Kamis, 30 Juli 2026

Tanah Laut – Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi Tabel Rafaksi sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bentok Kampung, Aipda Tarji, kepada warga dan petani di Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati. Jumat (31/7),

Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme penentuan harga jagung berdasarkan kadar air. Dalam penyampaiannya, Aipda Tarji menjelaskan bahwa Tabel Rafaksi menjadi acuan dalam menentukan nilai jual jagung, sehingga petani dapat mengetahui faktor yang memengaruhi harga hasil panen dan mempersiapkan kualitas jagung sesuai standar yang berlaku.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama warga terkait tata niaga jagung dan pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar memiliki nilai jual yang lebih baik. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai proses penentuan harga di tingkat pembeli maupun pengepul.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam meningkatkan literasi petani agar semakin memahami mekanisme pemasaran hasil pertanian.

"Kami berharap melalui sosialisasi Tabel Rafaksi, para petani memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dasar penentuan harga jagung sesuai kadar air. Dengan demikian, transaksi jual beli dapat berlangsung lebih transparan, adil, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani," ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, Polsek Bati-Bati berkomitmen terus mendampingi masyarakat guna mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut terus mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Mulia, Aipda Rahmat, S.E., melaksanakan sosialisasi mengenai Tabel Rafaksi kepada warga dan petani di Desa Sumber Mulia sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang mekanisme penentuan harga jagung berdasarkan kadar air. Jumat (31/7).

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Rahmat menjelaskan bahwa Tabel Rafaksi merupakan acuan yang digunakan untuk menentukan harga jagung sesuai kadar air hasil panen. Pemahaman terhadap tabel tersebut diharapkan dapat membantu petani mengetahui standar penilaian kualitas jagung, sehingga proses jual beli berlangsung lebih transparan dan memberikan kepastian harga.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan warga dan petani dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan terkait kadar air, kualitas jagung, hingga mekanisme penetapan harga dijawab secara langsung agar masyarakat semakin memahami tata niaga hasil pertanian.

Kapolsek Pelaihari IPDA Karia Jaya mengatakan, kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendampingi petani, tidak hanya dalam proses budidaya tetapi juga meningkatkan pengetahuan mengenai pemasaran hasil panen.

"Melalui sosialisasi Tabel Rafaksi, kami berharap para petani memahami dasar penentuan harga jagung sesuai kadar air. Dengan begitu, masyarakat dapat menjual hasil panennya secara lebih tepat, transparan, dan memperoleh nilai yang sesuai dengan kualitas produksi," ujar IPDA Karia Jaya.

Polsek Pelaihari akan terus melaksanakan kegiatan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta memperkuat kemitraan antara Polri dan petani demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Rabu, 29 Juli 2026


Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar Sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk (BP4R) bagi personel Polri yang akan melangsungkan pernikahan, bertempat di Gedung Satya Brata Polres Tanah Laut, Rabu (29/7/2026).

Sidang BP4R dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. selaku Ketua Sidang, dengan Kabag SDM Polres Tanah Laut AKP Arif Sujarwo sebagai Sekretaris Sidang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, Pengurus Bhayangkari Cabang Tanah Laut, rohaniawan Ust. Hartadi, serta para orang tua dan wali dari masing-masing calon mempelai.

Adapun personel yang mengikuti Sidang BP4R beserta pasangannya, yaitu:

1. Brigpol Rachmat Budi Prayoga, S.H., Banit Satreskrim Polres Tanah Laut dengan Annisa Murni, A.Md.Farm. 

2. Briptu M. Divio Saputra, Bamin Bag Ops Polres Tanah Laut dengan Briptu Nur Afifah, Banit Satlantas Polres Tanah Laut. 

3. Briptu Muhammad Fadila Aries Sandy, Banum Subbag Watpers Bag SDM Polres Tanah Laut dengan Noor Madina Shafarina, S.Kom. 

4. Bripda Muhammad Firdaus Nor Asegaf, Banit Satsamapta Polres Tanah Laut dengan Ainun Azzahra, S.Pd. 

5. Bripda M. Rijal, Banit Satsamapta Polres Tanah Laut dengan Eni Noor Ramadana. 

Dalam arahannya, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa Sidang BP4R merupakan salah satu tahapan penting yang wajib diikuti oleh setiap personel Polri sebelum melaksanakan pernikahan. Melalui sidang ini, para calon pengantin dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi dalam rumah tangga, serta tanggung jawab sebagai keluarga besar Polri.

Kapolres juga mengingatkan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas anggota Polri. Oleh karena itu, setiap pasangan diharapkan mampu membangun rumah tangga yang harmonis, saling menghormati, menjaga integritas, serta memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan tugas kedinasan.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy turut memberikan pembekalan kepada para calon pendamping anggota Polri mengenai peran strategis keluarga dalam mendukung karier anggota Polri, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi Bhayangkari.

Dengan terselenggaranya Sidang BP4R ini, diharapkan seluruh calon pasangan memiliki kesiapan mental, spiritual, dan emosional dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sehingga mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, kedinasan, maupun masyarakat.

 


Tanah Laut – Dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pesisir, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Tanah Laut menggelar Sosialisasi Peraturan dan Perundang-Undangan Pengawasan Sumber Daya Perikanan dengan tema "Pencegahan Destructive Fishing Satpolairud Polres Tanah Laut", Kamis (30/7/2026), bertempat di Kantor Balai Desa Damar Lima, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Tanah Laut Iptu Alamsyah Sugiharto, S.H. dengan dihadiri anggota Sat Polairud Polres Tanah Laut, Bhabinkamtibmas Desa Damar Lima, Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Laut beserta anggotanya, Penyuluh Perikanan Kecamatan Batu Ampar, Kepala Desa Damar Lima, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Alamsyah Sugiharto menyampaikan materi mengenai pencegahan destructive fishing, yakni praktik penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, racun, maupun alat tangkap terlarang yang dapat merusak ekosistem perairan. Selain menjelaskan ketentuan hukum yang mengatur pengelolaan sumber daya perikanan, Kasat Polairud juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman pidana bagi pelaku penangkapan ikan secara ilegal dan merusak lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat Desa Damar Lima mengenai pentingnya mematuhi regulasi di bidang perikanan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya ikan sebagai aset yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, Sat Polairud Polres Tanah Laut mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk menjadi mitra Polri dalam mencegah praktik destructive fishing dengan tidak menggunakan bahan peledak, racun, maupun alat tangkap yang dilarang serta segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas penangkapan ikan yang berpotensi merusak ekosistem perairan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Diharapkan sinergi antara Polri, Dinas Perikanan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin guna mewujudkan perairan Kabupaten Tanah Laut yang lestari, produktif, dan berkelanjutan.


Tanah Laut – Dalam rangka meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, serta profesionalisme personel, Polres Tanah Laut melaksanakan latihan jajar kehormatan yang diikuti oleh personel yang tergabung dalam pasukan kehormatan. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Tanah Laut dengan dipimpin oleh instruktur yang memberikan arahan serta evaluasi terhadap setiap gerakan personel.

Latihan diawali dengan pengecekan kesiapan personel, dilanjutkan dengan penyampaian arahan mengenai teknik dasar jajar kehormatan, sikap sempurna, penghormatan, serta keseragaman gerakan dalam barisan. Seluruh peserta mengikuti latihan dengan penuh semangat dan disiplin guna membentuk kekompakan serta meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas-tugas protokoler.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin yang bertujuan untuk membentuk personel yang tanggap, sigap, dan memiliki penampilan yang rapi serta berwibawa dalam setiap pelaksanaan upacara maupun penyambutan tamu kehormatan.

Melalui latihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan seluruh personel mampu menampilkan sikap yang profesional, disiplin, dan kompak sebagai cerminan institusi Polri yang Presisi. Selain itu, latihan ini juga menjadi upaya meningkatkan kesiapan personel dalam mendukung berbagai kegiatan kedinasan di lingkungan Polres Tanah Laut.

Sejalan dengan semangat Polri Presisi, Polres Tanah Laut terus berkomitmen membina sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui personel yang disiplin, profesional, dan humanis.


Tanah Laut – Kapolsek Takisung AKP Duki bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan pengecekan progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, pada Rabu (29/7/2026) .

Kegiatan pengecekan ini turut dihadiri oleh perwakilan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Provinsi Kalimantan Selatan, Bapak Yogi beserta staf, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanah Laut, Bapak Dwi beserta staf, serta personel Polsek Takisung, yakni Aiptu Hardy E. dan Brigpol M. Effendi.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan jembatan sekaligus memastikan kesiapan tahapan pekerjaan berikutnya. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, progres pembangunan saat ini masih menunggu kedatangan material pemancang beton yang diperkirakan tiba pada malam hari. Setelah material tersebut tiba, pekerjaan akan dilanjutkan dengan proses pemasangan pemancang beton atau paku bumi sebagai bagian dari tahapan konstruksi utama.

Kapolsek Takisung AKP Duki menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat serta memastikan seluruh proses pembangunan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai rencana.

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait, diharapkan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat selesai tepat waktu sehingga mampu meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Takisung dan sekitarnya.


Pada hari Rabu (29/7/2026), Bhabinkamtibmas Desa Martadah, Polsek Tambang Ulang, Aipda Suliswanto, menghadiri kegiatan Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai di Aula Kantor Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut.

Musyawarah desa tersebut dihadiri oleh Camat Tambang Ulang atau yang mewakili, Pendamping Desa, Kepala Desa Martadah, Ketua BPD Desa Martadah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para Kepala Dusun, para Ketua RT, serta para kader Desa Martadah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dan menyepakati prioritas pembangunan desa yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 serta menghimpun usulan program pembangunan untuk tahun 2028. Melalui forum musyawarah ini diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan masukan demi terwujudnya pembangunan desa yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Suliswanto menyampaikan pentingnya menjaga sinergitas dan kebersamaan antara pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mendukung setiap program pembangunan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar pelaksanaan pembangunan di Desa Martadah dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan Musyawarah Desa merupakan wujud komitmen Polri untuk terus mendukung pembangunan di tingkat desa melalui penguatan kemitraan dengan pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus memastikan setiap tahapan perencanaan pembangunan berlangsung dalam suasana yang kondusif.

Tanah Laut – Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut terus mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, melaksanakan sosialisasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air (Tabel Rafaksi) kepada warga Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. Kamis (30/7).

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para petani jagung, mengenai mekanisme penentuan harga berdasarkan kadar air hasil panen. Dalam kegiatan tersebut, Bripka Febrian Anggara menjelaskan isi Tabel Rafaksi yang menjadi acuan dalam menentukan nilai jual jagung, sehingga petani dapat mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi harga saat hasil panen dipasarkan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga menyambut positif sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru mengenai tata niaga jagung sekaligus membantu petani memahami pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar memperoleh harga yang sesuai.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, edukasi kepada petani merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui sosialisasi Tabel Rafaksi, kami ingin masyarakat memahami dasar penentuan harga jagung sesuai kadar air. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan petani dapat meningkatkan kualitas hasil panen serta melakukan transaksi secara lebih transparan dan adil," ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus melaksanakan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta penguatan kemitraan antara Polri dan petani di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca