Minggu, 19 Juli 2026

 


Tanah Laut – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di lingkungan pendidikan, Bhabinkamtibmas Desa Karang Rejo, Bripka Cecep Adi Putra, melaksanakan kegiatan apel pagi sekaligus memberikan penyuluhan kepada para siswa dan tenaga pendidik di UPTD 3 Jorong, Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (20/07/2026) pukul 07.30 Wita hingga selesai.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman UPTD 3 Jorong tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kedekatan dengan lingkungan sekolah sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Cecep Adi Putra menyampaikan himbauan Kamtibmas terkait bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Para siswa diingatkan untuk saling menghormati, menjaga sikap toleransi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan atau menyakiti teman-teman mereka, baik secara fisik maupun verbal.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai tata tertib berlalu lintas, khususnya kepada para pelajar agar selalu mematuhi aturan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm saat dibonceng maupun mengendarai kendaraan, serta mengutamakan keselamatan di jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya menjaga perilaku positif di lingkungan sekolah serta meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah para siswa UPTD 3 Jorong serta masyarakat sekitar, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan taat hukum.

Tanah Laut – Komitmen Polsek Kintap Polres Tanah Laut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di wilayah hukumnya. Kali ini, monitoring dilaksanakan di lahan milik Puji, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sambilulungan, yang berlokasi di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Senin (20/7).

Lahan jagung seluas kurang lebih 1,5 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia tanam sekitar 55 hari. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung tumbuh dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang optimal. Kondisi ini menjadi indikator positif menuju masa pembentukan tongkol, sehingga diperlukan perawatan yang berkelanjutan agar hasil panen nantinya dapat maksimal.

Dalam kegiatan monitoring, personel Polsek Kintap juga berdialog langsung dengan pemilik lahan mengenai kondisi tanaman, pola pemupukan, pengendalian hama, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama masa budidaya. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory mengatakan bahwa Polri akan terus memberikan pendampingan kepada para petani sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Polri siap bersinergi dengan masyarakat untuk mendukung peningkatan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar AKP Ahmad Baysory.

Polsek Kintap berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang mendukung sektor pertanian. Dengan kolaborasi yang baik antara Polri dan kelompok tani, diharapkan produktivitas jagung di wilayah Kecamatan Kintap semakin meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Semangat para petani di Kecamatan Jorong kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Polsek Jorong Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus panen jagung di lahan yang digarap Sunaryo, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Tani, di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Senin (20/7).

Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 12 hektare dengan hasil mencapai sekitar 36 ton jagung. Produksi tersebut mencerminkan kerja keras para petani dalam mengelola lahan sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pertanian di wilayah Jorong terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

Selain hasil panen yang memuaskan, para petani juga mendapatkan kepastian pemasaran. Seluruh hasil panen jagung dibeli oleh pengepul sekaligus pemodal, Karidi, dengan harga Rp3.900 per kilogram. Kepastian harga dan pasar tersebut memberikan rasa aman bagi petani karena hasil panen dapat langsung terserap, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan mendukung keberlangsungan usaha pertanian.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan bahwa Polri akan terus hadir mendampingi para petani melalui kegiatan monitoring dan pendampingan, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung para petani sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi yang terjalin antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat perekonomian masyarakat, serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Melalui kolaborasi yang erat bersama kelompok tani dan masyarakat, Polsek Jorong akan terus mendukung kemajuan sektor pertanian agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan serta pembangunan daerah di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut


 

  


Tanah Laut – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah, personel Polsek Kintap Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan pengamanan ibadah Minggu di wilayah hukum Polsek Kintap, Minggu (19/07/2026) mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai.

Pengamanan dilaksanakan di Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) dan Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang berlokasi di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah umat beragama.

Pada pelaksanaan ibadah di Gereja GPDI Desa Sungai Cuka, ibadah dipimpin oleh Pendeta Wahyudi dengan mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21-24. Ibadah diikuti oleh sekitar 25 jemaat yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat dan penuh sukacita.

Sementara itu, di Gereja GBI Desa Sungai Cuka, ibadah dipimpin oleh Pendeta Kurnia dengan tema yang sama, yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, berdasarkan firman Tuhan yang terdapat dalam Matius 1:21-24. Kegiatan ibadah di gereja tersebut dihadiri oleh sekitar 30 jemaat.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Kintap melaksanakan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi gereja guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota Polri mendapat sambutan positif dari para jemaat karena memberikan rasa tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam pengamanan kegiatan keagamaan. Melalui pengamanan yang rutin dilaksanakan, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan harmonis di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Secara keseluruhan, kegiatan ibadah umat Nasrani di Gereja GPDI dan GBI Desa Sungai Cuka berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta situasi kamtibmas tetap kondusif.


Tanah Laut – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tanah Laut, telah dilaksanakan kegiatan Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polsek Panyipatan pada Minggu (19/07/2026) mulai pukul 10.00 Wita hingga 15.00 Wita.

Kegiatan patroli dilaksanakan di Desa Batakan (Pulau B), Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, dengan melibatkan unsur lintas sektoral yang terdiri dari 2 personel BPBD, 1 personel Polsek Panyipatan, 1 personel Posramil Panyipatan, serta 1 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

Patroli terpadu ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah rawan.

Dalam pelaksanaannya, tim patroli melakukan pemantauan dan pemetaan terhadap daerah-daerah yang berpotensi rawan terjadi Karhutla. Selain itu, personel juga mengidentifikasi lokasi sumber air terdekat yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan maupun hutan.

Selain kegiatan pemetaan wilayah, petugas juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Dari kegiatan yang dilaksanakan, diperoleh hasil berupa tersusunnya pemetaan daerah rawan Karhutla beserta lokasi sumber air terdekat sebagai langkah kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kegiatan patroli terpadu yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan sinergi antara TNI, Polri, BPBD, MPA, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga wilayah Kecamatan Panyipatan tetap aman dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tanah Laut – Upaya meningkatkan pemahaman petani mengenai tata niaga hasil pertanian terus dilakukan Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, dilaksanakan kegiatan sosialisasi tentang Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air (Tabel Rafaksi) kepada masyarakat sebagai bekal menghadapi proses penjualan hasil panen. Minggu (19/7).

Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada para petani mengenai sistem penentuan harga jagung berdasarkan kadar air. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan mengenai isi Tabel Rafaksi yang menjadi acuan dalam menentukan nilai jual jagung sesuai kualitas hasil panen. Dengan memahami mekanisme tersebut, petani diharapkan dapat mengetahui alasan adanya perbedaan harga serta lebih siap saat melakukan transaksi dengan pengepul maupun perusahaan pembeli.

Bripka Febrian Anggara juga mengajak para petani untuk terus memperhatikan kualitas hasil panen, terutama kadar air jagung, agar memperoleh harga yang lebih baik. Selain menjadi sarana berbagi informasi, kegiatan ini juga mempererat komunikasi antara Polri dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat didiskusikan secara langsung.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian, tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga pada aspek pemasaran hasil panen.

“Melalui sosialisasi ini kami berharap para petani semakin memahami mekanisme penentuan harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih transparan, memperoleh harga yang sesuai, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus hadir mendampingi masyarakat melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta keberhasilan program ketahanan pangan nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Semangat mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut melalui pendampingan kepada para petani di wilayah hukumnya. Kali ini, jajaran Polsek Panyipatan melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus panen jagung di lahan milik Zulkipni yang berada di Desa Sukaramah, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (19/7).

Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 3 hektare dengan hasil mencapai sekitar 13 ton jagung. Capaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras petani dalam mengelola lahan serta menunjukkan potensi pertanian jagung di Kecamatan Panyipatan yang terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan.

Selain memantau proses panen, personel Polsek Panyipatan juga berdialog dengan petani mengenai kondisi lahan, hasil produksi, serta berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya. Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata dukungan kepada para petani sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju.

Kapolsek Panyipatan IPTU Wanda Satriadi mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung masyarakat, khususnya para petani, melalui kegiatan pendampingan mulai dari masa tanam hingga panen.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil panen yang diperoleh dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mendorong produktivitas pertanian, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujar IPTU Wanda Satriadi.

Melalui kolaborasi yang erat antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat, Polsek Panyipatan akan terus mendukung kemajuan sektor pertanian agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut


 

Statistik Pembaca