Senin, 29 September 2025

 


Tanah Laut – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di daerah, Wakapolsek Jorong Ipda Ramlan Kurniawan, S.Sos menghadiri kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi yang digelar di Saung Poktan Brigade Pangan "Karya Muda Tani Kreatif", Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/9).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut sekaligus memotivasi petani agar lebih produktif dan kreatif dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Bapak Adi Widiyanto, S.P., M.P, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Laut, Camat Jorong Bapak Paimun, S.T., M.N., serta jajaran Forkopimcam setempat. Kapolsek Jorong diwakili oleh Wakapolsek Ipda Ramlan Kurniawan, S.Sos yang turut memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan ini.

Dalam kegiatan tersebut, para tamu undangan bersama kelompok tani melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan tanam padi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat tani demi tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Wakapolsek Jorong Ipda Ramlan Kurniawan, S.Sos menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan selalu mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, karena hal ini berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga kamtibmas, tetapi juga ikut serta mendukung berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, salah satunya ketahanan pangan. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan semangat baru bagi para petani di Desa Asam-Asam untuk meningkatkan hasil pertanian mereka,” ujar Ipda Ramlan.

Melalui kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi Brigade Pangan Karya Muda Tani Kreatif ini, diharapkan Desa Asam-Asam dan sekitarnya dapat menjadi salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Tanah Laut, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

 


Tanah Laut – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanah Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan generasi muda. Melalui program unggulan bertajuk Police Goes to School, Sat Lantas Polres Tanah Laut hadir di SMKN 1 Bati-Bati pada Senin (29/9).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya preventif menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan remaja dan pelajar. Seperti diketahui, pelajar merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang kerap terlibat dalam kecelakaan akibat kurangnya pemahaman tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, personel Sat Lantas Polres Tanah Laut terlebih dahulu menyapa siswa-siswi SMKN 1 Bati-Bati dengan penuh keakraban. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah bukan hanya sekadar memberikan penyuluhan, melainkan juga membangun kedekatan emosional agar pesan-pesan keselamatan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterima para pelajar.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian himbauan keselamatan berlalu lintas yang dikemas secara interaktif. Petugas Sat Lantas memberikan edukasi tentang cara berkendara yang aman, termasuk kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu lalu lintas, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.

Tak hanya itu, kegiatan safety riding juga digelar sebagai bentuk pelatihan langsung kepada para siswa tentang teknik dasar berkendara yang benar dan aman. Dengan cara ini, pelajar tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik nyata tentang bagaimana cara menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya.

Dalam penyuluhan tersebut, Sat Lantas Polres Tanah Laut turut memaparkan data mengenai angka kecelakaan lalu lintas dan tingkat fatalitas korban yang terjadi di wilayah hukum Polres Tanah Laut. Data ini diharapkan dapat membuka wawasan para pelajar tentang betapa pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Kegiatan Police Goes to School ini memiliki sejumlah tujuan penting, antara lain menjadikan polisi lalu lintas sebagai etalase keteladanan di tengah masyarakat, meningkatkan kesadaran para pengguna jalan tentang pentingnya keselamatan berkendara, serta menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya di kalangan usia produktif.


Minggu, 28 September 2025

Tanah Laut – Kapolsek Batu Ampar Iptu Munadi bertindak sebagai Pembina Upacara di UPTD SMPN 1 Batu Ampar, Desa Gunung Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/9).

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Munadi memberikan sosialisasi kepada para siswa tentang pentingnya bersosial media dengan baik dan bijak, menghindari perilaku bullying, menjauhi narkoba, serta mematuhi aturan tertib berlalu lintas.

Kapolsek Batu Ampar menekankan agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di media sosial dan menggunakan platform tersebut untuk hal yang bermanfaat, seperti mencari ilmu pengetahuan dan menambah wawasan positif.

“Bijaklah dalam menggunakan media sosial, hindari perundungan baik di dunia nyata maupun maya, jauhi narkoba, dan selalu patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan dan masa depan yang lebih baik,” pesan Iptu Munadi di hadapan para siswa.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari pihak sekolah dan para siswa yang mengikuti dengan antusias. Diharapkan, melalui sosialisasi ini para pelajar dapat menerapkan pesan-pesan yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tanah Laut – Pada Apel Pagi yang digelar Senin (29/9), Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menyampaikan pesan penting kepada seluruh personel Polres Tanah Laut untuk selalu mengingat hal-hal baik dalam kehidupan dengan rasa syukur agar dapat meraih kebahagiaan.

Dalam arahannya, Kapolres juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang telah peduli serta saling mengingatkan di antara rekan satu angkatan atau leting, sehingga dapat memotivasi satu sama lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Selain itu, Kapolres menekankan terkait reformasi di tubuh Polri, khususnya mengenai perilaku hedonisme di media sosial. Ia mengimbau agar seluruh anggota selalu bijak dalam setiap postingan di media sosial dan menjaga citra positif sebagai anggota Polri di mata masyarakat.

“Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jadikan media sosial sebagai sarana informasi yang bermanfaat, bukan untuk menunjukkan gaya hidup berlebihan yang dapat menimbulkan persepsi negatif,” pesan Kapolres.

Apel pagi diakhiri dengan semangat kebersamaan seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting (Bapokting), Tim Satgas Pangan Direktorat Reskrimsus Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan inspeksi mendadak di Pasar Antasari Banjarmasin, pada Senin (29/9/2025).

Kegiatan pemantauan ini dalam rangka pelaksanaan instruksi Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang ditindaklanjuti oleh Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. melalui Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel dipimpin Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien, S.H., M.Ag.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif Polri untuk mengantisipasi praktik penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan barang yang dapat merugikan masyarakat.

Dalam pengecekan tersebut, personel Satgas Pangan yang dipimpin AKP Krismandra N.W, S.Hut., S.H., M.P., didampingi Iptu Andreas Oktanda, S.H., M.M., Aiptu Noor Ipansyah, S.H., Aiptu Ade Putera, S.Sos., M.Ap., M.H., Aipda Tenny Oki Librawan, S.H., dan Aipda Glery Ferdinan H, S.H., M.M. menyisir berbagai lapak pedagang. Mereka memeriksa harga jual sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, bawang serta cabai. Tidak hanya harga, stok barang di tingkat pedagang juga menjadi perhatian.

"Alhamdulillah, berdasarkan pantauan kami hari ini, harga Bapokting di Pasar Antasari relatif stabil dan masih dalam kisaran wajar. Ketersediaan barang juga terlihat cukup lancar," ujar AKP Krismandra.

Dia menambahkan bahwa situasi yang stabil ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mencegah inflasi pada kelompok bahan pangan. Satgas Pangan juga mengingatkan kepada para pedagang untuk tidak melakukan aksi spekulasi atau menaikkan harga secara tidak wajar.

"Kami imbau kepada seluruh pedagang untuk menjaga etika berdagang dan mematuhi aturan yang berlaku. Kepada masyarakat, jika menemukan praktik penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar, dapat melaporkannya kepada kami," pesannya.

Kehadiran Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kalsel di pasar tradisional mendapat respons positif dari para pedagang dan pembeli. Mereka mengapresiasi langkah proaktif Kepolisian dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan melindungi konsumen.

Kedepannya, Satgas Pangan Polda Kalsel berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara rutin dan bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat.

Sabtu, 27 September 2025



Guna mendukung swasembads pangan tahun 2025, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mencatat capaian positif dalam program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan gambut. Sabtu (27/9/2025), jajaran Polda Kalsel menggelar panen raya dengan hasil mencapai 1.000 ton jagung di lahan gambut Kecamatan Sei Tabuk, Kabupaten Banjar.


Kegiatan panen yang berlangsung ini merupakan hasil dari program pemanfaatan lahan tidur yang diinisiasi Polda Kalsel sejak tahun 2024. Lahan gambut seluas 12.000 hektare lebih, dan yang sudah ditanam saat ini kurang lebih sekitar 900 hektare yang sebelumnya dianggap kurang produktif, berhasil ditransformasi menjadi kebun jagung yang subur.


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa panen kali ini terjadi peningkatan produksi jagung maupun luasan lahan dibandingkan panen kuartal sebelumnya.


Ucapan terimakasih pun disampaikan Kapolda Kalsel kepada Gubernur Kalsel yang telah membantu Polda Kalsel dengan memberikan bantuan 4 unit Corn Combine Harvester dan terimakasih kepada PT. BOS yang memberikan bantuan 2 unit Dryer.


Selain itu, kedepannya Polda Kalsel akan kembali melakukan panen di daerah Sungai Danau dengan luas kurang lebih 50 hektare dan ini akan terus ditambah di kuartal keempat.


"Untuk lahan basah ini mungkin pertama kali di Indonesia dengan bercocok tanam jagung, dan kita bekerjasama pentahelix dengan pemerintah, rekan-rekan media, masyarakat, serta akademisi," tutur Kapolda Kalsel.


Beliau menambahkan, sejak pertama kali dibuka pada bulan Maret 2025 lalu sampai saat ini, Polda Kalsel telah beberapa kali berhasil melakukan penanaman dan panen jagung. Meskipun, banyak tantangan-tantangan yang dialami seperti pH-nya masih di bawah 5, sementara yang dibutuhkan minimal 5,5.


Selain itu, tantangan lainnya yang didapat dilahan basah ini airnya cukup banyak, sehingga perlu dilakukan pengendalian air dilahan ini.


Rencananya produksi jagung yang dipanen ini didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan Bulog yang kemudian akan langsung kepada offtaker disini seperti Japfa Comfeed, Charoen Pokphand, dan sebagainya. Dihari ini juga, Polda Kalsel mendorong 30 ton jagung ke Bulog.


Dalam panen raya kuartal III ini, turut hadir Gubernur Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Kabinda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kapolres Banjar, Manager Pengadaan Perum Bulog Kalsel, Kadiv Regional Kalseltengbar PT. Inhutani I, Dekan Fakultas Perikanan ULM, Tokoh Agama, Perwakilan KBPP Polri Kalsel, dan Perwakilan Kelompok Tani.

Kamis, 25 September 2025


Jakarta, 25 September 2025 – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pembobolan rekening bank dormant dengan total kerugian mencapai Rp204 miliar. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja tim Subdit 2 Perbankan yang diawali dari laporan polisi pada 2 Juli 2025 dan penyelidikan intensif sejak awal Juli.

Sindikat ini diketahui menyamar sebagai Satgas Perampasan Aset dan berhasil menyusup ke dalam sistem perbankan melalui kerja sama dengan oknum internal bank. Mereka menyasar rekening-rekening dormant—rekening yang tidak aktif—untuk kemudian memindahkan dana secara ilegal ke sejumlah rekening penampungan.

Dalam konferensi pers, Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga yang solid.

“Kunci keberhasilan pengungkapan tindak pidana ini adalah respon cepat, analisis mendalam, kecermatan, dan kerja keras penyidik Subdit 2 Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri, yang didukung oleh koordinasi intensif dan berkesinambungan dengan PPATK,” ujar Brigjen Helfi Assegaf di Bareskrim Polri, Kamis (25/9).

Menurut Brigjen Helfi, eksekusi pembobolan dilakukan pada hari Jumat pukul 18.00 WIB, di luar jam operasional, untuk menghindari sistem deteksi internal bank. Salah satu eksekutor, yang merupakan mantan teller bank, diberikan User ID Core Banking System oleh Kepala Cabang Pembantu. Dari situ, dana Rp204 miliar berhasil dipindahkan tanpa sepengetahuan nasabah.

Dana tersebut kemudian disebar ke 5 rekening penampungan, sebelum akhirnya terdeteksi oleh pihak bank yang segera melaporkan ke Bareskrim.

Polri menetapkan 9 orang tersangka, terdiri dari tiga kelompok:

1. Oknum Karyawan Bank:

- AP (Kepala Cabang Pembantu)

- GRH (Consumer Relation Manager)

2. Pelaku Pembobolan:

- C alias K (Mastermind, mengaku sebagai Satgas)

- DR (Konsultan hukum)

- NAT (Eks pegawai bank, eksekutor transaksi ilegal)

- R (Mediator)

- TT (Fasilitator keuangan ilegal)

3. Pelaku Pencucian Uang:

- DH (Pembuka blokir rekening)

- IS (Pemilik rekening penampungan)

Dua tersangka, yakni C alias K dan DH, juga diduga terlibat dalam kasus penculikan Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih, yang saat ini ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Selain memulihkan seluruh dana senilai Rp204 miliar, penyidik juga mengamankan:

* 22 unit ponsel

* 1 hard disk eksternal

* 2 DVR CCTV

* 1 mini PC

* 1 laptop Asus ROG

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dari empat undang-undang berbeda, antara lain:

* UU Perbankan: Maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp200 miliar

* UU ITE: Maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp600 juta

* UU Transfer Dana: Maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp20 miliar

* UU TPPU: Maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar

Brigjen Helfi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan rekening dormant.

“Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa memantau aktivitas rekening secara rutin, memperbarui data diri, dan mengaktifkan notifikasi transaksi. Hal ini penting agar tidak menjadi sasaran sindikat pembobol bank,” tegasnya.

Polri saat ini masih mengembangkan kasus ini untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan sindikat tersebut.

Pelaihari – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy melaksanakan kegiatan panen ikan nila di Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kolam Bioflok yang berlokasi di pekarangan Sat Intelkam Polres Tanah Laut, Jum’at (26/9).

Kegiatan panen ikan ini turut dihadiri Wakapolres, para Pejabat Utama, serta pengurus Bhayangkari Cabang Tanah Laut. Suasana penuh kebersamaan tampak ketika Kapolres bersama Ketua Bhayangkari memanen langsung ikan nila dari kolam bioflok yang selama ini dikelola sebagai bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan Polres Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan panen ikan nila ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Tanah Laut dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan yang ada secara produktif.

“Melalui pemanfaatan kolam bioflok ini, kita tidak hanya menjaga ketahanan pangan di lingkungan Polres, tetapi juga memberikan contoh kepada masyarakat bahwa lahan pekarangan dapat diolah menjadi sumber pangan yang bermanfaat,” ujar Kapolres.

Kegiatan panen ikan nila diakhiri dengan penyerahan simbolis hasil panen kepada anggota Polres Tanah Laut dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong semangat seluruh personel Polres Tanah Laut dan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan secara optimal demi mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Statistik Pembaca