Kamis, 23 Januari 2025

 

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., bersama rombongan melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (23/1).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres juga menyerahkan bantuan sembako untuk dapur umum kepada pihak Kecamatan Kurau. Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kurau.

Kapolres Tanah Laut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Tanah Laut untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat,” ujar AKBP Muhammad Junaeddy Johnny.

Rombongan Kapolres juga berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kondisi mereka dan memberikan semangat agar tetap tabah menghadapi musibah ini. Selain itu, pihaknya memastikan koordinasi antara Polres Tanah Laut dengan pemerintah daerah dan kecamatan berjalan baik dalam upaya penanganan banjir.

Kegiatan peninjauan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi langkah-langkah mitigasi bencana dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menangani dampak bencana banjir di wilayah tersebut.

Dalam rangka memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak terdampak banjir, Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., beserta Pejabat Utama dan Polwan Polres Tanah Laut menggelar kegiatan trauma healing di Jalan Kubah Hijau, Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (23/1).

Kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang terkena dampak bencana agar dapat kembali ceria dan pulih dari pengalaman traumatis akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Berbagai kegiatan interaktif seperti permainan edukatif, bernyanyi, menggambar, hingga pembagian hadiah dilakukan untuk menghibur dan membangkitkan semangat anak-anak.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental anak-anak pascabencana sangat penting.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak hanya mendapatkan bantuan materiil, tetapi juga perhatian psikologis agar mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman setelah melewati situasi sulit ini,” ujar Kapolres.

Para Polwan Polres Tanah Laut turut berperan aktif dalam kegiatan ini dengan mendampingi anak-anak, memberikan motivasi, serta menciptakan suasana yang menyenangkan. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Polres Tanah Laut akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan, terutama pada situasi darurat seperti bencana alam.

Dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir, Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H.,  bersama jajarannya melaksanakan kegiatan sosial berupa pemberian bantuan sembako di dapur umum korban banjir. Kegiatan ini berlangsung di rumah Bapak Rizal, Jalan Pesantren Ubudiyah, Desa Padang RT. 7, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H.,  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami musibah. 

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, terutama kebutuhan pokok. Ini juga merupakan bentuk sinergi kami dengan masyarakat untuk saling bahu-membahu menghadapi situasi darurat,” punglas Kapolres.

Dapur umum yang berlokasi di rumah Bapak Rizal ini menjadi tempat penyaluran bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak banjir. Selain sembako, masyarakat juga mendapatkan dukungan moril dari personel kepolisian yang turut membantu operasional dapur umum.

Kapolres Tanah Laut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Rabu, 22 Januari 2025


Polsek Kurau, Polres Tanah Laut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di Desa Handil Negara, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, hari ini kamis (23/1).

Dua warga yang mengalami kondisi sakit dan dievakuasi oleh tim gabungan ke Puskesmas Padang Luas, Kecamatan Kurau, untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kurau Iptu Bambang Hariansyah, S.H., menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan sebagai upaya untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga yang terdampak. 

"Kami bersama BPBD bergerak cepat begitu menerima laporan. Tim kami memprioritaskan keselamatan warga, terutama mereka yang sakit atau membutuhkan bantuan medis segera," ujarnya.

Selain melakukan evakuasi, tim juga memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga lain yang memerlukan bantuan serupa.

“Saat ini, kedua warga yang telah dievakuasi tengah mendapatkan perawatan di Puskesmas Padang Luas. Petugas medis memastikan kondisi mereka dipantau secara berkala hingga dinyatakan pulih” Tambah Kapolsek.

Polsek Kurau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera melaporkan jika membutuhkan bantuan darurat. Kerja sama dan kesigapan semua pihak sangat diperlukan untuk menghadapi bencana ini.

 


Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., bersama para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Tanah Laut melayat ke rumah duka almarhum Aiptu Tukijan, salah satu anggota Polres Tanah Laut yang meninggal dunia karena sakit.

Kegiatan melayat ini dilaksanakan di rumah duka yang berlokasi di Komplek Citra Indah Permai (CIP), Jl. Keminting, Kelurahan Atu-atu No. 24, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (23/1).

Kehadiran Kapolres bersama rombongan bertujuan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dan mendampingi keluarga yang ditinggalkan dalam suasana duka.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Kapolres juga memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas di Polres Tanah Laut.

“Kami atas nama keluarga besar Polres Tanah Laut mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Aiptu Tukijan. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Kapolres.

Doa bersama juga dipanjatkan oleh seluruh personel yang hadir, memohon agar almarhum diterima di sisi-Nya dan segala amal ibadahnya dilipatgandakan.

Kepergian Aiptu Tukijan merupakan Kanit Paminal Si Propam Polres Tanah Laut, menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Polres Tanah Laut. Solidaritas dan kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh personel dalam momen ini mencerminkan nilai kekeluargaan yang kuat di lingkungan Polres Tanah Laut.

Selasa, 21 Januari 2025

Tanah Laut – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Tanah Laut telah menetapkan tersangka dalam kasus pengelolaan keuangan desa yang bersumber dari Dana Desa tahun 2017 dan 2018. Tersangka yang dimaksud adalah IM, yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati.(22/01).

Kasus ini mencuat setelah temuan kerugian negara/daerah dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pada tahun anggaran 2017 dan 2018. Berdasarkan hasil audit investigasi yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Tanah Laut, ditemukan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana desa yang menyebabkan kerugian negara/daerah yang cukup signifikan mencapai 200 juta rupiah.

Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Desa Tersangka IM, selaku Sekretaris Desa Sambangan, diduga kuat bertanggung jawab atas pengelolaan dana desa yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam laporan hasil audit tersebut, terdapat sejumlah temuan yang merugikan negara, di antaranya adalah tersangka melaksanakan semua pengelolaan dana desa sendiri dan diketahui oleh kepala desa, serta tidak lengkapnya bukti pendukung dalam penggunaan anggaran dalam APBDes.

Menurut pihak kepolisian, dalam melaksanakan tugasnya, IM diduga tidak melakukan verifikasi yang benar terhadap dokumen-dokumen pengeluaran dan penerimaan dana desa. Hal ini bertentangan dengan regulasi yang mengharuskan setiap penggunaan dana desa harus didukung dengan bukti yang sah dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sesuai Peraturan Mendagri Nomor 113 Pasal 24 Ayat 3, dimana sekdes selaku koordinator pelaksana tehnis pengelolaan keuangan desa wajib melaksanakan verifikasi bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran APBDesa. 

Proses Hukum Berlanjut Setelah menetapkan IM sebagai tersangka, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Tanah Laut akan melanjutkan penyidikan untuk mengungkap lebih lanjut peran tersangka dalam penyimpangan tersebut. Pihak kepolisian juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain yang terkait dengan kasus ini.

Kapolres Tanah Laut, AKBP M. Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius pihaknya. "Kami akan memastikan proses hukum berjalan dengan transparan dan profesional, serta berupaya untuk menuntaskan kasus ini agar tidak ada lagi penyalahgunaan dana desa di masa mendatang," ujarnya.

"untuk saat ini tersangka sudah kita amankan di rutan Polres Tanah laut untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka akan kita jerat pasal 2 dan atau pasal 3 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana 20 Tahun dan denda maksimal 1 milyar rupiah" tutur Kapolres.

Dengan penetapan tersangka ini, diharapkan akan ada efek jera bagi oknum yang berani menyalahgunakan dana desa yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah dan masyarakat pun diharapkan lebih hati-hati dalam pengelolaan anggaran di tingkat desa untuk mencegah terjadinya hal serupa.

 


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar kegiatan penanaman jagung dilahan seluas 120 hektare yang berlokasi di Jalan Gubernur Syarkawi, Sei Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (21/1/2025).

Penanaman jagung 1 juta hektare yang juga digelar serentak seluruh Polda se Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melalui zoom meeting.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangan persnya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa potensi Kalimantan Selatan kebutuhan jagung dalam satu tahun hanya 300 ribu ton namun yang terpenuhi hanya 30 persen. "Untuk itu masih banyak lagi kebutuhan jagung yang belum terpenuhi dan bisa diserap," terangnya.

Beliau menerangkan, Kalimantan Selatan saat ini masih mencari kesiapan lahan kemudian diverifikasi baru setelah itu pihaknya dapat menghitung target yang ingin dicapai.

Meski begitu, lanjut Kapolda Kalsel, pihaknya mendapatkan target sebanyak 99.000 hektare (Ha).

Selain Kabupaten Banjar, seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan melaksanakan penanaman jagung.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan bantuan berupa 9 unit Excavator, 2 unit Traktor, dan 10 unit Mesin etek-etek yang diserahkan oleh Kapolda Kalsel, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Dan SDM, Ka BNNP Kalsel kepada perwakilan Kelompok Tani.

Dengan penanaman jagung ini, Kapolda berharap terlaksananya program Asta Cita Presiden RI, terpenuhinya kebutuhan pakan ternak di Kalimantan Selatan, dan ingin memotivasi para generasi muda untuk bisa menjadi petani milenial terlebih pertanian menjadi salah satu potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penanaman jagung serentak 1 juta hektare ini tidak hanya dihadiri Kapolda Kalsel namun juga dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Dan SDM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsuddinoor, Ka BNNP Kalsel, Kabag Ops Binda Kalsel, Koordinator Kejati Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Rektor ULM Banjarmasin, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Wilayah Kalsel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalsel, Guru Adam, Bapak Waluyo, dan AKBP (Purn) Suyitno Ardi.

 


Subang.Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Kapolri bersama Menteri Pertanian melaksanakan kunjungan kerja sekaligus meluncurkan kegiatan penanaman jagung serentak  1 juta hektare. Acara ini berlangsung di Desa Karang Mukti, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Irwasum Polri, Kadiv Humas Polri, Kadiv TIK Polri beserta jajaran, Sekjen dan Irjen Kementerian Pertanian, Kapolda Jawa Barat, Pj Gubernur Jawa Barat, Bupati Subang, Bupati Purwakarta, kepala dinas terkait beserta forkopimda daerah Jawa Barat.

Acara ini dimulai dengan paparan oleh Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Komjen Pol Prof. Dr. Dedy Prasetyo, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai target swasembada jagung. Dilanjutkan dengan dialog interaktif yang melibatkan Kapolri, Menteri Pertanian, dan para Kapolda di berbagai wilayah untuk memantau kesiapan masing-masing daerah.

Puncak acara ditandai dengan peresmian program penanaman jagung 1 juta hektare oleh Menteri Pertanian, Kapolri, Itwasum Polri, Pj Gubernur Jawa Barat, dan perwakilan kementerian lainnya. Kegiatan ini juga diramaikan dengan penyerahan bantuan kepada petani berupa 6 unit hand traktor, 5 alat penanaman jagung, serta 200 paket sembako.

Pada lahan seluas 13 hektare, bibit jagung unggulan jenis hybrida (Asia Gold) mulai ditanam secara simbolis. Inisiatif ini diharapkan mampu menghasilkan panen berkualitas tinggi dan menjadi langkah konkret dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia atas dukungannya dalam program swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah krisis pangan global, dengan fokus pada produksi jagung, pangan bergizi, biofuel, dan hilirisasi.

“Target 1 juta hektare ini menjadi langkah signifikan menuju swasembada. Dengan produktivitas minimal 7 ton per hektare, Indonesia dapat menghasilkan tambahan 5 juta ton jagung untuk mencukupi kebutuhan domestik dan ekspor. Kreativitas Polri dalam mengembangkan benih unggul juga akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Menteri Pertanian.

Kapolri Jenderal Polisi Drs.Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dalam sambutannya menegaskan komitmen Polri dalam menjalankan arahan Presiden untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Ia memaparkan bahwa target 1 juta hektare lahan jagung diharapkan tercapai tahun ini dengan produktivitas yang maksimal.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras jajaran Polri dan masyarakat. Inovasi yang lahir di Jawa Timur, dengan benih unggul yang mampu menghasilkan hingga 20 ton per hektare, menjadi langkah nyata dalam mendukung swasembada,” ungkap Kapolri.

Statistik Pembaca