dengan memantau lahan jagung milik Sahabudin Basir, S.Sos di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Senin (15/6)

Lahan pertanian seluas 2 hektare tersebut saat ini ditanami jagung yang telah memasuki usia sekitar 50 hari. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan terus mendapatkan perawatan dari pemilik lahan.

Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, AIPTU Mujiono juga berkoordinasi dengan petani terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil panen nantinya.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam pendampingan sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan.

“Polri melalui para Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, untuk memastikan tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Kami berharap hasil pertanian masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Melalui monitoring yang dilakukan secara rutin, Polsek Jorong berharap produktivitas pertanian di wilayahnya terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Minggu, 14 Juni 2026

 


Tanah Laut – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Tanah Laut melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel, bertempat di Lapangan Apel Mapolres Tanah Laut, Senin (15/6).

Kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan setiap anggota Polri senantiasa memegang teguh disiplin, menaati ketentuan yang berlaku, serta menjaga sikap dan penampilan sebagai aparat penegak hukum yang profesional dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Sipropam melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi perorangan, seperti kartu tanda anggota (KTA), KTP, SIM, dan surat-surat kendaraan bermotor. Selain itu, dilakukan pula pengecekan terhadap kerapian penggunaan seragam dinas beserta atributnya, penampilan personel, serta kepatuhan terhadap ketentuan disiplin yang berlaku di lingkungan Polri.

Operasi Gaktibplin ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan personel terhadap aturan internal, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pengawasan internal agar setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus memperkuat budaya disiplin dan profesionalisme di lingkungan organisasi. Melalui Operasi Gaktibplin, diharapkan seluruh personel dapat menjadi contoh yang baik, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan semangat “Polri untuk Masyarakat.”

AKP Suriani, Kasi Propam Polres Tanah Laut, mengatakan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktibplin merupakan langkah pembinaan dan pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel tetap memegang teguh disiplin dan profesionalisme, terutama menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap personel telah memenuhi kelengkapan administrasi, berpenampilan sesuai ketentuan, serta mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan Polri. Disiplin merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., memimpin Apel Pagi Jam Pimpinan yang dilaksanakan pada Senin (15/6), dengan memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh personel sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam arahannya, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengawali dengan mengajak seluruh anggota untuk senantiasa bersyukur atas kesehatan, kesempatan, dan amanah yang diberikan sehingga dapat menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan baik. Rasa syukur tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan disiplin, tanggung jawab, serta pelayanan yang profesional.

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara, Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar menghindari segala bentuk pelanggaran, sekecil apa pun. Ia menekankan pentingnya budaya saling mengingatkan antaranggota sehingga dapat bersama-sama menjaga nama baik institusi Polri di tengah masyarakat.

Selain itu, menghadapi pelaksanaan audit oleh Irwasum, Kapolres meminta seluruh satuan fungsi untuk mempersiapkan segala administrasi dan dokumen yang diperlukan secara lengkap dan tertib. Ia menegaskan agar tidak ada lagi temuan yang berulang serta memastikan setiap dokumen yang dibutuhkan oleh tim auditor telah tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan personel saat berkendara. Seluruh anggota diimbau agar selalu berhati-hati, menjaga konsentrasi dan kewaspadaan di jalan, menggunakan kelengkapan berkendara, serta mematuhi seluruh peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

Menurutnya, sebagian besar kecelakaan lalu lintas diawali dari adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. Oleh karena itu, setiap anggota Polri harus menjadi teladan dalam berlalu lintas dan tidak menjadi korban kecelakaan akibat kelalaian sendiri.

Melalui apel pagi jam pimpinan ini, Kapolres berharap seluruh personel terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan soliditas dalam menjalankan tugas, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga citra positif Polri.

TANAH LAUT — Polsek Takisung, Polres Tanah Laut, terus mengawal program ketahanan pangan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri. Pemantauan kali ini dilakukan di lahan milik Sunardi yang berada di RT 19 Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (14/6).

Lahan jagung seluas sekitar 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia tanam 94 hari. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan mendekati masa panen.

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman tetap optimal sekaligus mengetahui berbagai kebutuhan yang diperlukan petani menjelang panen. Personel Polsek Takisung juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman dan langkah-langkah untuk menjaga kualitas hasil produksi.

Kapolsek Takisung, AKP Duki, mengatakan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, melalui kegiatan monitoring dan pembinaan di lapangan. Dengan usia tanaman yang telah mencapai 94 hari dan kondisi yang baik, kami berharap hasil panen nantinya dapat maksimal sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta mendukung ketahanan pangan,” ujar AKP Duki.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Polsek Takisung berharap produktivitas pertanian di wilayahnya terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring lahan pertanian masyarakat binaan Polri. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang di lahan jagung milik Sudarman, warga Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. Minggu (15/6)

Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 5 hektare dengan usia tanaman mencapai 74 hari. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh baik dan diperkirakan akan memasuki masa panen dalam beberapa minggu ke depan.

Selain memantau perkembangan tanaman, Bripka Febrian Anggara juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman dan kesiapan menghadapi masa panen agar hasil produksi dapat maksimal.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan personel Polri merupakan bentuk dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan.

“Kami terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi para petani. Dengan kondisi tanaman yang baik dan mendekati masa panen, kami berharap hasil yang diperoleh nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui monitoring yang dilakukan secara rutin, Polsek Bati-Bati berharap produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi perekonomian warga di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut


 

TANAH LAUT — Polsek Takisung, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian melalui kegiatan monitoring lahan jagung binaan Polri di wilayah Kecamatan Takisung. Kegiatan tersebut kali ini dilaksanakan oleh Bripka Ricardo di lahan milik Agung yang berlokasi di RT 16 Desa Gunung Makmur, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (14/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap terjaga dan berkembang dengan baik menjelang masa panen. Lahan seluas sekitar 2 hektare tersebut saat ini ditanami jagung yang telah memasuki usia sekitar 75 hari.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dan terawat. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Bripka Ricardo juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman serta langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga produktivitas hingga masa panen.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang bertujuan meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu petani mengatasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kapolsek Takisung, AKP Duki, mengatakan bahwa Polri akan terus hadir mendukung masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Polri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Duki.

Dengan kondisi tanaman yang berkembang baik pada usia 75 hari, lahan jagung milik Agung diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal dan memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut


 

Sabtu, 13 Juni 2026


Tanah Laut - Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tanah Laut menggelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Tanah Laut Cup sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus penguatan komunitas digital. Kegiatan tersebut berlangsung di Toko Kopi Makmoer Bersama, Pasar Tapandang Berseri Pelaihari, Sabtu (13/6) malam.

Turnamen ini diikuti oleh 30 peserta yang tergabung dalam 6 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanah Laut. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap perkembangan dunia e-sport yang kini semakin diminati dan berkembang pesat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., dan dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut. Hadir pula Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Tanah Laut H.M. Rahmat Hidayat yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kompetisi tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Laut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang telah dimulai sejak hari sebelumnya dan berlangsung dengan aman, tertib, serta penuh semangat kebersamaan. Menurutnya, e-sport saat ini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu menyalurkan kreativitas, bakat, dan potensi generasi muda ke arah yang positif.

Kapolres menegaskan bahwa e-sport bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.

“E-sport bukan hanya tentang juara, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi, membentuk tim yang solid, serta menjadi wadah kompetisi yang sehat untuk mengembangkan minat dan bakat,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kompetisi ini sebagai momentum mempererat persaudaraan antar komunitas serta membangun karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pertandingan berlangsung seru dan kompetitif hingga babak final. Setelah melalui persaingan yang ketat, Tim Genoside berhasil meraih Juara I, disusul Tim Mistream sebagai Juara II, dan Tim Kuda Hamuk menempati posisi Juara III.

Melalui kegiatan ini, Polres Tanah Laut berharap dapat terus mendukung perkembangan e-sport di Kabupaten Tanah Laut serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, dalam suasana yang positif dan penuh semangat kebersamaan.

TANAH LAUT — Polsek Panyipatan, Polres Tanah Laut, terus mengintensifkan kegiatan monitoring lahan pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kali ini, pemantauan dilakukan pada lahan jagung binaan Polri milik Suwardi yang berada di Desa Batu Tungku RT 012, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga dan berkembang dengan baik hingga memasuki masa panen. Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 1 hektare dengan usia tanam mencapai 60 hari.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Personel Polsek Panyipatan juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta upaya pencegahan terhadap gangguan hama yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.

Pendampingan yang dilakukan oleh Polri melalui kegiatan monitoring rutin menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan dalam meningkatkan hasil pertanian.

Kapolsek Panyipatan, IPTU Wanda Satriadi, mengatakan bahwa program pendampingan pertanian yang dilakukan Polri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Monitoring tanaman jagung ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap tanaman yang saat ini berusia 60 hari dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Program pendampingan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pertanian, karena dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan serta mendukung kesejahteraan para petani,” ujar IPTU Wanda Satriadi.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus diperkuat guna mendorong kemajuan sektor pertanian serta menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Takisung, Polres Tanah Laut, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring lahan pertanian binaan Polri di wilayah hukumnya. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan di lahan jagung milik Sudirman yang berada di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal serta mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi produktivitas lahan. Tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan seluas 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia sekitar 60 hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman jagung terpantau tumbuh dengan baik dan mendapatkan perawatan secara rutin. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, personel Polsek Takisung juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan hama dan penyakit.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membantu petani meningkatkan hasil produksi dan menjaga keberlangsungan usaha pertanian.

Kapolsek Takisung, AKP Duki, mengatakan bahwa Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga, termasuk di bidang pertanian.

“Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kami berharap tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan optimal hingga masa panen. Polri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional serta mendorong peningkatan produktivitas pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar AKP Duki.

Dengan kondisi tanaman yang berkembang baik pada usia 60 hari, lahan jagung milik Sudirman diharapkan mampu menghasilkan panen yang maksimal dan memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Jajaran Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian melalui program lahan binaan Polri. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan oleh Aipda Rahmat selaku Bhabinkamtibmas Desa Sumber Mulia pada lahan jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Bersemi yang berada di RT 09 RW 04 Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal menjelang masa panen. Lahan jagung seluas 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia tanam sekitar 91 hari dengan potensi hasil panen diperkirakan mencapai 22 ton.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan sebagian telah memasuki fase pematangan tongkol. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Aipda Rahmat juga berkoordinasi dengan kelompok tani terkait perawatan tanaman, kesiapan panen, serta pemasaran hasil produksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani dan kelompok tani di wilayah binaan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Kapolsek Pelaihari, IPDA Karia Jaya, mengatakan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri akan terus mendukung para petani melalui kegiatan monitoring dan pendampingan di lapangan. Dengan kondisi tanaman yang baik dan potensi hasil mencapai sekitar 22 ton, kami berharap panen nantinya dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar,” ujar IPDA Karia Jaya.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya jagung di lahan binaan Polri menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani dan aparat di lapangan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Jumat, 12 Juni 2026

TANAH LAUT — Polsek Kurau, Polres Tanah Laut, terus mengawal program ketahanan pangan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di wilayah binaannya. Kali ini, pemantauan dilakukan pada lahan milik Misriyati yang berlokasi di RT 2 RW 1 Desa Srikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Kegiatan monitoring pascatanam dilaksanakan oleh AIPTU Rahmat Widhi Jatmiko selaku Ka SPK Polsek Kurau didampingi AIPDA Faisal Mubarak. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap tumbuh optimal serta mengetahui perkembangan tanaman menjelang masa panen.

Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 5 hektare dengan usia tanaman mencapai 2 bulan 18 hari atau sekitar 78 hari. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan terus mendapatkan perawatan dari pemilik lahan.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanaman, personel Polsek Kurau juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pupuk, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil produksi.

Kapolsek Kurau, IPTU Bambang Hariansyah, mengatakan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pembinaan di lapangan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal hingga masa panen sehingga memberikan hasil yang maksimal dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujar IPTU Bambang Hariansyah.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kurau terus meningkat dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Jajaran Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian masyarakat. Kegiatan tersebut kali ini dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang terhadap lahan jagung milik Joko di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung di lahan binaan Polri tetap terjaga dan berkembang optimal menjelang masa panen. Lahan pertanian yang dipantau memiliki luas sekitar 10 hektare dengan usia tanaman jagung mencapai 70 hari.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan terawat. Selain memantau kondisi tanaman, Bripka Febrian Anggara juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman.

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membantu mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai upaya yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Monitoring yang dilakukan secara rutin bertujuan untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik hingga masa panen. Kami berharap lahan jagung seluas 10 hektare ini dapat menghasilkan produksi yang optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Dengan kondisi tanaman yang berkembang baik pada usia 70 hari, hasil panen yang maksimal diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Bati-Bati. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Tanah Laut. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pengeringan jagung yang bekerja sama dengan Primkopol Polda Kalimantan Selatan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. Sabtu (13/6).

Pengecekan lokasi pembangunan gudang pengeringan jagung tersebut dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan serta kesiapan fasilitas yang akan mendukung proses pascapanen para petani di wilayah setempat.

Dalam kegiatan tersebut, diketahui bahwa satu unit dryer atau mesin pengering jagung telah beroperasi dengan kapasitas mencapai 20 ton. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung proses pengeringan secara konvensional.

Selain meningkatkan kualitas jagung pascapanen, fasilitas pengeringan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan memberikan nilai tambah bagi para petani. Dengan dukungan sarana yang lebih modern, produktivitas dan daya saing hasil pertanian masyarakat diyakini dapat meningkat.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa pembangunan gudang pengeringan jagung merupakan langkah positif dalam mendukung ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

“Keberadaan gudang pengeringan dan dryer jagung ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap para petani. Dengan fasilitas yang memadai, hasil panen dapat ditangani dengan lebih baik sehingga kualitas dan nilai jual jagung dapat meningkat. Kami berharap keberadaan sarana ini mampu mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Bati-Bati,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, Polri akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk koperasi dan kelompok tani di daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Piket Call Center 110 Polres Tanah Laut menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 07.45 Wita di Jalan Raya Imban RT 007 RW 003, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Piket 110 segera berkoordinasi dan menghubungi Unit Gakkum Satlantas Polres Tanah Laut. Penanganan di lokasi kejadian turut dibantu oleh personel Polsek Bati-Bati guna memastikan situasi tetap aman serta mempercepat proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Suzuki Carry warna putih dengan nomor polisi DA 8362 BY yang dikemudikan Khoirul Witoyo dan sepeda motor Honda Revo warna merah hitam nomor polisi DA 58240 PD yang dikendarai Fenny Wulandari.

Peristiwa bermula saat mobil Suzuki Carry melaju dari arah Desa Martadah menuju Desa Banyu Irang. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan akibat pengemudinya mengantuk. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Fenny Wulandari. Karena jarak kedua kendaraan yang sudah sangat dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor, Fenny Wulandari, mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, petugas Satlantas Polres Tanah Laut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum mengemudikan kendaraan. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat yang aman. Keselamatan adalah prioritas utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kapolres.  

Kamis, 11 Juni 2026

 


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menghadiri acara Pelepasan/Perpisahan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 21 Pelaihari yang digelar pada Jumat (12/6/2026).

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan haru serta dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy, Wakil Ketua beserta jajaran pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanah Laut, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 21, para guru dan karyawan, Ketua Komite, orang tua murid, serta seluruh peserta didik TK Kemala Bhayangkari 21.

Dalam sambutannya selaku Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari, Kapolres Tanah Laut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelepasan peserta didik dapat terlaksana dengan baik dan penuh makna.

Kapolres juga menyampaikan bahwa selama proses pendidikan, pihak sekolah telah berupaya memberikan bekal ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kedisiplinan yang diharapkan menjadi fondasi bagi para peserta didik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis pihak sekolah menyerahkan kembali para peserta didik kepada orang tua setelah menyelesaikan masa pendidikan di TK Kemala Bhayangkari 21 Pelaihari. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya tugas sekolah dalam membimbing dan mendidik anak-anak selama berada di lingkungan TK.

Kapolres Tanah Laut turut mengajak para orang tua untuk terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada putra-putrinya dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya. Menurutnya, dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh kehangatan melalui berbagai penampilan dari para peserta didik yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua. Kegiatan ini menjadi momentum yang membanggakan sekaligus awal perjalanan baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita di masa depan.

TANAH LAUT — Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, melaksanakan kegiatan monitoring panen jagung di lahan PT Inhutani I yang berada di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Lahan tersebut digarap oleh Wayan Sadie, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rezeki, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah setempat. Jumat (12/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 8 hektare dengan hasil produksi mencapai sekitar 26 ton jagung. Hasil panen tersebut selanjutnya dibeli oleh pengepul, Afandi, dengan harga Rp4.000 per kilogram, sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup signifikan bagi petani.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di Kecamatan Jorong. Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen yang diperoleh juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang mengelola lahan secara produktif.

Personel Polsek Jorong turut melakukan pemantauan terhadap proses panen dan distribusi hasil pertanian guna memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penyangga perekonomian daerah.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan bahwa keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah Jorong apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Polri mendukung penuh upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Hasil panen sebesar 26 ton ini merupakan bukti kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Ia menambahkan, sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang produktif dan berdaya saing di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Kintap, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan melalui monitoring tanaman jagung di lahan milik Suprat yang berada di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (12/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan dengan baik sejak fase awal penanaman. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 0,25 hektare dengan usia tanaman jagung mencapai 20 hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik sesuai dengan usia tanamnya. Personel Polsek Kintap juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pendampingan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan masyarakat, khususnya para petani, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung ketersediaan pangan di daerah.

Kapolsek Kintap, AKP Ahmad Baysory, mengatakan bahwa Polri berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan yang dilakukan oleh personel di lapangan.

“Monitoring ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Kami berharap tanaman jagung yang saat ini berusia 20 hari dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen, sehingga memberikan hasil yang optimal dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar AKP Ahmad Baysory.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam mendampingi petani diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, tanaman jagung milik Suprat diharapkan berkembang optimal dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga maupun ketahanan pangan daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca