Kamis, 20 Maret 2025

 


Tanah Laut – Dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan barang pokok menjelang Idul Fitri 1446 H/2025, Polres Tanah Laut, Polda Kalsel, menggelar kegiatan Bazar Ramadhan Polri Presisi 2025 yang bertempat di Joglo Pesat Gatra Mapolres Tanah Laut, pada Jumat (21/3).

Kegiatan Bazar Ramadhan ini merupakan program dari Kapolri yang bertujuan untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi Anggota Polri, ASN, serta Pekerja Harian Lepas (PHL) di lingkungan Polres Tanah Laut. 

Dengan adanya bazar ini, diharapkan seluruh personel Polres Tanah Laut dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga dapat meringankan beban ekonomi menjelang hari raya.

Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan anggota serta pekerja di lingkungan Polres Tanah Laut. 

“Kami berusaha menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga semurah mungkin agar dapat membantu anggota, ASN Polri, serta PHL dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Bazar ini menghadirkan berbagai macam bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung, telur, dan kebutuhan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di pasaran. Antusiasme dari para anggota dan pekerja sangat tinggi dalam menyambut kegiatan ini, mengingat pentingnya ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih ekonomis menjelang lebaran.

Dengan adanya Bazar Ramadhan Polri Presisi 2025 ini, Polres Tanah Laut berharap dapat memberikan manfaat bagi anggota dan pekerja di lingkungan kepolisian, serta terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi kesejahteraan personel Polri dan masyarakat secara luas.

Rabu, 19 Maret 2025


Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Intan 2025 guna memastikan kesiapan pengamanan Idul Fitri 1446 H. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., dan bertempat di Joglo Wicaksana Laghawa Polres Tanah Laut, Kamis (20/3).

Dalam rapat tersebut, Kapolres Tanah Laut menyampaikan paparan terkait strategi pengamanan, kesiapan personel, serta koordinasi antarinstansi guna memastikan kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri di wilayah Tanah Laut. 

Setelah paparan Kapolres, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, yang menegaskan pentingnya sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

Rapat koordinasi ini menjadi forum penting dalam menyatukan persepsi serta langkah strategis dalam pengamanan mudik dan Idul Fitri. Diskusi antara peserta rapat juga membahas langkah-langkah teknis di lapangan, termasuk pengaturan lalu lintas, kesiapan pos pengamanan dan pelayanan, serta antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Forkopimda Tanah Laut, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, serta para Kapolsek jajaran Polres Tanah Laut. Dengan adanya koordinasi yang baik antarinstansi, diharapkan pengamanan Idul Fitri 1446 H di wilayah Tanah Laut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


Tanah Laut – Polres Tanah Laut melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2025 di Lapangan Apel Polres Tanah Laut, Kamis (20/3). Bertindak sebagai Inspektur Apel, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, didampingi oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto membacakan amanat Kapolri yang menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen dalam memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras), serta memperkuat sinergitas dengan stakeholder terkait. Hal ini bertujuan agar Operasi Ketupat 2025 dalam rangka pengamanan mudik serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Sebagai bentuk nyata pengamanan, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait menggelar Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2025” yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”. Operasi ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025 untuk delapan Polda prioritas, serta pada 26 Maret hingga 8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.

Dalam operasi ini, sebanyak 164.298 personel gabungan akan diterjunkan dan ditempatkan di 2.835 pos, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, serta 309 pos terpadu. Pos-pos ini akan berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, sekaligus sebagai titik pengamanan terhadap 126.736 objek penting. Objek tersebut meliputi masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara.

Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh Forkopimda Tanah Laut, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, para Kapolsek jajaran Polres Tanah Laut, seluruh perwira dan bintara Polres Tanah Laut, personel Kodim 1009/Tanah Laut, Dishub Tanah Laut, Satpol PP Tanah Laut, serta Senkom Tanah Laut.

Dengan adanya Operasi Ketupat 2025 ini, diharapkan masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik dapat merasa aman dan nyaman, serta perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dalam situasi yang kondusif dan terkendali.

Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meninjau pabrik sepatu di kawasan Brebes, Jawa Tengah. Jenderal Sigit didampingi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. 

Jenderal Sigit mengapresiasi PT Tah Sung Hung yang memberi optimisme untuk investasi di Indonesia. Diharapkan, perusahaan yang ada di kawasan ini pun bisa berkontribusi menurunkan angka pengangguran.

"Kita tahu di berbagai isu PHK, tadi kami berkomunikasi langsung dan sempat masuk ke dalam mengecek, justru di PT Tah Sung Hung yang merupakan industri yang padat karya bergerak di bidang pembuatan sepatu ini justru memiliki progres yang menimbulkan optimisme untuk investasi di Indonesia," ujar Jenderal Sigit, Rabu (19/3/25).

Diketahui, PT Tah Sung Hung memiliki 8 ribu karyawan yang direkrut sejak 2020. Jenderal Sigit menyebut, perusahaan menyatakan akan melakukan pengembangan tujuh gedung dan sentra develop.

"Sehingga total dengan seluruh divisi-divisi industri yang ada ini akan berkembang menjadi 50 ribu karyawan yang bisa direkrut dan tadi juga dijelaskan bahwa progresnya di tahun 2024 ini 30 persen dari dalam negeri di luar negeri masih 70 persen," jelasnya.

Ditambahkannya, sampai di tahun 2029 akan dibalik 70 persen industri yang terafiliasi dengan PT Tah Sung Hung di Indonesia. Selain itu, 30 persen ada di luar negeri.

“Ini kabar gembira, saya beri apresiasi," ungkap Kapolri.

Jenderal Sigit berharap PT Tah Sung Hung bisa memberi kesempatan kerja bagi warga yang terdampak PHK. Kapolri mengatakan, PT Tah Sung Hung menyiapkan pendidikan khusus untuk melatih keterampilan bagi warga yang ingin bekerja.

"Harapan kita ini juga bisa menurunkan angka pengangguran. Karena ini lapangan kerja yang cukup, luar biasa banyak dan satu hal yang juga menarik banyak leaders baru yang ada di Tah Sung Hung di Brebes ini dan yang menarik juga rata-rata setelah 3 bulan menjadi pegawai tetap," ujar Jenderal Sigit.

Kapolri juga berharap perusahaan ini bisa bertumbuh dan menambah lapangan kerja.

Termasuk meningkatkan kesejahteraan buruh.

Dalam kegiatan tersebut, Dokkes Polda Jateng, Polres Brebes, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 1.000 karyawan. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan mata, gigi, tekanan darah, serta kadar gula darah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan para pekerja menjelang Lebaran, Kapolri juga secara simbolis menyerahkan paket bekal kesehatan.


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus jaringan Fredy Pratama. Pemusnahan dilakukan di lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/3/2025) pagi, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam konferensi pers yang digelar oleh Direktorat Resnarkoba itu, Kapolda Kalsel menyampaikan narkoba yang dimusnahkan kali ini adalah pengungkapan selama periode Januari hingga Maret 2025 dan merupakan pencapaian program Asta Cita Presiden RI.

Sebanyak 38.806,04 gram atau 38,8 kilogram Sabu, 1.160 butir Ekstasi, 331 gram Serbuk Ekstasi dimusnahkan Polda Kalsel dengan cara di blender dan di campur dengan larutan pembersih dilanjutkan pemusnahan dengan dibakar menggunakan insinerator yang ada di RSUD Dr. H. M. Ansari Saleh.

Selain mengamankan barang bukti narkoba, Ditresnarkoba Polda Kalsel dipimpin Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya, S.I.K., M.H. juga menangkap 36 orang tersangka dari 25 laporan polisi.

Dengan dimusnahkannya narkoba senilai Rp.40 miliar tersebut, Polda Kalsel berhasil menyelamatkan sebanyak 196.017 orang dari bahaya narkoba.

Kapolda mengatakan bahwa pihaknya selalu intens melakukan pengungkapan, penangkapan dan penindakan terhadap pelaku-pelaku pengedar dan bandar narkoba di Kalimantan Selatan.

"Narkoba saat ini telah merambah ke semua lapisan dari anak kecil sampai orang dewasa, pegawai negeri, TNI-POLRI, ditempat umum maupun tempat ibadah. Untuk itu, perlu adanya komitmen bersama memerangi dan memberantas narkoba khususnya di wilayah Kalimantan Selatan," ucap Kapolda Kalsel.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Kalsel pun menghimbau kepada masyarakat, para orangtua pada umumnya untuk dapat lebih mewaspadai dan memberikan pendidikan tentang bahaya narkoba kepada anak-anaknya. Himbauan ini pun bukan hanya untuk lingkup keluarga namun juga sampai tingkat paling tinggi (Provinsi).

"Selain gencar melakukan penindakan dan penegakkan hukum, Polda Kalsel juga melakukan sosialisasi bekerjasama dengan BINDA, BNNP, dan Pemerintah Daerah," terang Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Dalam pemusnahan barang bukti narkoba tersebut, turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalsel, Danlanud Syamsudin Noor, Kabinda Kalsel, Kepala BNNP Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Palaksa Lanal Banjarmasin, Kasi Intel Korem 101/Antasari, dan Kepala Kanwil Bea Cukai Kalsel.

Selasa, 18 Maret 2025

Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., beserta rombongan di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari program swasembada pangan yang tengah digalakkan oleh pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian RI secara simbolis melakukan pembelian gabah oleh Bulog serta pengolahan tanah dan pemanenan padi di lahan persawahan milik Kelompok Tani "Sekeluarga". Lokasi panen milik Sdr. Rusdi dengan luas sekitar 30 borong atau 0,8 hektare, sementara lokasi olah lahan merupakan milik Sdr. Ipan dan Sdr. Supiani.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Laut. Kapolres Tanah Laut bersama jajaran turut memberikan dukungan terhadap program ini demi terwujudnya kemandirian pangan di daerah.

Acara ini dihadiri Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H., Forkopimda Kalsel, dan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang turut menyaksikan dan berpartisipasi dalam kegiatan panen dan olah lahan tersebut.

 


Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten, sebuah inisiatif strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan mengatasi masalah pengangguran di wilayah hukum Polda Banten. Peresmian dilaksanakan pada Selasa (18/03).

Kapolri menyatakan, Balai Poliran merupakan tempat yang sangat bermanfaat untuk mempersiapkan tenaga kerja produktif yang siap disalurkan ke perusahaan-perusahaan mitra. 

"Balai Poliran adalah tempat yang sangat bermanfaat karena bisa mempersiapkan tenaga kerja produktif yang dapat disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang telah menandatangani kerja sama. Di sini, tenaga kerja akan diberikan pelatihan, sertifikasi, dan keterampilan yang siap pakai," ujar Kapolri, Selasa (18/3/2025). 

"Selain itu, ada juga pendidikan kewirausahaan, termasuk pelatihan pengolahan limbah menjadi produk ekspor, peternakan ikan dan ayam, serta pembuatan pupuk dan tanaman hidroponik. Saya mendapat laporan bahwa pada gelombang pertama akan dilatih 96 peserta, dan progresnya ditargetkan mencapai 3.000 peserta dalam tahun ini," lanjut Kapolri. 

Adapun tiga sektor utama yang menjadi fokus pelatihan di Balai Latihan Poliran:

1. Sektor Industri – Melatih keterampilan khusus dan soft skill bagi tenaga kerja.

2. Sektor Ketahanan Pangan – Memberikan pelatihan pertanian, peternakan, dan perikanan.

3. Sektor Lingkungan Hidup – Mendidik peserta tentang pengolahan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam acara peresmian ini, juga dilaksanakan Gerakan Penanaman Serentak 2 Juta Bibit Cabai, sebagai bagian dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

"Bahwa saya mendukung penuh kegiatan Poliran diharapkan Poliran dapat melatih masyarakat menjadi tenaga kerja yang profesional yang dibutuhkan oleh dunia industri sehingga Balai Poliran dapat menjembatani masyarakat dengan perusahaan yang ada," tutur Kapolri.

Dalam peresmian ini, Kapolri didampingi oleh PJU Mabes Polri, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hengki, serta dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen Tni Andrian Susanto, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Kajati Banten Siswanto dan Pejabat Utama Polda Banten.



Satuan Tugas (Satgas) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. dalam melakukan pengecekan harga bahan pokok penting (Bapokting) serta kemasan dan takaran minyak goreng merek Minyakita. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan stabilitas harga dan kualitas produk pangan di tengah masyarakat.

Kunjungan kerja Menteri Pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan ini dilaksanakan pada Selasa (18/3/2025) dengan mendatangi Pasar Pangan Murah yang berada di Kantor Pos Banjarbaru. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian didampingi oleh Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H., dan Kasubdit I Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Amin Rovi, S.H. Mereka meninjau langsung ketersediaan dan harga bahan pokok seperti beras, gula, telur, daging, dan minyak goreng.

Fokus utama pengecekan kali ini adalah minyak goreng merek Minyakita, yang menjadi salah satu produk pangan strategis. Tim Satgas Pangan melakukan verifikasi terhadap kemasan, takaran, dan harga yang berlaku di pasaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan, manipulasi takaran, atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang baik antara Satgas Pangan dan pihak terkait dalam menjaga stabilitas pangan. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin. Pengecekan ini juga bertujuan untuk mencegah adanya pihak yang mengambil keuntungan di atas penderitaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Kalsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi peredaran bahan pokok di wilayahnya. “Kami akan terus melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang melanggar aturan. Satgas Pangan Polda Kalsel siap mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Hasil pengecekan tim Satgas Pangan Polda Kalsel yang dipimpin Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. melalui Subdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel menunjukkan bahwa harga bahan pokok di wilayah Banjarbaru relatif stabil dan sesuai dengan HET. Selain itu, panen meningkat, stok beras dan minyak goreng produksinya melimpah sehingga tidak ada alasan kekurangan stok atau harga mahal.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polda Kalsel dari Direktorat Reskrimsus dan Direktorat Samapta akan terus memonitor dan melakukan pengecekan ke pasar-pasar tradisional maupun modern di wilayah Kalimantan Selatan.

Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, serta dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok dipasaran.

Satgas Pangan Polda Kalsel juga menghimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik penimbunan atau penjualan di atas HET melalui saluran pengaduan yang telah disediakan atau mendatangi Kantor kepolisian terdekat.

Selain Wakapolda Kalsel dan Kasubdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel, pengecekan oleh Menteri Pertanian itu juga dihadiri Dinas Pertanian Provinsi Kalsel dan instansi terkait lainnya.

Statistik Pembaca