Selasa, 08 September 2026

Tanah Laut – Mengetahui harga jual hasil panen menjadi hal penting bagi petani. Untuk itu, personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut menyosialisasikan Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin. Rabu (9/9),

Tabel Rafaksi memberikan gambaran mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Melalui sosialisasi ini, petani tidak hanya mengetahui harga jual, tetapi juga memahami mengapa nilai jagung dapat berbeda sesuai kondisi kadar airnya.

Pemahaman tersebut bermanfaat sebagai pegangan bagi petani untuk menilai hasil panen, memperkirakan nilai jual, serta memiliki informasi yang lebih jelas ketika melakukan transaksi. Dengan demikian, petani dapat mengetahui dasar harga dan tidak sekadar menerima angka yang ditawarkan.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nilai hasil panennya.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga dapat mengetahui indeks harga berdasarkan kadar air, sehingga lebih memahami dasar penentuan harga saat menjual hasil panen,” ujar Ipda Karia Jaya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Polsek Pelaihari mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong keterbukaan informasi bagi masyarakat di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Informasi mengenai harga menjadi bekal penting bagi petani ketika hasil panen mulai dipasarkan. Personel Polsek Jorong Polres Tanah Laut memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong. Rabu (9/9),

Melalui kegiatan tersebut, petani mendapat penjelasan mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Pemahaman ini diharapkan membantu petani mengetahui dasar penilaian hasil panen sekaligus memahami nilai jual jagung yang mereka miliki.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan sosialisasi Tabel Rafaksi merupakan upaya memberikan informasi yang dapat digunakan petani saat melakukan transaksi.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga dapat mengetahui dasar penentuan harga berdasarkan kadar air,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi mengenai harga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani dalam proses jual beli. Dengan bekal pengetahuan tersebut, petani dapat menilai hasil panennya secara lebih baik dan tidak hanya bergantung pada informasi dari pihak lain.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari dukungan Polsek Jorong terhadap ketahanan pangan serta penguatan pengetahuan masyarakat di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama TNI, BPBD, relawan PT. Borneo Indobara serta unsur terkait mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Guntung Damar, Jalan Baru Landasan Ulin, dekat kawasan bandara.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa titik-titik api baru di kawasan tersebut ditangani menggunakan cairan surfaktan yang dinilai cukup efektif untuk proses pemadaman. Namun, tantangan besar dihadapi petugas di lapangan, dari drone thermal terpantau suhu mencapai lebih dari 400 derajat Celsius, sehingga membutuhkan suplai air dalam jumlah besar.

"Alhamdulillah ini cukup efektif pemadamannya, memang karena di sini panasnya tadi kita lihat dari drone thermal sampai dengan 400 derajat lebih, sehingga memerlukan air yang cukup banyak," ujar Kapolda Kalsel saat melakukan peninjauan di lokasi, Selasa (8/9/2026) sore.

Meski demikian, kondisi udara di sekitar lokasi perlahan mulai mendingin seiring dengan titik-titik panas yang mulai padam. Fokus pengamanan dan pemadaman saat ini diarahkan di sekitar pinggir jalan raya dekat bandara mengingat lokasinya yang berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Dalam upaya mengoptimalkan penanganan karhutla, pihak kepolisian bersama instansi terkait juga akan semakin mengefektifkan penggunaan drone thermal. Langkah ini diambil agar kerja tim di lapangan lebih efisien, baik dari segi waktu pengerjaan maupun penggunaan volume air, sehingga sasaran pemadaman bisa tercapai secara tepat dan terukur.


Tanah Laut – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, Wakapolsek Panyipatan Ipda Anijub melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti narkoba di Aula Kantor Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Panyipatan, Kasi Trantib, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), personel Satpol PP Panyipatan, serta para pelajar dari SMA Negeri 1 Panyipatan dan Madrasah Aliyah Panyipatan.

Dalam kegiatan tersebut, Ipda Anijub memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan, pendidikan, pergaulan, maupun masa depan generasi muda.

Para pelajar juga diberikan imbauan agar mampu menjaga pergaulan, menjauhi narkoba, serta berani menolak segala bentuk ajakan untuk menggunakan maupun menyalahgunakan narkotika.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan kesadaran para pelajar semakin meningkat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba dan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah preventif dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut.


Sat Lantas Polres Tanah Laut terus berupaya menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada masyarakat sejak usia dini. Salah satu upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar di UPTD SDN 2 Ranggang, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai rambu-rambu lalu lintas beserta arti dan fungsinya. Edukasi diberikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar para pelajar dapat mengenali serta memahami pentingnya rambu-rambu dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.

Selain mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, personel juga menjelaskan pentingnya mematuhi setiap peraturan lalu lintas. Para siswa diberikan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan di jalan sejak dini. Para pelajar didorong untuk menjadi generasi yang disiplin, peduli, serta mampu menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Sat Lantas Polres Tanah Laut berharap kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak usia dini sehingga tercipta generasi yang memahami pentingnya keselamatan dan mampu menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya.


Tanah Laut – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026, Polres Tanah Laut melaksanakan upacara bendera yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Tanah Laut, Rabu (9/9/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh jajaran personel Polres Tanah Laut.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakannya, Kapolres Tanah Laut menyampaikan bahwa olahraga merupakan investasi penting bagi bangsa, bukan sekadar biaya. Melalui olahraga, pembangunan manusia Indonesia dilakukan secara utuh, baik dari sisi kesehatan maupun pembentukan karakter.

“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.”

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa tema HAORNAS Tahun 2026, “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, hendaknya dijadikan sebagai gerakan nasional sekaligus bagian dari agenda pembangunan.

Masyarakat diajak untuk mulai aktif bergerak sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik melalui berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam bersama maupun berbagai aktivitas fisik lainnya.

“Mulailah bergerak dari sekarang. Karena Indonesia yang bugar tidak dibangun oleh satu kementerian. Indonesia yang bugar dibangun oleh seluruh bangsa.”

Lebih lanjut, momentum HAORNAS ke-43 diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan HAORNAS 2026, Polres Tanah Laut turut mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, produktif dan memiliki semangat sportivitas, sekaligus menjadikan olahraga sebagai salah satu upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

“Mari kita jadikan HAORNAS 2026 sebagai momentum perubahan Indonesia, menuju masyarakat aktif dan bugar!”

Tanah Laut – Dalam upaya memastikan keberadaan titik panas serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), personel Polsek Takisung melaksanakan kegiatan Ground Check Hotspot yang terdeteksi melalui aplikasi Bekantan di wilayah Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.

Personel Polsek Takisung mendatangi lokasi yang terindikasi sebagai titik panas untuk melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi di lapangan. Berdasarkan informasi dari aplikasi Bekantan, terdapat 1 (satu) titik api dengan koordinat -3.81986022, 114.63775635.

Kegiatan pengecekan tersebut merupakan langkah antisipatif jajaran Polsek Takisung dalam memastikan informasi titik panas di lapangan sekaligus sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah hukum Polsek Takisung.

Melalui kegiatan Ground Check Hotspot ini, Polsek Takisung terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.

Jajaran Polsek Takisung juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat demi menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Senin, 07 September 2026

 


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengirim 1.000 liter (1 ton) cairan surfaktan hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel ke Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (7/9/2026). Cairan tersebut dikirim untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polda Kalteng, dengan penggunaannya disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pemadaman di lapangan.

Pengiriman cairan tersebut menjadi bagian dari langkah Polda Kalsel dalam memperbanyak penggunaan cairan surfaktan untuk penanganan karhutla. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan, produksi cairan tersebut terus ditingkatkan agar dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Cairan surfaktan ini sudah mulai kita perbanyak. Hari ini juga kita mengirim cairan 1.000 liter atau 1 ton ke Kalimantan Tengah,” kata Kapolda Kalsel saat penanganan karhutla di Posko Pantau A. Yani, Banjarbaru, Senin (7/9/2026) sore.

Kapolda mengatakan, cairan surfaktan dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada lahan gambut. Penggunaannya dapat dipadukan dengan metode pipa undercooling untuk menjangkau bagian tanah yang masih menyimpan panas dan bara.

Dalam kegiatan penanganan karhutla, Polda Kalsel juga menggandeng Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan 76 mahasiswa dan mahasiswi ULM yang juga ikut turun langsung ke lapangan untuk melihat sekaligus membantu proses pemadaman.

Beliau menuturkan, keterlibatan mahasiswa menjadi kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung kondisi karhutla dan proses pemadaman di lapangan, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kita berterima kasih kepada Prof. Rahmida yang membawa mahasiswa. Ini bagus untuk pendidikan, supaya mereka bisa melihat langsung bagaimana sulitnya melakukan pemadaman, khususnya di lahan gambut,” ujar Kapolda Kalsel.

Selain mahasiswa, kegiatan tersebut juga diikuti para Kapolres/Ta dan Kabag Ops jajaran Polda Kalsel. Mereka mendapat pengarahan teknis dari Kapolda dan Wakapolda Kalsel sekaligus melihat langsung penggunaan cairan surfaktan serta metode pemadaman di lapangan.

Kehadiran para Kapolres/Ta dan Kabag Ops tersebut menjadi bagian dari penyamaan pemahaman mengenai penggunaan cairan pemadam, sehingga penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi karhutla di wilayah masing-masing.

Kapolda menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan mengembangkan metode dan bahan pemadam yang sesuai dengan karakter lahan gambut.

Sementara itu, Prof. Rahmida selaku Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM mengatakan, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung mengenai penanganan karhutla. Mahasiswa dapat melihat bagaimana proses pemadaman dilakukan sekaligus memahami tantangan yang dihadapi petugas di lapangan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk dibawa kembali ke lingkungan akademik, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan karhutla dan menjaga lingkungan.

Statistik Pembaca