Kamis, 10 September 2026

 


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menerima silaturahmi Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tanah Laut (PP HPPMTL) dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanah Laut, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Lounge Parama Satwika Polres Tanah Laut sebagai upaya mempererat komunikasi, koordinasi, serta sinergi antara kepolisian dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Kabupaten Tanah Laut.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasat Intelkam Polres Tanah Laut Iptu H. Mukim Permana, S.Sos., Ketua Umum PP HPPMTL Hariyanoor, Ketua PC PMII Tanah Laut Risqiatun Hasanah, serta para pengurus PP HPPMTL dan PC PMII Tanah Laut.

Dalam kesempatan tersebut, PP HPPMTL Hariyanoor, menyampaikan bahwa silaturahmi dilaksanakan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Polres Tanah Laut, khususnya dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. HPPMTL juga menyampaikan komitmennya untuk terus aktif dalam kegiatan sosial serta siap berkolaborasi dengan Polres Tanah Laut.

Sementara itu, PC PMII Tanah Laut menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama HPPMTL aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Selain itu, PC PMII Tanah Laut juga tengah mempersiapkan kegiatan pengkaderan bagi anggota baru sebagai bagian dari pengembangan organisasi dan pembinaan generasi muda.

Salah satu bentuk kepedulian sosial yang telah dilakukan adalah kegiatan pembagian masker kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap di wilayah Kecamatan Bati-Bati.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PP HPPMTL dan PC PMII Tanah Laut atas kepedulian serta kontribusi positif yang telah diberikan kepada masyarakat.

Kapolres juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan bakti sosial Polres Tanah Laut yang nantinya diharapkan dapat dikolaborasikan bersama PP HPPMTL dan PC PMII Tanah Laut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Selain itu, Kapolres mengajak HPPMTL dan PMII untuk bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk kebiasaan sebagian masyarakat melakukan pembakaran lahan yang dapat berpotensi menimbulkan Karhutla dan kabut asap.

Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan membangun koordinasi yang baik. Setiap permasalahan maupun isu yang berkembang di masyarakat diharapkan dapat dikomunikasikan dan dikedepankan tabayun antara Polres Tanah Laut dengan PP HPPMTL maupun PC PMII Tanah Laut.

“Kolaborasi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas. Mari kita bersama-sama mencari solusi terhadap setiap persoalan yang ada di masyarakat dan mengedepankan tabayun agar setiap informasi dapat diklarifikasi dengan baik,” ujar Kapolres Tanah Laut.

Tanah Laut – Lahan yang lama tidak dikelola kembali dipetakan untuk melihat peluang pemanfaatannya. Kabag SDM Polres Tanah Laut AKP Arif Sujarwo, didampingi Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor, melakukan pengecekan lahan milik PT Sinar Nusantara Industries (SNI) seluas sekitar 2 hektare. Jumat (11/9).

Lahan tersebut merupakan area yang sudah cukup lama tidak digunakan. Sebelumnya, lahan pernah dimanfaatkan dan ditanami oleh warga, namun tidak lagi dikelola dalam waktu yang cukup lama sehingga kini ditumbuhi tanaman serta rumput liar.

Selain kondisi lahan, ketersediaan air menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan. Di sekitar lokasi tidak ditemukan sumber air berupa aliran sungai maupun cadangan air seperti embung. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah pengelolaan lahan selanjutnya.

Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari upaya melihat potensi lahan tidur yang dapat dioptimalkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Kondisi fisik lahan dan dukungan sumber air perlu dipastikan terlebih dahulu agar pemanfaatannya dapat berjalan secara efektif.

Melalui pemetaan awal tersebut, Polres Tanah Laut berupaya memastikan setiap lahan yang berpotensi dimanfaatkan dapat dikelola sesuai kondisi dan dukungan sarana yang tersedia. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Hasil pengelolaan lahan binaan Polri kembali terlihat di sektor pertanian. Personel Polsek Takisung Polres Tanah Laut melakukan monitoring panen jagung di lahan milik Subari, anggota Poktan Sinar Muda, di Desa Gunung Makmur RT 15, Kecamatan Takisung. Jumat (11/9).

Dari lahan seluas sekitar 1,5 hektare, panen menghasilkan sekitar 4 ton jagung. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan lahan pertanian dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Monitoring dilakukan untuk memastikan proses panen berjalan dengan baik sekaligus melihat secara langsung hasil dari pengelolaan lahan yang menjadi bagian dari pembinaan Polri kepada masyarakat.

Kapolsek Takisung AKP Duki mengatakan hasil panen tersebut menunjukkan potensi lahan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketersediaan pangan.

“Panen sekitar 4 ton dari lahan 1,5 hektare merupakan hasil yang cukup baik. Kami terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pertanian sehingga dapat memberikan manfaat dan mendukung ketahanan pangan,” ujar AKP Duki.

Polsek Takisung akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap kegiatan pertanian masyarakat sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 


Tanah Laut – Dalam upaya mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), personel Polsek Kurau, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Ground Check Hotspot di wilayah hukum Polsek Kurau, Kamis (10/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan setelah terpantau adanya titik hotspot yang berada di wilayah Desa Bumi Harapan, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Personel Polsek Kurau mendatangi lokasi yang terindikasi sebagai titik kebakaran lahan pada sekitar pukul 20.30 WITA untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi di lapangan.

Ground check ini merupakan bagian dari langkah cepat kepolisian dalam memastikan keberadaan titik panas yang terdeteksi serta mengetahui kondisi lahan secara langsung. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk kesiapsiagaan Polsek Kurau dalam mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran lahan yang dapat membahayakan masyarakat dan lingkungan.

Selain melakukan pengecekan, personel juga melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi serta mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif dan respons cepat dalam penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Polres Tanah Laut melalui jajaran Polsek terus mengintensifkan pemantauan terhadap titik-titik yang terindikasi hotspot, khususnya pada musim kemarau, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla.

Rabu, 09 September 2026

Tanah Laut – Ketersediaan air menjadi perhatian dalam pengembangan lahan pertanian milik Polres Tanah Laut. Kabag SDM Polres Tanah Laut AKP Arif Sujarwo, didampingi Kaposko Ketahanan Pangan Iptu Totok Sudarto, mengecek lahan di Jalan Usaha Tani RT 3, Desa Panggung Baru, sekaligus mencari titik mata air untuk rencana pembangunan sumur bor. Kamis (10/9).

Pengecekan dilakukan karena di sekitar lahan tidak terdapat aliran sungai maupun embung sebagai cadangan air. Pencarian menggunakan alat Jekro 175 menemukan dua titik mata air pada kedalaman sekitar 37 hingga 40 meter.

Dari titik yang ditemukan, diperoleh sumber air yang dinilai cukup baik dengan debit diperkirakan mencapai 2.000 liter per jam. Temuan tersebut menjadi dasar untuk menindaklanjuti rencana pembangunan sumur bor sebagai sumber air bagi kebutuhan lahan.

Namun, masih terdapat kendala teknis berupa jarak sumber listrik menuju titik inti sumur bor yang mencapai sekitar 500 meter dari tiang listrik. Kondisi tersebut menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam tahap persiapan berikutnya.

Pengecekan ini merupakan langkah awal untuk memastikan ketersediaan sumber air sebelum pengelolaan lahan dilakukan secara optimal, sekaligus mendukung program ketahanan pangan Polres Tanah Laut.  

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Tanah Laut – Harga jagung tidak semata ditentukan dari jumlah hasil panen. Kondisi kadar air juga menjadi bagian dari penilaian yang perlu diketahui petani. Hal itu disampaikan personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut saat memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin. Kamis (10/9).

Dalam kegiatan tersebut, petani diperkenalkan pada tabel yang memuat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Pengetahuan ini membantu petani memahami hubungan antara kondisi jagung dan nilai jualnya, sekaligus menjadi referensi ketika hasil panen dipasarkan.

Manfaat Tabel Rafaksi tidak hanya untuk mengetahui harga. Petani dapat menggunakannya sebagai acuan untuk memperkirakan nilai hasil panen dan memahami dasar harga yang diterima saat transaksi. Informasi tersebut diharapkan menciptakan proses jual beli yang lebih terbuka karena petani mengetahui patokan harga berdasarkan kadar air.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menjual hasil panennya.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga mengetahui indeks harga berdasarkan kadar air, sehingga lebih memahami dasar penentuan nilai jagung saat transaksi,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari berharap pemahaman tersebut dapat memperkuat posisi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 


Tanah Laut – Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan melalui jajaran Polsek Kurau bergerak cepat melakukan pengecekan dan penanganan titik kebakaran lahan yang terdeteksi berdasarkan informasi hotspot di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan ground check terhadap titik hotspot yang terdeteksi melalui informasi HOTSPOT. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Kurau segera mendatangi lokasi yang terindikasi terdapat titik api.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dan menemukan titik kebakaran berada di area belakang permukiman warga. Untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, personel piket Polsek Kurau bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kurau dan Bumi Makmur langsung melakukan upaya pemadaman.

Berkat respons cepat dan sinergi petugas di lapangan, api berhasil dipadamkan sehingga situasi di sekitar lokasi kembali kondusif. Setelah proses pemadaman, personel Polsek Kurau juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Kegiatan penanganan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polres Tanah Laut dalam menindaklanjuti setiap informasi titik hotspot di wilayah hukumnya, sekaligus sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengapresiasi respons cepat personel Polsek Kurau bersama petugas Damkar Kurau dan Bumi Makmur dalam menangani kebakaran lahan di Desa Padang Luas.

“Setiap informasi mengenai titik hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Respons cepat sangat penting untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah api meluas, terlebih lokasi kebakaran berada di belakang permukiman warga,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran maupun masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik hotspot dan mengoptimalkan patroli serta ground check di wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

 “Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani secepat mungkin. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.

Selasa, 08 September 2026

Tanah Laut – Mengetahui harga jual hasil panen menjadi hal penting bagi petani. Untuk itu, personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut menyosialisasikan Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin. Rabu (9/9),

Tabel Rafaksi memberikan gambaran mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Melalui sosialisasi ini, petani tidak hanya mengetahui harga jual, tetapi juga memahami mengapa nilai jagung dapat berbeda sesuai kondisi kadar airnya.

Pemahaman tersebut bermanfaat sebagai pegangan bagi petani untuk menilai hasil panen, memperkirakan nilai jual, serta memiliki informasi yang lebih jelas ketika melakukan transaksi. Dengan demikian, petani dapat mengetahui dasar harga dan tidak sekadar menerima angka yang ditawarkan.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nilai hasil panennya.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga dapat mengetahui indeks harga berdasarkan kadar air, sehingga lebih memahami dasar penentuan harga saat menjual hasil panen,” ujar Ipda Karia Jaya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Polsek Pelaihari mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong keterbukaan informasi bagi masyarakat di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca