Rabu, 05 Agustus 2026

Tanah Laut – Upaya meningkatkan minat baca dan memperluas akses literasi bagi anak-anak di wilayah pesisir terus dilakukan Sat Polairud Polres Tanah Laut. Melalui program Perpustakaan Apung, masyarakat dan anak-anak di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, kini dapat memanfaatkan Kapal Polisi XIII-2002-38 sebagai sarana membaca dan belajar. Kamis (6/8).

Program ini menghadirkan berbagai koleksi buku yang dapat diakses secara gratis oleh anak-anak pesisir. Kehadiran perpustakaan di atas kapal polisi tersebut menjadi alternatif ruang belajar yang diharapkan mampu menambah pengetahuan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Sejak dibuka, anak-anak tampak antusias memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk membaca berbagai buku, sementara warga mengapresiasi inovasi Sat Polairud yang dinilai mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Selain mendorong peningkatan literasi, Perpustakaan Apung juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat pesisir. Melalui pendekatan edukatif, Sat Polairud Polres Tanah Laut berupaya membangun kedekatan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Kasat Polairud Polres Tanah Laut, IPTU Alamsyah Sugiarto, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Kabaharkam Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan perairan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan literasi.

"Perpustakaan Apung ini merupakan wujud komitmen Polri untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin anak-anak di wilayah pesisir memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan melalui budaya membaca. Semoga program ini dapat meningkatkan minat baca sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat," ujar IPTU Alamsyah Sugiarto.

Ke depan, Sat Polairud Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sehingga kehadiran Polri di wilayah perairan tidak hanya dirasakan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kontribusi dalam bidang pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda.  

Banjarbaru - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Polres jajaran sukses menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan "Sikat II Intan 2026" dan pengungkapan tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) sebagaimana instruksi Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. Dari hasil operasi maraton selama dua pekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 126 orang tersangka dari puluhan kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Hasil pengungkapan besar-besaran ini dipaparkan langsung oleh Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol. Frido Situmorang, S.H., S.I.K., bersama Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. dan Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Kalsel Kompol Dedy Yudanto, S.H., S.I.K., M.A. dalam Konferensi Pers yang digelar di Depan Kantor Ditreskrimum Polda Kalsel Banjarbaru, Kamis (6/8/2026).

Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Frido Situmorang, menyatakan bahwa Operasi Sikat II Intan 2026 berlangsung selama 15 hari, terhitung mulai 17 Juli hingga 31 Juli 2026.

"Operasi ini melibatkan kekuatan gabungan sebanyak 333 personel, yang terdiri dari 182 personel Polda Kalsel dan 151 personel dari Polres jajaran," terangnya saat konferensi pers.

Beliau menerangkan sasaran daerah operasi (TO) difokuskan pada lima wilayah hukum Polres jajaran, yakni Polresta Banjarmasin, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Polres Tanah Laut (Tala), Polres Tanah Bumbu (Tanbu), dan Polres Kotabaru.

Dari total 94 Laporan Polisi (LP) yang ditangani, polisi berhasil menciduk 126 tersangka yang terdiri dari 118 pria dan 8 wanita.

Rinciannya, sebanyak 114 tersangka ditangkap dalam rangka Operasi Sikat II Intan 2026 (89 LP), sedangkan 12 tersangka lainnya diringkus dari pengungkapan kasus tindak pidana kejahatan jalanan/3C (5 LP).

Selain menangkap para pelaku, jajaran Ditreskrimum Polda Kalsel juga menyita sejumlah barang bukti berukuran besar yang diduga kuat digunakan untuk tindak kejahatan maupun hasil kejahatan, di antaranya Sajam 22 bilah, Sabu 153 paket dengan total berat 251,83 gram, Ekstasi 44 butir, Miras 2.574 botol, Tuak 8 jerigen, Sepeda motor 19 unit, Mobil 2 unit, STNK 7 lembar, BPKB 2 buku, Handphone 29 unit, Laptop 1 unit, dan uang tunai sebesar Rp.14.422.000, serta 65 unit barang bukti lainnya.

"Pengungkapan besar ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian atas laporan serta informasi dari masyarakat yang ditindaklanjuti melalui proses analisis dan penyelidikan mendalam oleh tim penyidik," pungkas Dir Reskrimum Polda Kalsel.

Polda Kalsel menegaskan bahwa melalui Operasi Sikat II Intan 2026 ini, pihaknya berkomitmen penuh untuk Menindak tegas dan memberantas aksi-aksi premanisme, pemalakan, serta pungli di lokasi keramaian, Memutus rantai peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kemudian Menindak pelaku pencurian spesialis kendaraan bermotor, barang elektronik, dan perhiasan yang kerap meresahkan warga, serta Menertibkan peredaran minuman keras tanpa izin serta memberantas praktik perjudian di wilayah Kalimantan Selatan.  

Tanah Laut – Polsek Batu Ampar Polres Tanah Laut terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan sosialisasi Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air (Tabel Rafaksi) kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme penentuan harga jagung berdasarkan kadar air hasil panen. Kamis (6/8).

Dalam sosialisasi tersebut, personel Polsek Batu Ampar menjelaskan isi Tabel Rafaksi yang menjadi acuan dalam penetapan harga jagung sesuai kualitas dan kadar air. Edukasi ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai jual jagung serta pentingnya menjaga kualitas hasil panen sebelum dipasarkan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab bersama warga. Para petani diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai standar kadar air, mekanisme penjualan, hingga upaya meningkatkan kualitas jagung agar memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Kapolsek Batu Ampar AKP Munadi mengatakan, sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

"Kami berharap masyarakat semakin memahami mekanisme penentuan harga jagung berdasarkan Tabel Rafaksi. Dengan pengetahuan tersebut, petani dapat menjual hasil panennya secara lebih transparan, memperoleh harga yang sesuai, dan semakin termotivasi meningkatkan kualitas produksi," ujar AKP Munadi.

Polsek Batu Ampar akan terus melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan kepada petani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan serta membangun kemitraan yang semakin erat dengan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut terus mendorong peningkatan pemahaman petani terhadap tata niaga jagung melalui sosialisasi Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air (Tabel Rafaksi). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas, Aiptu Nyoto, kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Kamis (6/8).

Dalam sosialisasi tersebut, Aiptu Nyoto menjelaskan bahwa Tabel Rafaksi merupakan acuan yang digunakan untuk menentukan harga jagung berdasarkan kadar air hasil panen. Pemahaman terhadap mekanisme tersebut dinilai penting agar petani mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nilai jual jagung serta dapat meningkatkan kualitas hasil panennya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui dialog dan sesi tanya jawab. Warga diberikan kesempatan untuk memahami cara membaca Tabel Rafaksi, proses penentuan harga, hingga pentingnya menjaga kadar air jagung agar sesuai dengan standar yang ditetapkan pembeli.

Kapolsek Panyipatan IPTU Wanda Satriadi mengatakan, edukasi kepada petani menjadi salah satu bentuk dukungan Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

"Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami dasar penentuan harga jagung sesuai kadar air. Dengan pengetahuan tersebut, petani dapat menjual hasil panennya secara lebih transparan, memperoleh harga yang sesuai, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar IPTU Wanda Satriadi.

Polsek Panyipatan berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pembinaan di sektor pertanian sebagai upaya memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Pelaihari – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menghadiri Malam Puncak Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 yang digelar di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari, Rabu (5/8/2026) pukul 20.00 WITA hingga selesai.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tanah Laut, Wakil Bupati Tanah Laut, unsur Forkopimda Kabupaten Tanah Laut atau yang mewakili, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, para Staf Ahli dan Asisten, para Kepala SKPD, para finalis Duta Genre Kabupaten Tanah Laut, serta tamu undangan lainnya.


Malam puncak ini menjadi ajang penentuan Duta Generasi Berencana (Genre) Tahun 2026 yang diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan bagi kalangan remaja dalam mengampanyekan pola hidup sehat, perencanaan masa depan, serta pencegahan pernikahan usia dini, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku berisiko lainnya.


Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengatakan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki perencanaan hidup yang baik.


"Program Generasi Berencana merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu merencanakan masa depan dengan bijak, menjauhi berbagai perilaku negatif, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan berprestasi. Polri siap mendukung berbagai program pembinaan generasi muda demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," ujar Kapolres.


Melalui kegiatan ini diharapkan para Duta Genre Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 dapat menjadi inspirasi dan motivator bagi remaja lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, mengedepankan pendidikan, serta menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing dalam membangun Kabupaten Tanah Laut yang lebih maju.

Selasa, 04 Agustus 2026



TANAH LAUT
– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan koordinasi sekaligus pengecekan kadar air jagung di Gudang Dryer Jagung, Desa Bumi Asih, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, pada Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 Wita hingga 13.30 Wita tersebut dipimpin oleh Bulog Kanwil Kalimantan Selatan, Bapak Fazlul Raqosi, beserta staf. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung ketahanan pangan serta memastikan kualitas hasil panen jagung melalui pemeriksaan kadar air sebelum proses penyimpanan maupun distribusi.

Dalam pelaksanaannya, rombongan melakukan peninjauan terhadap fasilitas Gudang Dryer Jagung serta mengecek proses pengeringan guna memastikan jagung yang diterima telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil pertanian sekaligus mendukung ketersediaan stok pangan di wilayah Kalimantan Selatan.

Selama kegiatan berlangsung, personel Sat Intelkam Polres Tanah Laut turut melakukan pendampingan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Polri merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan menjaga stabilitas ketahanan pangan.

Melalui sinergi antara Bulog, pemerintah, dan Polri, diharapkan pengelolaan hasil pertanian, khususnya komoditas jagung di Kabupaten Tanah Laut, dapat semakin optimal sehingga mampu memberikan manfaat bagi petani serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.


BATI-BATI
– Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Bati-Bati melaksanakan patroli di kawasan Pasar ARBA, Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, pada Rabu (5/8/2026) mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai.

Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di pasar, baik pedagang maupun pengunjung. Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas, gangguan kamtibmas, maupun potensi gangguan lainnya.

Selama pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemantauan situasi di area pasar, berdialog dengan pedagang dan pengunjung, serta mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap aksi kejahatan seperti pencopetan, penipuan, maupun tindak kriminal lainnya. Masyarakat juga diajak untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Bati-Bati berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli di pusat-pusat aktivitas masyarakat sebagai bentuk pelayanan prima Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Melalui patroli rutin ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Bati-Bati.

Tanah Laut – Polsek Takisung Polres Tanah Laut terus mengawal program ketahanan pangan nasional melalui monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri. Kegiatan kali ini dilaksanakan di lahan milik Subari, anggota Poktan Sinar Muda, yang berlokasi di Desa Gunung Makmur RT 15, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (5/8).

Monitoring dilakukan di lahan seluas sekitar 3 hektare dengan kondisi tanaman jagung yang telah memasuki usia dua minggu. Pada fase awal pertumbuhan ini, personel Polsek Takisung meninjau langsung perkembangan tanaman sekaligus memastikan proses perawatan berjalan sesuai tahapan, mulai dari pemupukan, pengendalian gulma, hingga antisipasi serangan hama.

Selain melakukan pengecekan di lapangan, personel juga berdialog dengan petani terkait kondisi tanaman dan langkah-langkah yang diperlukan agar pertumbuhan jagung tetap optimal hingga memasuki masa panen. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mempererat kemitraan dengan masyarakat.

Kapolsek Takisung AKP Duki mengatakan, monitoring secara berkala penting dilakukan agar setiap tahapan budidaya dapat berjalan dengan baik.

"Kami terus mendampingi para petani sejak awal masa tanam. Dengan pemantauan yang rutin dan perawatan yang tepat, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal sehingga menghasilkan panen yang maksimal serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," ujar AKP Duki.

Polsek Takisung berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kelompok tani dalam mendukung pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca