Rabu, 11 Maret 2026

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, pada Selasa (10/3/2026). Rapat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan Gubernur, Danrem, Danlanal, Danlanud, serta instansi terkait lainnya.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa fokus utama pertemuan ini adalah persiapan Operasi Ketupat 2026 untuk melayani arus mudik masyarakat.

Sejumlah tantangan menjadi perhatian serius, mulai dari situasi kamtibmas global dan nasional, perkembangan di wilayah Kalimantan Selatan, hingga faktor cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi.

Untuk memastikan keamanan selama masa lebaran, Polda Kalsel mengerahkan 2.189 personel gabungan yang terdiri dari 1.166 personel POLRI, 247 personel TNI, 1.023 personel dari Instansi Terkait (Pemda/Stakeholder) yang akan berjaga di lapangan.

Selain pengerahan pasukan, kepolisian juga menyediakan berbagai fasilitas pengamanan di titik-titik strategis, yang terdiri dari 3 pos terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan untuk memantau sekitar 3.740 titik pengamanan di seluruh wilayah.

Selain aspek keamanan jalan raya dan kriminalitas, Kapolda juga menegaskan bahwa Satgas Pangan Polda Kalsel terus memonitor harga Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian.

"Kami menjaga jangan sampai ada kenaikan harga yang cukup tinggi dan memonitor agar tidak ada penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas," ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar lebih berhati-hati dan waspada, demi terwujudnya perayaan Idul Fitri yang aman, lancar, dan tertib.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel Dr. H. Supian HK, S.H., M.H., menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama Kapolda Kalsel untuk membahas strategi pengamanan wilayah. "Ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi masyarakat juga harus ikut serta dalam menjaga keamanan, terutama dalam menjaga ketertiban arus mudik dan balik agar selamat sampai tujuan," ujarnya.

Selain aspek keamanan, DPRD juga memberikan perhatian serius pada kesiapan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan-jalan yang berlubang di sekitar lokasi pelaksanaan Haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan). Anggaran untuk perbaikan ini telah disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pihak DPRD menekankan pentingnya perbaikan jalan agar pengguna jalan dapat melintas dengan tertib dan aman.

Tak hanya soal jalan, pembersihan lingkungan juga menjadi prioritas. Dinas PU diminta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk merapikan pohon-pohon di pinggir jalan yang rawan tumbang. "Pohon yang mengganggu ketertiban umum harus segera dibersihkan agar tidak membahayakan masyarakat," tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara DPRD, kepolisian, dan dinas terkait, diharapkan perayaan Idulfitri dan acara Haul dapat berjalan dengan khidmat tanpa gangguan infrastruktur maupun keamanan.

Sedangkan Sekda Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd. menyampaikan bahwa saat ini kondisi harga bahan kebutuhan pokok di pasaran terpantau dalam keadaan stabil. Kepastian ini diberikan guna meredam kekhawatiran masyarakat terkait fluktuasi harga pangan di wilayah tersebut.

Meski harga saat ini masih terkendali, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah intervensi lebih lanjut. Dalam keterangannya, pihak terkait menyatakan rencana untuk menyelenggarakan program Pasar Murah guna memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Yang jelas, sesuai tadi yang disampaikan bahwa sementara ini harga bahan pokok itu stabil, dan kalau memang dibutuhkan juga akan dilakukan pasar murah," ujar Sekda Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi potensi lonjakan harga di waktu mendatang.



Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Intan 2026” dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Rabu (11/3).

Rakor ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Tanah Laut, instansi terkait, Wakapolres Tanah Laut Kompol Thomas Afrian, S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut, serta para Kapolsek jajaran Polres Tanah Laut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., memaparkan rencana pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026 yang merupakan operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres menjelaskan bahwa tujuan utama pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H adalah untuk menjamin keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah maupun merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.

Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama pelaksanaan operasi, serta menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, dan fatalitas korban kecelakaan.

Kapolres Tanah Laut menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Intan tahun ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas semata, tetapi juga mencakup pengamanan di berbagai sektor yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

“Dalam operasi tahun ini bukan sekadar pengaturan lalu lintas saja, tetapi juga memastikan keamanan di tempat ibadah, fasilitas publik, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan merayakan Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolres.

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026 di wilayah Kabupaten Tanah Laut dapat berjalan optimal dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif selama momentum Idul Fitri.



Tanah Laut – Laga puncak Forkopimda Ramadhan Soccer Festival 2026 berlangsung seru dan penuh semangat di Lapangan Mini Soccer Hasan Basri, Pelaihari, Rabu (11/3/2026) dini hari. Dalam pertandingan final yang mempertemukan tim Polres Tanah Laut dengan tim Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Polres Tanah Laut harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah tipis dengan skor 2–1.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga peluit akhir dibunyikan. Kedua tim menampilkan permainan terbaiknya, saling menyerang dan menunjukkan kerja sama tim yang solid. Namun, tim Pemkab Tanah Laut berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan dan mengukuhkan diri sebagai Juara I dalam turnamen tersebut.

Dengan hasil tersebut, Polres Tanah Laut berhasil meraih posisi Juara II, sementara Kodim 1009/Tanah Laut menempati posisi Juara III, dan Kejaksaan Negeri Tanah Laut meraih Juara IV.

Selain perebutan gelar juara, panitia juga memberikan penghargaan individu kepada para pemain yang menunjukkan performa terbaik selama turnamen. Yosi Irawan dari tim Pemkab Tanah Laut dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, sedangkan Iptu M. Firmansyah Baso, S.Tr.K., M.H., Kasatres Narkoba Polres Tanah Laut, berhasil meraih gelar Top Skor dengan torehan 3 gol sepanjang kompetisi.

Forkopimda Ramadhan Soccer Festival 2026 ini diikuti oleh tim dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tanah Laut, yang bertujuan untuk mempererat sinergitas, kebersamaan, serta memperkuat soliditas antar instansi di wilayah Kabupaten Tanah Laut, khususnya dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.  menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Forkopimda Ramadhan Soccer Festival 2026 yang berlangsung dengan lancar, penuh sportivitas, serta mampu mempererat kebersamaan antar unsur Forkopimda di Kabupaten Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut menyatakan bahwa kegiatan olahraga bersama seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkuat sinergitas, komunikasi, dan soliditas antar instansi dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Melalui kegiatan Forkopimda Ramadhan Soccer Festival ini, kita tidak hanya berkompetisi dalam olahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar Forkopimda Kabupaten Tanah Laut. Kami mengucapkan selamat kepada tim Pemkab Tanah Laut yang berhasil meraih juara pertama. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk menjaga kekompakan serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Tanah Laut,” ujar Kapolres Tanah Laut.

Tanah Laut – Personel Polsek Jorong melaksanakan pemantauan proses penanaman jagung di lahan binaan yang berada di area PT Inhutani, Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Lahan seluas kurang lebih 5 hektar tersebut digarap oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Jorong memastikan proses penanaman jagung berjalan dengan baik, mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman bibit jagung oleh para petani. Kehadiran polisi di tengah kegiatan pertanian ini juga sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat serta memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Tanah Laut.

“Polsek Jorong akan terus melakukan pendampingan serta pemantauan terhadap lahan-lahan pertanian jagung milik masyarakat maupun kelompok tani. Harapannya, hasil panen nanti bisa maksimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Kapolsek Jorong.

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K menegaskan bahwa jajaran Polres Tanah Laut mendukung penuh program yang dicanangkan Kapolda Kalimantan Selatan dalam menjadikan Kabupaten Tanah Laut sebagai salah satu sentra produksi jagung di daerah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pencanangan Kapolda Kalsel agar Kabupaten Tanah Laut menjadi kabupaten sentra jagung dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional. Kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan, serta kelompok tani dapat terus terjalin dengan baik,” ungkap Kapolres Tanah Laut.

Dengan adanya pendampingan dan pemantauan dari pihak kepolisian, diharapkan proses budidaya jagung di wilayah Kecamatan Jorong dapat berjalan optimal serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan dan swasembada jagung di Kabupaten Tanah Laut.

Statistik Pembaca