Selasa, 04 Februari 2025


Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melalui Satgas Penyelundupan mengungkap empat kasus impor ilegal selama periode tiga bulan terakhir. Penindakan ini dilakukan di daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

“Empat kasus penyelundupan berbagai jenis barang di Provinsi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan nilai barang sebesar Rp51.230.400.000 dan total nilai kerugian negara mencapai Rp64.257.680.000,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Helfi Assegaf di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2025).

Direktur menjelaskan, untuk kasus pertama adalah penyelundupan tali kawat baja oleh PT Nobel Riggindo Samudra yang beralamat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus ini, penyidik menetapkan RH selaku Dirut perusahaan tersebut sebagai tersangka.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka menggunakan modus melakukan importasi tali kawat baja dari Korea Selatan, Portugal, India, dan Singapura, serta pembelian dari beberapa perusahaan dalam negeri dengan mengganti nomor pos tarif atau kode Harmonized System (HS) pada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Seharusnya, kode HS diubah dari tali kawat baja menjadi batang kecil untuk menghindari pendaftaran barang wajib SNI dan tidak melakukan pembayaran Bea Masuk, PPH, PPN dan DM.

“Nilai barangnya sendiri sebesar Rp16,982 Miliar dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp21,56 Miliar,” ungkap Direktur.

Lebih lanjut dijelaskannya, kasus kedua adalah penyelundupan rokok di pergudangan penyimpanan rokok Jl. Raya Jakarta KM 5, Kampung Parung, Serang Banten. Dalam kasus ini, penyidik menyita barang bukti berupa 511.648.

Menurut Direktur, dalam kasus penyelundupan rokok menggunakan modus menempelkan pita cukai atau tanda pelunasan cukai tidak sesuai dengan peruntukannya. Pita tanda pelunasan Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan isi 10 batang atau 12 batang ditempelkan pada Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan isi 20 batang. 

Rokok-rokok yang ditemukan di lokasi pergudangan, ujarnya, dijual ke masyarakat seolah-olah pita cukainya sudah dilunasi dan seolah-olah rokok yang dilekatkan pita cukai tersebut sudah legal. Penjualan juga dilakukan dengan menawarkan melalui sales keliling dan melalui toko-toko kecil.

“Dengan nilai barang sebesar Rp13.160.000.000 dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp26.280.000.000,” ujarnya.

Kasus ketiga, ungkap Direktur, adalah penyelundupan barang elektronik oleh PT Glisse Indonesia Asia. Dari pengungkapan ini, terdapat 2406 barang elektronik yang disita.

Terkait modus operandi sendiri, dijelaskan bahwa perusahaan tersebut menjual Smart Tv, Digital Tv, Washing Mesin. Setrika Listrik, LED TV, Speaker, Tv rekondisi, Remote Tv, dll tanpa sertifikat SNI. Penjualan dilakukan di media sosial dengan total nilai barang Rp18.088.400.000 dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp5.617.680.000.

Ditambahkan Direktur, untuk kasus keempat adalah penyelundupan sparepart palsu R-4 jenis Honda, Suzuki, Mitsubishi, Toyota, Isuzu Daihatsu, Ford berupa Kampas Rem, Filter Oli, Filter Solar, Fun Cluth dan Thermoostat. Kemudian, Toko Sumber Abadi menjual kembali suku cadang tersebut ke toko-toko yang berada di wilayah Jakarta dengan barang senilai Rp3 Miliar dan mengakibatkan kerugian negara Rp10,8 Miliar.

“Kami menyita barang bukti 1.396 dus kampas rem berbagai merk (Toyota, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, Isuzu, dan Ford), tiga mesin potong, empat mesin cetak, satu mesin lem press, dll,” ujar Direktur.


Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada almarhum Bharatu Mardi Hadji, yang gugur dalam misi kemanusiaan saat melakukan pencarian dua nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Desa Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Minggu (2/2/2025). Dengan penghargaan ini, almarhum resmi dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi menjadi Bharaka Anumerta, terhitung mulai 3 Februari 2025, berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/208/II/2025.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa kenaikan pangkat anumerta ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengorbanan almarhum dalam menjalankan tugasnya.

"Penghargaan kenaikan pangkat luar biasa anumerta ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Polri atas dedikasi dan pengorbanan almarhum dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Ini juga sebagai wujud penghormatan atas pengabdiannya dalam melayani masyarakat," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (4/2).

Almarhum Bharaka Anumerta Mardi Hadji merupakan anggota Direktorat Polairud Polda Maluku Utara, yang gugur dalam insiden meledaknya speedboat milik Basarnas Ternate saat menjalankan misi pencarian nelayan hilang. Dalam insiden tersebut, tiga korban dinyatakan meninggal dunia, yakni Bharatu Mardi Hadji, serta dua anggota Basarnas, Fadli Malagapi dan Riski Esa, sementara satu wartawan Kontributor Metro TV dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Jenazah Bharaka Anumerta Mardi Hadji dimakamkan dengan upacara penghormatan militer yang dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol. Azhari Juanda, di Kelurahan Moya, Kota Ternate, pada pukul 15.00 WIT. Selain itu, santunan dari Kapolda Maluku Utara juga diserahkan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk duka cita dan penghargaan atas jasa pengabdiannya.

Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, sebelumnya telah mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa bagi almarhum kepada Mabes Polri sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya.

"Polri menghormati jasa almarhum yang telah mengutamakan keselamatan orang lain. Namun, kondisi cuaca dan ombak yang tidak menentu menyebabkan insiden ini terjadi. Kami turut berbelasungkawa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," ujar Brigjen Pol. Stephen M. Napiun saat berkunjung ke rumah duka di Ternate.

Dengan penghargaan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu menghargai dedikasi dan pengabdian personel yang gugur dalam tugas serta memastikan hak-hak keluarga almarhum terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Senin, 03 Februari 2025


Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, melaksanakan kegiatan panen jagung bersama Kelompok Tani Sinar Harapan 3 di Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, pada Selasa (5/2).

Panen jagung ini dilakukan di lahan seluas 18 hektar dengan hasil panen mencapai sekitar 85 ton. Hasil panen tersebut nantinya akan dijual ke perusahaan PT. Japfa Comfeed Tbk, yang menjadi mitra dalam pemasaran hasil pertanian lokal.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek Bati-Bati AKP Winarto beserta para Kanit dan anggota Polsek Bati-Bati. Selain itu, turut hadir Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan 3, Sdr. Agus, serta anggota kelompok tani lainnya.

Kapolsek Bati-Bati AKP Winarto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Bati-Bati.

"Kami berharap hasil panen yang melimpah ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Polsek Bati-Bati akan terus mendukung program pertanian demi kemajuan bersama," ujar AKP Winarto.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan 3, Sdr. Agus, mengapresiasi kehadiran serta dukungan dari pihak kepolisian dalam kegiatan pertanian mereka. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan hasil yang lebih baik di masa mendatang.

 


Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menggelar acara silaturahmi bersama para wartawan di Jakarta, Senin (3/1). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Irjen Pol. Sandi Nugroho menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang akurat dan berimbang. Ia menekankan bahwa media memiliki peran vital dalam menjaga transparansi dan membangun komunikasi antara Polri dan masyarakat.

"Kami sangat menghargai kerja keras rekan-rekan wartawan yang selalu berusaha menyajikan berita yang kredibel dan bertanggung jawab. Media adalah mitra utama kami dalam menyampaikan informasi kepada publik secara terbuka dan transparan," ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Kadiv Humas Polri juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi di era digital, di mana arus berita begitu cepat dan dinamis. Ia memastikan bahwa Polri siap berkolaborasi dengan media untuk menghindari penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat menyesatkan masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa komunikasi antara Polri dan media berjalan lancar. Jika ada kendala dalam akses informasi, kami selalu terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama agar masyarakat mendapatkan berita yang benar dan faktual," tambahnya.

Acara ini juga menjadi wadah bagi para wartawan untuk menyampaikan berbagai masukan terkait mekanisme penyampaian informasi dari Polri. Beberapa jurnalis mengungkapkan harapan agar akses terhadap data dan klarifikasi dari Polri bisa lebih cepat dan responsif.

Momen silaturahmi ini berlangsung dalam suasana yang hangat dengan diskusi ringan seputar isu-isu terkini. Kadiv Humas Polri menutup pertemuan dengan harapan agar sinergi antara Polri dan insan pers semakin erat sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat lebih akurat, terpercaya, dan mendukung stabilitas nasional.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara Polri dan media terus terjalin dengan erat, serta menjadi fondasi untuk komunikasi yang lebih efektif dalam menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

 


Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. meresmikan Gedung Presisi 2 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Kalsel yang berada di Banjarbaru, Senin (3/2/2025). Peresmian gedung ini menandai peningkatan kapasitas dan modernisasi fasilitas penegakan hukum di wilayah Kalsel.

Gedung Presisi 2 yang memiliki luas area 2.000 M² ini dibangun untuk mendukung kelancaran tugas serta menjadi pusat operasional yang efektif bagi Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan dalam sambutan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan gedung ini tidak hanya sekadar tempat untuk ruang perkantoran atau aktivitas fungsi Reskrim Polda Kalsel, tetapi juga menjadi simbol dari komitmen kita untuk melengkapi dan memperkuat keberadaan Polda Kalsel dalam menjalankan tugas mulia sebagai penegak hukum serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Gedung baru Dit Reskrimum ini, diharapkan tidak hanya memberikan suasana kerja yang lebih baik bagi

seluruh personel Dit Reskrimum, tetapi juga menjadi wadah yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih produktif dan inovatif," ucap Kalolda Kalsel.

Beliau pun mengingatkan kepada seluruh personel Dit Reskrimum yang akan menempati gedung ini, agar dapat menjaga dan merawat fasilitas ini dengan sebaik-baiknya.

Dengan diresmikannya Gedung baru Dit Reskrimum ini, maka seluruh personel dan aktifitas kegiatan pekerjaan Dit Reskrimum juga berpindah dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru.

Peresmian Gedung Presisi 2 ini dihadiri oleh Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Penguruh Bhayangkari Daerah Kalsel, Prof. DR. Mujiburrahman, M.A., KH. M. Mukri Yunus, Guru Burhan, dan Owner PT. JMA selaku Pengembang Gedung Presisi 2 Dit Reskrimum Polda Kalsel. Acara ditutup dengan peninjauan fasilitas gedung oleh Kapolda dan tamu undangan.

Dengan diresmikannya Gedung Presisi 2, diharapkan Polda Kalsel dapat semakin sigap dan responsif dalam menangani berbagai tantangan keamanan di masa depan.

Minggu, 02 Februari 2025

 


Untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Polres Tanah Laut melaksanakan penyebaran personel berseragam di berbagai pusat keramaian pada jam rawan Kamtibmas. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari di sejumlah lokasi strategis, seperti Taman RTH Hasan Basri, Taman RTH Kijang Mas, dan Pendestrian Jalan Haji Boejasin, Pelaihari.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran anggota kepolisian di titik-titik keramaian bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

"Kami terus berupaya menciptakan kondisi yang kondusif dengan meningkatkan kehadiran personel di lokasi-lokasi strategis. Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi preemtif dan preventif dalam mencegah tindak kriminalitas," ujar Kapolres.

Selain melakukan pengawasan, personel yang bertugas juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada serta turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan penyebaran anggota berseragam guna memastikan situasi yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Tanah Laut melaksanakan patroli presisi dengan pendekatan dialogis serta himbauan cipta kondisi Kamtibmas di Terminal Tanah Habang, Minggu (2/2) malam.

Kegiatan patroli ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana di wilayah hukum (Wilkum) Polres Tanah Laut. Selain itu, kehadiran personel Polri berseragam di titik-titik rawan diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.

Petugas memberikan himbauan kepada masyarakat dan para pengguna jasa transportasi di terminal untuk selalu waspada terhadap tindak kriminalitas, serta mengajak mereka untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli rutin ini merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya pencegahan kejahatan serta mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat.

"Dengan adanya patroli ini, kami berharap dapat menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah hukum Polres Tanah Laut," ujar Kapolres.

Patroli yang dilakukan oleh Sat Samapta ini akan terus ditingkatkan, terutama di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi gangguan Kamtibmas, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Sabtu, 01 Februari 2025

 


Tim Gabungan BKO Polda NTB, SAT BRIMOB POLDA NTB, POLRES LOMBOK TENGAH dan TNI hari Kamis (30/01/25) menggerebek kampung narkoba di kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.


Tim Polisi Satwa (Polsatwa) Direktorat Samapta Polda NTB juga dilibatkan dalam penggerebekkan ini. 


Enam personel Polsatwa beserta 3 ekor anjing pelacak khusus (Caksus) narkoba atau K-9 diturunkan untuk melakukan pencarian barang bukti barang haram perusak anak bangsa di kampung tersebut. 


Hasilnya, 29,72 gram barang bukti berupa Narkotika golongan l bukan tanaman jenis sabu ditemukan di 6 TKP Desa Beleke Daye, Praya Timur. 


“Anjing pelacak memiliki peran penting dalam berbagai operasi kepolisian, seperti pengamanan bandara, terminal, hingga razia narkotika,” kata Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Irjen Mulia Hasudungan Ritonga dalam keterangannya, Sabtu (1/2). 


Oleh karenanya, kata Irjen Mulia, pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan satwa dengan latihan rutin agar kemampuan mereka tetap optimal. 


“Anjing pelacak ini juga turut membantu dalam setiap pencarian korban-korban bencana alam, mereka kami terus tingkatkan kemampuannya,” tegas Irjen Mulia. 


Dalam penggerebekan itu, 25 orang berhasil diamankan yang terdiri dari 17 laki-laki dan 8 orang perempuan, dari 6 lokasi di Desa Beleke Daye. 


Kemudian, anjing K-9 Ditsamapta menemukan sejumlah lokasi penyimpanan narkoba jenis sabu di beberapa rumah di Dusun Beleka II, Praya Timur. 


Dari TKP pertama, anjing pelacak menemukan 1 klip transparan yang berisikan sabu seberat 4,28 gram. 


Kemudian TKP kedua ditemukan dua bungkus sabu dengan total 20,12 gram. Sementara di TKP ketiga, ditemukan 2,65 gram sabu dalam 1 bungkus klip. 


Di TKP kelima, ditemukan 1 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 1,21 gram. Dan di TKP keenam anjing pelacak khusus menemukan 1,46 gram sabu yang disimpan dalam 1 bungkus plastik klip. 


Sehingga total barang bukti sabu yang berhasil ditemukan seberat 29,72 gram. Selain narkoba jenis sabu, polisi juga turut mengamankan sejumlah timbangan digital, alat hisap sabu dan uang tunai sebanyak Rp 26 juta.


Penindakan ini merupakan salah satu upaya penguatan Asta Cita ke 7 Presiden Prabowo Subianto, khususnya penindakan terhadap kampung narkoba.

Statistik Pembaca