Minggu, 26 Juli 2026

 


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., memimpin Apel Pagi Jam Pimpinan yang dilaksanakan di halaman Mapolres Tanah Laut pada Senin (27/7). Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat utama, perwira, bintara, ASN Polri, serta seluruh personel Polres Tanah Laut.

Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan sejumlah penekanan penting sebagai pedoman bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Mengawali arahannya, AKBP Ricky Boy mengajak seluruh anggota untuk senantiasa memulai hari dengan pikiran yang positif, selalu mengingat hal-hal baik, serta tidak lupa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Menurutnya, rasa syukur dan pola pikir yang positif akan menjadi bekal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolres juga menyoroti kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Oleh karena itu, seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla di wilayah hukum Polres Tanah Laut.

Secara khusus, Kapolres menginstruksikan para Bhabinkamtibmas agar semakin mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Karhutla. Upaya pencegahan melalui pendekatan kepada masyarakat dinilai menjadi langkah yang sangat penting guna meminimalisir terjadinya kebakaran lahan selama musim kemarau.

Selain itu, Kapolres mengingatkan seluruh satuan fungsi agar mempersiapkan administrasi dengan baik dalam rangka menghadapi kegiatan Pengawasan Operasi (Wasops) yang akan datang. Kelengkapan administrasi dan tertib pelaksanaan tugas diharapkan dapat mencerminkan profesionalisme Polres Tanah Laut dalam setiap kegiatan operasional.

Di akhir arahannya, AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan dari tokoh agama (Toga) maupun tokoh masyarakat (Tomas) kepada Polri, khususnya Polres Tanah Laut. Apresiasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga sinergi dengan masyarakat, serta mempertahankan kepercayaan publik melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Melalui Apel Jam Pimpinan ini, diharapkan seluruh personel Polres Tanah Laut semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut – Polsek Kintap Polres Tanah Laut terus mengoptimalkan pendampingan kepada para petani melalui kegiatan monitoring penanaman jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan kali ini dilaksanakan di lahan milik Suprat yang berlokasi di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Senin (27/7).

Monitoring dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare guna memastikan proses budidaya jagung berjalan sesuai tahapan. Personel Polsek Kintap meninjau langsung kondisi tanaman di lapangan sekaligus memantau perkembangan pertumbuhan jagung agar tetap optimal hingga memasuki masa panen.

Selain melakukan pengecekan, personel juga berdiskusi dengan pemilik lahan mengenai perawatan tanaman, pemupukan, pengendalian hama, serta berbagai kendala yang dihadapi selama masa tanam. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan dukungan nyata kepada para petani.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory mengatakan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga Polri terus berupaya memberikan pendampingan sejak tahap penanaman hingga panen.

"Monitoring ini bertujuan memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik sehingga nantinya mampu menghasilkan panen yang maksimal. Polri akan terus bersinergi dengan para petani untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar AKP Ahmad Baysory.

Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, Polsek Kintap berharap produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Kintap terus meningkat. Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sektor pertanian yang semakin maju, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Polsek Batu Ampar Polres Tanah Laut terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melaksanakan kegiatan pengecekan lahan milik Sujoyo yang berada di Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Senin (27/7).

Pengecekan dilakukan di lahan seluas kurang lebih 4 hektare yang dipersiapkan untuk mendukung budidaya tanaman jagung. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Batu Ampar meninjau langsung kondisi lahan guna memastikan kesiapan area tanam, mulai dari kondisi tanah, akses menuju lokasi, hingga kesiapan pengolahan lahan sebelum memasuki tahapan penanaman.

Selain melakukan pengecekan, personel juga berdialog dengan pemilik lahan mengenai rencana penanaman, kebutuhan sarana pendukung, serta berbagai langkah yang diperlukan agar proses budidaya jagung dapat berjalan optimal. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan Polri kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Kapolsek Batu Ampar AKP Munadi mengatakan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui sektor pertanian.

"Pengecekan lahan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan lahan yang dipersiapkan benar-benar siap untuk ditanami, sehingga proses budidaya jagung dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal. Sinergi antara Polri dan para petani akan terus kami perkuat demi mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut," ujar AKP Munadi.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polsek Batu Ampar berharap semakin banyak lahan produktif yang dimanfaatkan untuk budidaya jagung. Kolaborasi antara Polri, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Sabtu, 25 Juli 2026

Tanah Laut – Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut terus mengintensifkan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dengan melakukan pengecekan kesiapan lahan untuk penanaman jagung Kuartal II Tahun 2026. Kegiatan kali ini dilaksanakan di lahan milik Suwardi yang berada di Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (26/7).

Lahan seluas kurang lebih 1 hektare tersebut dipersiapkan sebagai lokasi penanaman jagung pada musim tanam Kuartal II. Dalam kegiatan monitoring, personel Polsek Panyipatan melakukan pengecekan kondisi lahan, memastikan kesiapan area tanam, serta berdialog dengan pemilik lahan terkait tahapan pengolahan tanah dan kebutuhan pendukung sebelum proses penanaman dimulai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan yang dilakukan Polri kepada masyarakat untuk memastikan setiap tahapan budidaya pertanian dapat berjalan dengan baik. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi sarana mempererat komunikasi dengan petani sekaligus memberikan motivasi agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kapolsek Panyipatan IPTU Wanda Satriadi mengatakan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam.

"Polri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan mulai dari tahap persiapan lahan hingga masa panen. Dengan memastikan lahan siap ditanami, kami berharap proses tanam jagung Kuartal II dapat berjalan lancar, menghasilkan produksi yang optimal, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para petani," ujar IPTU Wanda Satriadi.

Melalui sinergi antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat, Polsek Panyipatan akan terus melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui edukasi kepada para petani. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Ujung Baru, Aipda Imam Rohani Nazif, melaksanakan sosialisasi mengenai Tabel Rafaksi kepada petani dan warga di Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati-Bati. Minggu (26/7).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme penentuan harga jagung berdasarkan kadar air. Melalui sosialisasi ini, para petani dikenalkan dengan Tabel Rafaksi yang menjadi acuan dalam menghitung nilai jual jagung, sehingga mereka dapat mengetahui alasan perbedaan harga sesuai kualitas hasil panen.

Dalam kesempatan itu, Aipda Imam Rohani Nazif menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Tabel Rafaksi sangat penting agar petani dapat mempersiapkan hasil panen sesuai standar yang ditetapkan. Selain meningkatkan kualitas produksi, pengetahuan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan proses jual beli yang lebih terbuka, adil, dan transparan antara petani dengan pembeli maupun pengepul.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi mengenai penentuan harga jagung, faktor yang memengaruhi kualitas hasil panen, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan agar nilai jual jagung lebih optimal.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor menegaskan bahwa edukasi kepada petani merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian, tidak hanya melalui pendampingan budidaya, tetapi juga dengan meningkatkan literasi petani mengenai tata niaga hasil panen.

"Kami ingin para petani memahami bagaimana harga jagung ditentukan berdasarkan kadar air sesuai Tabel Rafaksi. Dengan pengetahuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih transparan, memperoleh harga yang sesuai, serta semakin percaya diri dalam memasarkan hasil panennya," ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui kegiatan sosialisasi yang berkelanjutan, Polsek Bati-Bati berharap para petani semakin memahami mekanisme pemasaran jagung, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Takisung AKP Duki melaksanakan kegiatan monitoring kesiapan lahan jagung untuk pelaksanaan tanam Kuartal II di lahan milik Kalimi yang berlokasi di Jalan Pedayung, Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (25/7).

Kegiatan tersebut turut didampingi Kanit Reskrim Polsek Takisung AIPTU Anggoro dan Kasium Polsek Takisung BRIPKA M. Fitri. Mereka meninjau langsung kondisi lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang dipersiapkan sebagai lokasi penanaman jagung pada Kuartal II Tahun 2026.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memastikan kesiapan lahan mulai dari kondisi tanah, akses menuju lokasi, hingga berbagai aspek pendukung yang diperlukan sebelum proses penanaman dimulai. Selain melakukan pengecekan, Kapolsek juga berdialog dengan pemilik lahan untuk mengetahui perkembangan persiapan serta berbagai kebutuhan yang diperlukan agar proses tanam dapat berjalan dengan baik.

AKP Duki mengatakan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada para petani sejak tahap persiapan hingga masa panen.

“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, agar program tanam jagung Kuartal II dapat berjalan sesuai rencana. Kami berharap seluruh persiapan lahan dapat diselesaikan dengan baik sehingga proses penanaman berlangsung optimal dan nantinya menghasilkan panen yang maksimal untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar AKP Duki.

Melalui sinergi antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat, Polsek Takisung berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Upaya meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme penentuan harga jagung terus dilakukan jajaran Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Ujung, Aipda Yosef Besthari, dilaksanakan kegiatan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada para petani dan warga Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, sebagai bekal dalam menghadapi musim panen dan proses penjualan hasil pertanian. Sabtu (25/7).

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Yosef Besthari memberikan penjelasan mengenai fungsi Tabel Rafaksi sebagai acuan dalam menentukan harga jagung berdasarkan kadar air. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajak memahami bahwa kualitas hasil panen sangat berpengaruh terhadap nilai jual jagung, sehingga petani dapat mempersiapkan hasil panennya sesuai standar yang berlaku.

Selain menyampaikan materi, kegiatan juga diisi dengan dialog dan tanya jawab bersama para petani. Warga tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme penentuan harga jagung, proses penjualan, hingga pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar memiliki daya saing di pasaran.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan petani melalui pemberian edukasi yang bermanfaat.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan pendampingan serta edukasi kepada para petani. Dengan memahami Tabel Rafaksi, kami berharap masyarakat mengetahui dasar penentuan harga jagung berdasarkan kadar air, sehingga transaksi jual beli dapat berlangsung lebih transparan, adil, dan menguntungkan bagi para petani,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, Polsek Bati-Bati berharap para petani semakin memahami tata niaga jagung, mampu meningkatkan kualitas hasil panen, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Kamis, 23 Juli 2026

 


Tanah Laut – Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut bersama unsur terkait melaksanakan kegiatan Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polsek Panyipatan, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga 11.44 Wita tersebut dilaksanakan di Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, yang merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Dalam patroli tersebut, personel gabungan menyusuri sejumlah titik yang berpotensi rawan karhutla guna memantau kondisi lapangan sekaligus memastikan tidak terdapat aktivitas pembakaran lahan. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan terhadap sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan apabila terjadi kebakaran.

Tim patroli turut memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diimbau agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Kegiatan patroli terpadu ini merupakan langkah preventif yang terus dilakukan Polsek Panyipatan bersama instansi terkait dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla.

Melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat, diharapkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir sehingga wilayah Kecamatan Panyipatan tetap aman, kondusif, dan terbebas dari bencana karhutla.

Statistik Pembaca