Sabtu, 29 Agustus 2026

Tanah Laut – Polsek Takisung Polres Tanah Laut terus mendorong keterbukaan informasi bagi masyarakat. Personel Polsek Takisung melaksanakan sosialisasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi kepada warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (30/8).

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai isi Tabel Rafaksi yang memuat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Informasi ini penting agar masyarakat lebih memahami kualitas hasil panen serta faktor yang berkaitan dengan harga jual jagung.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Takisung menyampaikan penjelasan secara langsung kepada warga dan membuka ruang komunikasi. Masyarakat diberikan pemahaman agar mengetahui bahwa kadar air menjadi salah satu informasi penting dalam menentukan nilai jagung saat dipasarkan.

Kapolsek Takisung AKP Duki mengatakan, sosialisasi dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat memahami Tabel Rafaksi dengan baik.

"Kami berharap masyarakat di Desa Sumber Makmur semakin memahami indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan informasi tersebut, masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai kualitas hasil panen dan harga saat dipasarkan," ujar AKP Duki.



Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara personel Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan.

Polsek Takisung akan terus mengoptimalkan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 Tanah Laut – Personel Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut melakukan pemantauan lahan yang direncanakan untuk pengembangan tanaman jagung di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Dari hasil pengecekan, kondisi lahan masih terkendala pasokan air sehingga belum dapat digarap. Minggu (30/8).

Selain persoalan ketersediaan air, personel juga menemukan beberapa titik api yang membakar area lahan. Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian karena dapat berpotensi meluas, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi relatif kering.

Pemantauan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Personel juga melakukan pengecekan terhadap area terdampak serta memantau perkembangan situasi agar api tidak meluas ke wilayah sekitar.

Kapolsek Panyipatan IPTU Wanda Satriadi mengatakan, kondisi lahan yang kering dan terbatasnya pasokan air perlu menjadi perhatian bersama.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Saat kondisi lahan kering dan pasokan air terbatas, api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan. Kami juga terus melakukan pemantauan untuk mencegah potensi karhutla," ujar IPTU Wanda Satriadi.

Ia menambahkan, masyarakat yang melihat adanya titik api di sekitar lahan diminta segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

Polsek Panyipatan akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah yang berpotensi terjadi karhutla, sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat untuk menjaga lahan tetap aman dan mendukung persiapan pertanian secara berkelanjutan. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Kamis, 27 Agustus 2026

 


Tanah Laut – Polres Tanah Laut Polda Kalimantan Selatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut menggelar kegiatan Bakti Kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bertempat di halaman Mapolsek Bati Bati, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polres Tanah Laut bersama instansi terkait terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak kabut asap yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bakti Kesehatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, Kapolsek Bati Bati, Sidokkes Polres Tanah Laut, petugas Puskesmas Bati Bati, petugas Puskesmas Bentok, serta warga masyarakat yang terdampak kabut asap.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan medis sebagai upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan warga yang terdampak paparan kabut asap. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin tebal, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun gangguan kesehatan lainnya.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut merupakan bentuk kepedulian Polri dan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kabut asap Karhutla. Polres Tanah Laut bersama Dinas Kesehatan hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan serta memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau, khususnya dalam mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin tebal serta menggunakan masker saat beraktivitas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan. Selain itu, mari kita bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat,” tegas AKBP Ricky Boy Siallagan.


 


Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyerahan bantuan masker di Desa Pengayuan dan Kecamatan Tegal Arum, Kota Banjarbaru, Kamis (27/8/2026) sore.

Dalam kesempatan ini, Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Polda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Kadis Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari, serta Ketua GAPKI Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dengan mengendarai ranmor roda 2, Kapolda beserta PJU Polda Kalsel menyisir jalur rawan karhutla dari Posko BPBD Tegal Arum menuju Posko Pantau Desa Pengayuan.

Saat patroli, rombongan menemukan titik api di lahan pinggir jalan dekat kawasan Bandara Syamsuddin Noor. Kapolda Kalsel langsung menginstruksikan satu unit Armored Water Cannon (AWC) dan armada karhutla Satbrimob Polda Kalsel untuk segera memadamkan api.

Pemadaman darat dilakukan secara serentak oleh personel Polri, BPBD, dan relawan, dengan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan turun langsung memegang selang air di lokasi kebakaran. Aksi pemadaman darat ini juga diperkuat oleh bantuan water bombing dari helikopter BPBD Kalsel hingga api di permukaan berhasil dikuasai.

Mendukung pergerakan di lapangan, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha beserta jajaran pengurus yang sebelumnya menggelar bakti sosial di Posko BPBD Tegal Arum turut hadir di lokasi untuk menyalurkan masker, makanan siap saji, dan dukungan moril kepada para petugas penanggulangan karhutla.

Menanggapi kendala lahan gambut yang memicu munculnya kembali api (re-ignition) akibat bara bawah permukaan (underground fire), Polda Kalsel bekerja sama dengan GAPKI menerapkan metode Gambut Injection. Teknik ini menyuntikkan air bercampur foam pembasah hingga kedalaman sekitar dua meter. Uji coba menunjukkan metode ini efektif menurunkan suhu tanah secara signifikan dan memadamkan sumber api bawah tanah.

Saat ini, Labfor Polri tengah memproses penggandaan formula cairan pembasah tersebut. Selain itu, pengujian formula bubuk bantuan Mabes Polri di Jalan Haji Sarkawi juga terbukti efektif menekan laju api.

Penguatan armada dan alat suntik tanah disiapkan secara masif untuk menerapkan metode Gambut Injection secara lebih luas pada titik-titik krusial. Sinergi lintas instansi ini difokuskan pada pemutusan sumber api bawah permukaan guna mengamankan objek vital Bandara Syamsuddin Noor serta kawasan gambut di wilayah Kalsel.

Tanah Laut – Informasi mengenai harga hasil panen menjadi bagian penting dalam aktivitas petani. Untuk itu, Polsek Takisung Polres Tanah Laut melalui Bhabinkamtibmas Desa Ranggang, Bripka Ricardo, menyampaikan sosialisasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi kepada masyarakat di lokasi PT KJW, Desa Ranggang, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (28/8).

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai isi Tabel Rafaksi, khususnya indeks harga jagung yang disesuaikan dengan kadar air. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu petani memahami kualitas hasil panen serta memiliki informasi yang lebih jelas sebelum jagung dipasarkan.

Bripka Ricardo menyampaikan materi secara langsung dengan membuka ruang dialog bersama masyarakat. Warga diberikan penjelasan mengenai pentingnya mengetahui kadar air jagung dan kaitannya dengan indeks harga berdasarkan Tabel Rafaksi.

Kapolsek Takisung AKP Duki mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri mendampingi masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian.

"Kami berharap sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan masyarakat, khususnya petani, mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan informasi yang jelas, petani dapat lebih memahami kualitas hasil panen dan nilai jualnya saat dipasarkan," ujar AKP Duki.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi serta memberikan informasi yang bermanfaat.

Polsek Takisung akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat dan mendukung penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Informasi tentang harga jagung kini tak hanya dibicarakan saat masa panen. Polsek Jorong Polres Tanah Laut turut mendorong pemahaman petani melalui sosialisasi Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Jorong, Aipda Dedi Hermawan. Jumat (28/8).

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai hubungan antara kadar air dengan indeks harga jagung. Melalui penjelasan yang disampaikan secara langsung, warga diharapkan dapat mengetahui informasi dasar terkait kualitas hasil panen dan nilai jagung ketika memasuki proses pemasaran.

Aipda Dedi Hermawan juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar materi mengenai Tabel Rafaksi dapat dipahami dengan lebih mudah. Sosialisasi ini menjadi bagian dari pendampingan Polri kepada petani sekaligus memperkuat hubungan antara Bhabinkamtibmas dan warga di wilayah binaannya.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan, informasi yang tepat dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat, terutama bagi petani jagung.

"Kami berharap masyarakat semakin memahami isi Tabel Rafaksi, khususnya mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan pengetahuan tersebut, petani dapat memiliki gambaran yang lebih jelas terhadap kualitas dan nilai hasil panennya," ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, kegiatan ini juga mencerminkan kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui edukasi dan komunikasi yang bermanfaat.

Polsek Jorong berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat, termasuk mendukung sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Jorong bersama anggota pemadam kebakaran dan Tim Relawan PT Hutan Rindang Banua (HRB) berjibaku menangani kebakaran lahan di kawasan konsesi PT HRB, Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada 27 Agustus.

Kebakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 WITA itu melanda lahan seluas kurang lebih 100 hektare. Area terdampak terdiri atas tanaman pohon akasia, semak belukar, dan rerumputan.

Penanganan bermula dari laporan masyarakat melalui Call Center 110 Polri. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti personel Polsek Jorong dengan melakukan pemeriksaan langsung atau ground check terhadap titik panas yang terpantau melalui aplikasi Bekantan, GAC Bareskrim Polri, dan Lancang Kuning.

Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama Damkar PT HRB dan Tim Relawan PT HRB langsung melakukan upaya pemadaman serta pembasahan pada sejumlah titik guna mencegah api meluas.

Proses penanganan menghadapi sejumlah kendala. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman warga dan hanya dapat dijangkau melalui jalan dengan kondisi rusak. Keterbatasan peralatan serta jumlah personel juga menyebabkan pemadaman belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani, S.H., M.H., mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

Pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui asal api serta mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan pembakaran. Kami akan mendalami seluruh temuan yang diperoleh di lokasi,” ujar Rahmad.

Polisi mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera menghubungi Call Center 110 apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan.

#polrestanahlaut #cegahkarhutla #polripresisi #callcenter110  

Rabu, 26 Agustus 2026

 


Upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dimaksimalkan. Sebanyak 350 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta bantuan dari sejumlah perusahaan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang melanda area seluas kurang lebih 900 hektar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menjelaskan bahwa penanganan di kawasan Pengayuan yang mencakup area sekitar 900 hektar melibatkan sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak swasta dan relawan yang dibagi dalam tiga shift operasional.

"Kendala utama kita di sini memang ketersediaan air. Hari ini alhamdulillah sudah ditemukan satu titik sumber air dengan debit cukup besar," kata Kapolda Kalsel didampingi Wamenko Pangan RI, Gubernur Kalsel, serta Danrem 101/Antasari, Rabu (26/8/2026).

Selain itu, strategi penanganan dilakukan dengan memanfaatkan kolam bioflok portable yang dapat dipindah-pindahkan mendekati titik api. Saat ini, sebanyak 6 dari target 10 kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter per kolam telah siap digunakan. Ke depannya, jumlah kolam penampungan air ini direncanakan akan ditambah hingga 144 unit sesuai arahan koordinasi.

Lebih lanjut disampaikan Kapolda Kalsel bahwa selain penanganan jangka pendek dengan sistem pemadaman estafet, langkah pencegahan jangka panjang juga disiapkan. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah melibatkan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk mengedukasi masyarakat dan pemilik lahan agar membuat biopori. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelembapan tanah bawah permukaan sehingga mencegah kebakaran berulang saat musim kemarau.

Guna mendukung operasional personel dan relawan selama pemadaman, dua dapur lapangan beserta fasilitas pengolahan air minum (water treatment) juga telah didirikan di wilayah Pengayuan dan Guntung Damar.

Statistik Pembaca