Rabu, 28 Mei 2025



Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bertempat di Aula GKT (Gedung Kuliah Terpadu) Politeknik Negeri Tanah Laut, Rabu (28/5). Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd., selaku Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut yang bertindak atas nama institusi pendidikan vokasi tersebut, dan Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., selaku Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.


Nota kesepahaman ini merupakan wujud komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas peran institusi pendidikan tinggi dan kepolisian dalam pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. 


Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan keamanan, penelitian bersama dalam bidang sosial, hukum, dan teknologi, serta pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat secara terpadu.


Direktur Politala, Dr. Mufrida Zein, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas. 


Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membentuk lingkungan yang aman, berdaya saing, dan berbudaya ilmu pengetahuan.


Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, diharapkan terbentuk sinergi strategis antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemajuan bersama.


Kegiatan dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Karo Ops Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nurhandono, S.I.K., M.H., Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., Ketua Bhayangkari Cab. Tanah Laut, Guru Besar bidang ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Husaini, SKM., M.Kes, seluruh pejabat dan staff di Politeknik Negeri Tanah Laut, Pimpinan Ponpes Nurul Hijrah KH. M. Mukeri Yunus, Pejabat Utama Polres Tanah Laut, serta Mahasiswa dan Mahasiswi Politeknik Negeri Tanah Laut.

Selasa, 27 Mei 2025

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. telah mengonfirmasi kepada Kapolres Hulu Sungai Tengah (HST) bahwa enam anggota Polres HST yang terlibat pelanggaran hukum terkait penyalahgunaan narkoba telah diproses hukum. Hal itu disampaikan Kabid Humas pada Rabu (28/5/2025) di Banjarbaru.

Selain itu, sebagai bentuk pendisiplinan, anggota tersebut juga diberikan hukuman tambahan berupa pembinaan spiritual, termasuk pelaksanaan shalat 5 waktu yang merupakan terobosan dari Kapolres HST.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang melanggar hukum, terlebih jika terkait penyalahgunaan narkoba. "Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh personel agar selalu menjaga integritas dan ketaatan terhadap hukum," tegas Kapolda.

"Dengan penindakan tegas kepada anggota yang melakukan pelanggaran membuktikan bahwa Polri Polda Kalsel pada umumnya tidak pandang bulu dalam proses hukum, karena masih banyak anggota yang berprestasi dan melakukan kebaikan bagi masyarakat," tambahnya.

Pernyataan ini disampaikan untuk mencegah kesalahpahaman masyarakat terkait beredarnya informasi adanya 6 anggota Polres HST melakukan pelanggaran penyalahgunaan narkoba yang dihukum shalat saja. Kabid Humas juga memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan sesuai aturan.

"Masyarakat diharapkan tidak salah tanggap. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas tanpa pandang bulu, termasuk bagi oknum kepolisian," pungkasnya.  

Langkah ini diambil sebagai upaya memulihkan kepercayaan publik serta menjaga citra institusi Polri yang profesional dan berintegritas.

Tanah Laut – Dalam rangka mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., turut mendampingi Kapolda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., dalam kegiatan pembukaan pembangunan kolam Bioflok di Pondok Pesantren Nurul Hijrah, Desa Alur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada Selasa (27/5).

Pembangunan ini mencakup 20 unit kolam Bioflok yang dirancang untuk budidaya ikan gabus, nila, dan patin. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian pesantren berbasis agroekonomi.

Kapolda Kalsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kolam Bioflok merupakan bagian dari program strategis kepolisian dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian Polri dalam sektor sosial-ekonomi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif pesantren dalam menyambut program ini. Ia berharap kolam Bioflok ini dapat menjadi sarana edukasi dan pelatihan keterampilan bagi santri serta memberikan dampak ekonomi positif bagi lingkungan sekitar.

Program ini sejalan dengan salah satu poin utama Asta Cita Presiden RI, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis domestik. Kehadiran kolam Bioflok di lingkungan pesantren merupakan bentuk inovasi yang mendorong terciptanya pesantren produktif dan mandiri.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan akan tercipta pusat budidaya perikanan yang tidak hanya mendukung kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang sukses di Tanah Laut.

Tanah Laut – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menggelar kegiatan bakti sosial yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Hijrah, Desa Alur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (27/5).

Kegiatan dimulai pukul 11.00 WITA hingga selesai, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., dan turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si., Kapolres Tanah Laut, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut, KH. Mukeri Yunus selaku pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah, serta Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Tanah Laut.

Acara diawali dengan penyerahan bantuan sosial sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Kalsel beserta Ibu, Bupati, Kapolres, Forkopimda, dan Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel beserta pengurus.

Selain pembagian sembako, juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kolam bioflok sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya perikanan. Pembangunan kolam bioflok ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan santri.

Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian sumur bor oleh Kapolda Kalsel yang secara simbolis diserahkan kepada KH. Mukeri Yunus, guna mendukung kebutuhan air bersih bagi para santri dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat serta sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi sarana untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan bakti sosial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Minggu, 25 Mei 2025

Tanah Laut – Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan ujian beladiri Polri bagi personel yang diusulkan untuk kenaikan pangkat (UKP) Tahun 2025. Kegiatan ini digelar di Lapangan Dojo M. Yasin Polres Tanah Laut pada Senin (26/5).

Sebanyak 43 personel mengikuti ujian beladiri tersebut, yang dipimpin langsung oleh Aiptu Helyodorus. Ujian ini merupakan bagian dari persyaratan administrasi dan penilaian kemampuan fisik dalam proses kenaikan pangkat bagi anggota Polri.

Materi ujian meliputi teknik dasar beladiri Polri, teknik beladiri tanpa alat, serta teknik beladiri dengan alat melawan alat. Seluruh peserta menunjukkan keseriusan dan semangat tinggi dalam mengikuti setiap tahapan ujian.

Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa ujian beladiri ini merupakan bentuk evaluasi terhadap kesiapan fisik dan mental anggota yang diusulkan naik pangkat.

"Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas, baik dari segi keterampilan maupun tanggung jawab. Melalui ujian beladiri ini, kita ingin memastikan bahwa setiap personel yang naik pangkat benar-benar siap menjalankan tugas-tugas kepolisian dengan profesional dan tangguh," ujar Kapolres.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan kemampuan beladiri merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam menghadapi tantangan situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan personel yang akan naik pangkat tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga memiliki kemampuan fisik dan keterampilan beladiri yang mumpuni sebagai bentuk profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan.




Tanah Laut, 26 Mei 2025 – Dalam rangka menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau tahun ini, Polres Tanah Laut Polda Kalimantan Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2025 di halaman Mapolres Tanah Laut.


Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., yang dalam kesempatan tersebut membacakan amanat dari Kapolda Kalimantan Selatan. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa Karhutla merupakan isu kritikal dan ancaman ekologis periodik yang bukan hanya berdampak secara lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, keamanan, dan pemerintahan.


“Karhutla bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan sebuah kejadian kompleks yang merugikan berbagai sendi kehidupan bangsa. Kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menghadapi dinamika iklim serta potensi Karhutla di wilayah kita,” ungkap Kapolres dalam membacakan amanat tersebut.


Dalam amanat juga disampaikan bahwa berdasarkan proyeksi BMKG, potensi peningkatan Karhutla akan terjadi pada Juli hingga September 2025, dengan Kalimantan Selatan termasuk dalam zona rawan tinggi. Karena itu, langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan dan kesiapan peralatan. Kapolres Tanah Laut bersama pejabat utama Polres dan perwakilan instansi terkait secara langsung memeriksa personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpolpp, Damkar, serta perlengkapan dan kendaraan pemadam yang akan digunakan dalam penanggulangan Karhutla.


Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki benar-benar siap dan dapat diandalkan jika terjadi situasi darurat di lapangan.


Apel dan pemeriksaan ini mencerminkan kesiapan dan keseriusan seluruh unsur di wilayah hukum Polres Tanah Laut dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dengan semangat “Kayuh Baimbai”, diharapkan kolaborasi dan kekompakan antarinstansi terus terjaga demi mencegah dan menanggulangi bencana secara efektif dan berkelanjutan.




Tanah Laut, 26 Mei 2025 – Polres Tanah Laut Polda Kalimantan Selatan menggelar apel kesiapsiagaan dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2025. Acara yang dilaksanakan di halaman Polres Tanah Laut ini dihadiri oleh berbagai elemen terkait, termasuk TNI, BPBD, Sat Polpp, Damkar, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya.


Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., dalam apel tersebut membacakan amanat dari Kapolda Kalimantan Selatan yang menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu kritikal dan ancaman ekologis yang bersifat periodik, khususnya menjelang musim kemarau di Indonesia. Kapolda juga menekankan bahwa fenomena ini bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan sebuah kejadian kompleks yang berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan, mulai dari aspek sosial kemasyarakatan, stabilitas pemerintahan, aparat keamanan, hingga sektor-sektor strategis lainnya.


Lebih lanjut, Kapolda mengungkapkan bahwa berdasarkan proyeksi dari BMKG, pada periode Juli hingga September 2025, risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan akan mengalami eskalasi dan perluasan ke wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua. Provinsi-provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua Selatan, Kalimantan Selatan, dan Bangka Belitung diidentifikasi sebagai zona dengan tingkat kerawanan tertinggi.


"Oleh karena itu, mari kita terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memantau dinamika iklim serta potensi Karhutla di wilayah kita. Penyampaian informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam upaya mitigasi risiko dan dampak Karhutla secara efektif," ujar Kapolres Tanah Laut, mengutip amanat Kapolda.


Selain itu, Kapolda juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam penanggulangan Karhutla dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam moto Provinsi Kalimantan Selatan, "Kayuh Baimbai" yang berarti "Bergerak Bersama Menuju Kemajuan dan Keberlanjutan Pembangunan Banua".


Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolres Tanah Laut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berkomitmen dalam penanggulangan Karhutla. Ia percaya bahwa dengan kerja kolektif yang berkesinambungan, bencana Karhutla dapat diminimalkan secara signifikan.


Apel ini menandai kesiapan Polres Tanah Laut dan seluruh instansi terkait dalam menghadapi potensi ancaman Karhutla di tahun 2025.


Diharapkan dengan upaya bersama, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi dengan lebih efektif, menjaga kelestarian alam dan kenyamanan masyarakat.

Sabtu, 24 Mei 2025

 


Malang, 24 Mei 2025 – Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menyesuaikan pelayanan di era digital, Polresta Malang Kota menyelenggarakan Forum Grup Discussion bertema “Mau Dipercaya Masyarakat, Pahami Harapannya” pada Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 09.15–12.30 WIB di Ballroom Sanika Satyawada. Kegiatan ini dihadiri 150 personel Polri dari Polresta Malang Kota dan Polsek jajaran, dengan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi hukum, dan Dewan Pers.  

Kapolresta Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si. menuturkan Polri harus Jadi Problem Solver yang Presisi  

dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi kinerja kepolisian di era digital. “Dengan memahami harapan masyarakat, kita bisa mengambil hati mereka dan mewujudkan Polri yang Presisi: prediktif, responsif, dan transparan,” ujarnya. Ia juga mendorong personel untuk mengaplikasikan ilmu dari forum ini dalam pelayanan sehari-hari, terutama dalam menyelesaikan masalah masyarakat secara profesional.  

Drs. Totok Suryanto, M.M., Wakil Dewan Pers Republik Indonesia, menyoroti perlunya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat. “Polri dan pers sama-sama bekerja untuk rakyat. Di era digital, setiap warga bisa menjadi ‘jurnalis’, sehingga kepekaan dan kesantunan dalam melayani publik adalah kunci,” tegasnya. Totok juga mengingatkan agar personel menghindari sikap superior dan lebih mengedepankan interaksi humanis, seperti senyum dan komunikasi yang memukau.  

Akademisi Prof. Nur Basuki Minarso, S.H., M.Hum., Guru Besar Hukum Pidana Universitas Airlangga, menuturkan Netralitas dan Teknologi Jadi Penopang Profesionalisme  

menekankan pentingnya integritas dan penguasaan teknologi. “Aparat harus netral, akuntabel, dan menghindari prasangka saat menangani kasus. Penguasaan teknologi informasi juga vital untuk membangun pelayanan prima,”paparnya. Ia mengapresiasi langkah Polri yang mulai aktif membuat konten positif di media sosial, sehingga citra institusi semakin dekat dengan masyarakat.  

Sementara itu, Dr. Maradona, S.H., LL.M., Wakil Dekan III FH Universitas Airlangga, mengingatkan bahwa tugas utama Polri adalah pencegahan kejahatan melalui pendekatan preventif. “Fungsi kepolisian bukan hanya represif. Keberhasilan terbesar justru ketika masyarakat merasa aman karena kejahatan bisa dicegah lewat kolaborasi dengan publik,” jelasnya.  

Dalam FGD tersebut dapat disimpulkan bahwa Komitmen Polresta Malang Kota ke Depan, forum ini menjadi bagian dari upaya Polresta Malang Kota untuk terus berbenah menuju pelayanan yang santun, profesional, dan proposional. Kapolresta berharap kegiatan ini dapat memotivasi personel menjadi problem solver bagi masyarakat, sekaligus menjawab tantangan di era yang semakin digital dan individual.

Statistik Pembaca