Senin, 27 Juli 2026

Tanah Laut - Sebagai upaya mempersiapkan personel dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab, Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Tanah Laut melalui Subbag Binkar melaksanakan Kegiatan Konseling Pra Nikah bagi personel yang akan melangsungkan pernikahan, bertempat di Ruang Kerja Subbag Binkar Bag SDM Polres Tanah Laut, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan diikuti oleh lima personel Polres Tanah Laut beserta pasangan masing-masing, yaitu Brigpol Rachmat Budi Prayoga, S.H. bersama Saudari Annisa Murni, A.Md.Farm, Briptu Muhammad Divio Saputra bersama Briptu Nur Afifah, Briptu Muhammad Fadila Aries Sandy bersama Saudari Noor Madina Shafarina, S.Kom, Bripda Muhammad Firdaus Nor Asegaf bersama Saudari Ainun Azzahra, S.Pd, serta Bripda M. Rijal bersama Saudari Eni Noor Ramadana.

Kegiatan konseling dipandu oleh Kasubbag Binkar Bag SDM Penata I Suparman, S.E. bersama Kasubbag Watpers Bag SDM Iptu Madansyah selaku konselor. Dalam pelaksanaannya, para calon pasangan mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pengisian riwayat hidup dan self inventory, sesi wawancara, hingga pemberian materi dan nasihat mengenai kehidupan berumah tangga.

Melalui konseling ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik, menjaga keharmonisan keluarga, serta memahami hak dan kewajiban sebagai suami maupun istri. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membentuk keluarga yang sakinah, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.

Dari kegiatan tersebut, para personel yang akan menikah memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga, semakin memahami peran masing-masing sebagai pasangan suami istri, serta memiliki kesiapan mental yang lebih matang dalam menghadapi kehidupan pernikahan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa konseling pra nikah merupakan salah satu bentuk pembinaan personel yang sangat penting. Kami ingin setiap anggota Polres Tanah Laut yang akan membangun rumah tangga memiliki kesiapan, baik secara mental, emosional, maupun pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai suami maupun istri. Keluarga yang harmonis akan menjadi fondasi utama dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para calon pasangan tidak hanya siap melaksanakan pernikahan secara administratif, tetapi juga siap membangun keluarga yang sakinah, harmonis, dan penuh tanggung jawab. Dengan keluarga yang kuat, diharapkan personel Polres Tanah Laut dapat menjalankan tugas secara profesional, menjaga integritas, serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara." Jelas Kapolres.

 


Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar Press Conference dan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Periode 8 Juni hingga 16 Juli 2026 yang berlangsung di Joglo Wicaksana Laghawa Polres Tanah Laut, Selasa (28/7). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.,  didampingi Kasat Resnarkoba Iptu M. Firmansyah Baso, S.Tr.K., M.H.dan Kasi Humas AKP Hari Setiawan, A.Md., serta dihadiri oleh sejumlah awak media.

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan hasil pengungkapan tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Tanah Laut selama periode 8 Juni hingga 16 Juli 2026. Tercatat sebanyak 8 kasus berhasil diungkap, yang terdiri dari 6 kasus pada bulan Juni dan 2 kasus pada bulan Juli.

Dari delapan kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan 12 orang tersangka, yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Barang bukti yang berhasil disita berupa narkotika jenis sabu dengan berat bersih 278,05 gram serta ekstasi seberat 2,19 gram. Selain itu, turut diamankan barang bukti lain berupa uang tunai sebesar Rp550.000 dan 1 unit kendaraan roda dua yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa apabila narkotika jenis sabu tersebut dikonsumsi dengan asumsi setiap pengguna memakai 0,20 gram, maka barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 7.200 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, apabila dinilai secara ekonomis, nilai barang bukti sabu tersebut diperkirakan mencapai Rp350.000.000.

Sebagai bentuk komitmen dalam penegakan hukum serta mencegah penyalahgunaan kembali barang bukti, Polres Tanah Laut juga melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika yang telah berkekuatan hukum sesuai ketentuan. Barang bukti yang dimusnahkan berupa 278,8 gram sabu, setelah sebelumnya disisihkan sebagian untuk keperluan uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pemberantasan peredaran gelap narkotika akan terus menjadi prioritas Polres Tanah Laut. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel serta dukungan masyarakat. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba demi mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika," tegas Kapolres.

 


Tanah Laut – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Tanah Laut bersama Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Kalimantan melaksanakan Patroli Bersama Pencegahan Karhutla di wilayah Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut merupakan langkah nyata dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau yang berisiko meningkatkan titik-titik rawan kebakaran.

Selama patroli, petugas tidak hanya melakukan pemantauan di kawasan yang berpotensi terjadi karhutla, tetapi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah dampak buruk kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan, ekosistem, dan aktivitas masyarakat.

Melalui sinergi antara Polri dan Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Kalimantan, diharapkan upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif serta mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Selain bertujuan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tambang Ulang, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polres Tanah Laut.

Polres Tanah Laut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan. Melalui kepedulian dan kerja sama semua pihak, diharapkan Kabupaten Tanah Laut dapat terbebas dari bencana karhutla dan tetap menjadi lingkungan yang aman, sehat, serta lestari.

Tanah Laut – Polsek Tambang Ulang Polres Tanah Laut terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani. Kali ini, personel Polsek Tambang Ulang melaksanakan monitoring kegiatan panen jagung di lahan Poktan Binaan Polri, Poktan Kupang Barumbai, milik Bahrian yang berada di Desa Sungai Jelai RT 05, Kecamatan Tambang Ulang. Selasa (28/7).

Panen dilakukan di lahan seluas sekitar 3 hektare dengan hasil mencapai kurang lebih 6 ton jagung. Kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan proses panen berlangsung aman dan lancar, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Selain memantau jalannya panen, personel Polsek Tambang Ulang juga berdialog dengan kelompok tani mengenai hasil produksi, kendala yang dihadapi selama masa budidaya, serta upaya meningkatkan kualitas dan hasil panen pada musim tanam berikutnya. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari sinergi Polri bersama masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian.

Kapolsek Tambang Ulang IPTU Mangasa Siagian mengatakan, Polri akan terus hadir mendampingi para petani mulai dari tahap penanaman hingga panen sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

"Kami berharap pendampingan yang dilakukan dapat memberikan semangat kepada para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi. Keberhasilan panen ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut," ujar IPTU Mangasa Siagian.

Polsek Tambang Ulang berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan sektor pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan melaksanakan monitoring panen jagung di lahan milik Turiman yang berlokasi di Jalan Raya Takisung, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari. Selasa (28/).

Kegiatan panen berlangsung di lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan hasil mencapai sekitar 10 ton jagung. Capaian tersebut menjadi bukti produktivitas lahan yang dikelola petani sekaligus menunjukkan potensi sektor pertanian di wilayah Pelaihari yang terus berkembang.

Selain memantau jalannya panen, personel Polsek Pelaihari juga berdialog dengan pemilik lahan mengenai hasil produksi, proses budidaya, serta berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya. Kehadiran Polri di lapangan menjadi bentuk dukungan nyata kepada petani sekaligus mempererat sinergi dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.

Kapolsek Pelaihari IPDA Karia Jaya mengatakan, Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, mulai dari tahap penanaman hingga panen.

"Pendampingan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap hasil panen yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat perekonomian masyarakat, dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Tanah Laut," ujar IPDA Karia Jaya.

Polsek Pelaihari berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat guna mendorong sektor pertanian yang semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca