Rabu, 19 Februari 2025

Tanah Laut – Polres Tanah Laut Polda Kalsel kembali melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) bagi seluruh personel di wilayah hukum Polres Tanah Laut. Kegiatan ini berlangsung di Joglo Wicaksana Leghawa, Kamis (20/2) pagi.

Kegiatan ini dilakukan melalui zoom Meating oleh Polda Kalsel, dalam kesempatan tersebut, hadir pula Wakapolres Tanah Laut Kompol Andri Hutagalung, S.Ab., M.A.P., beserta para pejabat utama (PJU) Polres Tanah Laut, perwira Polres Tanah Laut, personel Polres Tanah Laut, serta ASN Polres Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut AKBP M. Junaeddy Johnny, S.I.K.,M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan personel, serta memberikan ketenangan hati dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan spiritual untuk menjaga integritas dan memberikan keteladanan dalam bekerja. Dengan istiqomah kepada Allah SWT, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan amanah dan profesional,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh personel Polres Tanah Laut yang beragama Nasrani di Ruang ZI Polres Tanah Laut, serta bagi personel yang beragama Hindu di Ruang Siwas Polres Tanah Laut.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Tanah Laut berharap dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis, mendukung mental yang kuat, serta mempererat kebersamaan antar-personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tanah Laut - Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan pengaturan arus lalu lintas di pagi hari, Kamis (20/02).

Kapolres Tanah Laut, AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh personel di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Fokus utama pengaturan lalu lintas berada di area yang rawan kemacetan, seperti perempatan jalan utama, kawasan sekolah, dan pasar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, mengurangi risiko kecelakaan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di pagi hari.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam pengaturan lalu lintas. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan kamseltibcarlantas dan memastikan warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres.

Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, personel Polres Tanah Laut juga aktif memberikan imbauan kepada para pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan saat berkendara.

Kehadiran anggota kepolisian di pagi hari mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Warga merasa lebih nyaman dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari dedikasi Polres Tanah Laut dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.

Selasa, 18 Februari 2025

 


Sukabumi, 19 Februari 2025 - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap adanya praktik kecurangan yang dilakukan oleh pengelola SPBU di Kota Sukabumi. Berdasarkan laporan masyarakat, ditemukan indikasi bahwa sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Baros, Sukabumi, telah memasang alat tambahan pada dispenser pompa bahan bakar yang sengaja dirancang untuk mengurangi takaran BBM meskipun indikator menunjukkan angka yang sesuai dengan takaran yang dibeli konsumen.


Penindakan terhadap kasus ini bermula pada 9 Januari 2025, saat tim dari Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Tertentu bersama Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengecekan di SPBU 34-43111. Hasil pengujian menunjukkan adanya deviasi pengurangan BBM pada empat dispenser dengan merk pompa Tatsuno produksi 2005, untuk jenis Bio Solar, Pertalite, dan Pertamax. Pengukuran menggunakan Bejana Ukur Standar 20 liter memperlihatkan pengurangan BBM yang bervariasi antara 400 ml hingga 600 ml per 20 liter, jauh melebihi batas toleransi yang diperbolehkan sebesar 100 ml per 20 liter.


"Kami menemukan bahwa alat tambahan berupa PCB yang dipasang secara ilegal pada dispenser ini menyebabkan berkurangnya jumlah BBM yang diterima konsumen. Praktik ini jelas melanggar hukum dan merugikan masyarakat," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, yang mengonfirmasi bahwa kasus ini telah dinaikkan ke penyidikan.


Pengelola SPBU yang terletak di bawah naungan PT PBM (Prima Berkah Mandiri) tersebut, yang telah beroperasi sejak 2005, diduga sengaja menyembunyikan alat tambahan berupa unit PCB (Printed Circuit Board) yang berisi komponen elektronik dan trafo pengatur arus listrik di dalam kompartemen pompa. Alat ini berfungsi untuk mengurangi jumlah BBM yang disalurkan kepada konsumen tanpa terdeteksi oleh petugas yang melakukan tera ulang.


Akibat praktik curang ini, diperkirakan kerugian yang diderita oleh masyarakat pengguna BBM mencapai sekitar Rp1,4 miliar per tahun. Polri telah menaikkan status perkara ini ke penyidikan dengan menetapkan Direktur PT PBM, RUD, sebagai terlapor yang berpotensi menjadi tersangka.


Berdasarkan temuan ini, pelaku dapat dikenakan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, yaitu Pasal 27 yang mengatur tentang larangan memasang alat tambahan pada alat ukur yang sudah ditera, dan Pasal 32 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan tersebut dapat dipidana dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 juta. 


"Kami akan terus melakukan penyelidikan dan menindak tegas segala bentuk kecurangan yang merugikan masyarakat, terutama dalam sektor yang sangat penting seperti distribusi bahan bakar," tambah Dirtipidter Bareskrim Polri.


Selain itu, dalam doorstop tersebut, turut hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso yang memberikan apresiasi atas pengungkapan kasus ini. "Kecurangan seperti ini merugikan konsumen dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan praktik serupa tidak terjadi lagi," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.



*JAYAPURA –* Pendeta Jantje Willem Maury mengungkapkan harapannya agar Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2025 dapat bekerja dengan baik demi terciptanya kedamaian bagi umat Tuhan di tanah Papua.


“Kami berharap dan mendoakan agar Satgas Ops Damai Cartenz 2025 dapat bekerja dengan baik sehingga umat Tuhan di tanah Papua dapat merasakan kedamaian,” ujar Pdt. Jantje Willem Maury di Kota Jayapura, Selasa (18/2/2025).


Ia juga mengajak seluruh umat untuk bersikap bijak dan cerdas dalam menyikapi berbagai situasi yang terjadi di Papua.


“Kami berharap kepada umat Tuhan di atas tanah Papua, mari kita semua berpikir dengan bijak, berpikir dengan cerdas dalam menyikapi setiap hal-hal yang terjadi di Papua,” tambahnya.


Dalam kesempatan itu, ia mengutip Mazmur 91 ayat 14 yang berbunyi, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”


Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki kehidupan yang berguna bagi sesama serta menekankan pentingnya hidup dalam perdamaian.

Senin, 17 Februari 2025

 


Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar apel kesiapan pengamanan unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sumber Makmur, Kecamatan Takisung. Apel ini dipimpin oleh Kabag Ops Polres Tanah Laut, Kompol Abdul Fatah, S.Pd., M.M., dan diikuti oleh personel Polres Tanah Laut serta personel BKO Polda Kalsel. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Bupati Tanah Laut pada Selasa (18/2).

Dalam arahannya, Kompol Abdul Fatah menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan. 

“Kita harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan pendekatan humanis, serta tetap menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.

Personel yang terlibat dalam pengamanan unjuk rasa diingatkan untuk selalu mengedepankan sikap persuasif dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna memastikan jalannya aksi tetap aman dan tertib.

Apel kesiapan ini bertujuan untuk mengecek kelengkapan personel serta mempersiapkan strategi pengamanan agar kegiatan unjuk rasa dapat berlangsung secara damai tanpa mengganggu ketertiban umum.

Polres Tanah Laut mengimbau seluruh masyarakat yang mengikuti aksi unjuk rasa agar tetap mematuhi aturan dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib serta tidak anarkis. Kepolisian akan terus melakukan pemantauan guna memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Tanah Laut tetap terjaga.

Tanah Laut – Pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kurau, Polsek Kurau, Polres Tanah Laut, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak. Pada Senin (17/2), jajaran Polsek Kurau kembali menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Desa Handil Negara dan Desa Kali Besar.

Kapolsek Kurau, Iptu Bambang Hariansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat yang masih mengalami kesulitan akibat dampak banjir. 

“Kami akan terus berupaya membantu warga yang terdampak, memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi, serta memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, Polsek Kurau juga memberikan layanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.

Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polsek Kurau dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Polsek Kurau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak guna memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan merata.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan selalu mengikuti arahan dari petugas untuk menjaga keselamatan bersama.

Minggu, 16 Februari 2025

Tanah Laut - Polres Tanah Laut menggelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Ops Gaktibplin) terhadap personel kepolisian, Senin (17/2). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Tanah Laut, Iptu Suriani, dan dilaksanakan oleh personel Sipropam Polres Tanah Laut di depan Mako Polres Tanah Laut.

Ops Gaktibplin bertujuan untuk memastikan kedisiplinan dan kepatuhan personel terhadap aturan yang berlaku. Sasaran pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi personel, sikap tampang, serta pemeriksaan telepon genggam guna mencegah penggunaan aplikasi pinjaman online ilegal dan judi online. Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan kendaraan dinas maupun pribadi, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), yang digunakan oleh personel Polres Tanah Laut.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan pelanggaran di antara personel yang diperiksa. Hal ini menunjukkan bahwa anggota Polres Tanah Laut tetap disiplin dalam menjalankan tugas dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

"Ops Gaktibplin ini dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan dan penegakan disiplin terhadap anggota. Kami bersyukur bahwa dalam pemeriksaan kali ini tidak ditemukan pelanggaran. Ini menjadi bukti bahwa anggota Polres Tanah Laut tetap menjaga profesionalisme dalam bertugas," ujar Iptu Suriani.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Tanah Laut terus meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Polres Tanah Laut menggelar Upacara Bendera dalam rangka Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Tanah Laut pada Senin (17/2). Upacara ini dipimpin oleh Wakapolres Tanah Laut, Kompol Andri Hutagalung, S.Ab., M.A.P., dan diikuti oleh seluruh jajaran personel Polres Tanah Laut.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Selatan yang dibacakan oleh Wakapolres Tanah Laut, Kompol Andri Hutagalung, ditekankan pentingnya menjadikan upacara ini sebagai momentum untuk merefresh semangat pengabdian sebagai insan Bhayangkara. 

"Mari kita jadikan momentum pelaksanaan upacara Hari Kesadaran Nasional ini sebagai titik balik atau turning point untuk merefresh kembali semangat pengabdian kita selaku insan Bhayangkara agar lebih meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri dalam menjalankan setiap tugas dengan lebih profesional dan bertanggung jawab," ucap Wakapolres.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa dengan soliditas, kerja sama, dan profesionalisme yang tinggi, Polri akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Kapolda Kalsel melalui amanatnya juga mengingatkan personel Polri untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan kepada masyarakat. Beberapa langkah strategis yang harus dilakukan antara lain dengan meningkatkan patroli rutin di lokasi-lokasi rawan kriminalitas dan pada jam-jam tertentu yang berpotensi terjadi gangguan Kamtibmas, seperti menjelang sahur dan setelah salat tarawih, memperkuat kehadiran personel di titik-titik strategis seperti masjid, pasar, pusat perbelanjaan, terminal, dan lokasi keramaian lainnya guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, Menjalin koordinasi lebih intensif dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder lainnya, dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan ketersediaannya di pasaran, dan nenindak tegas aksi balap liar, penyalahgunaan petasan, serta pelanggaran ketertiban umum lainnya yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Upacara Hari Kesadaran Nasional ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres Tanah Laut untuk terus meningkatkan dedikasi dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian. Dengan persiapan yang matang, diharapkan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan dapat terjaga dengan baik.

Statistik Pembaca