Rabu, 26 Agustus 2026

 


Tanah Laut – Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Sat Samapta Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan pelatihan kemampuan penggunaan dan menembak senjata gas air mata serta pengoperasian Sistem Pelontar Gas Air Mata Rantis Tambora.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8), bertempat di eks Tambang Batu Besi, Jalan Sungai Mandi, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Pelatihan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Tanah Laut AKP Haryadi bersama KBO Sat Samapta IPTU Totok Sudarto serta diikuti oleh personel Sat Samapta Polres Tanah Laut.

Dalam kegiatan tersebut, para personel diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai tata cara penggunaan sejumlah peralatan, di antaranya Paper Gun Byrna, Senjata Flashball Super Pro Kaliber 44, serta Sistem Pelontar Gas Air Mata Rantis Tambora Kaliber 38.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan personel Sat Samapta dalam mengoperasikan peralatan pendukung tugas kepolisian, khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan pengendalian massa secara profesional, terukur, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kasat Samapta Polres Tanah Laut AKP Haryadi menekankan kepada seluruh personel agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh serta memahami prosedur penggunaan peralatan secara tepat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Sat Samapta Polres Tanah Laut semakin siap dan terampil dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mampu bertindak secara profesional sesuai dengan standar operasional prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. 

Tanah Laut – Polsek Jorong Polres Tanah Laut terus memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya petani jagung. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Asam Jaya, Aiptu Mujiono, menyampaikan informasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi kepada warga. Kamis (27/8).

Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai isi Tabel Rafaksi yang memuat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Informasi ini diharapkan menjadi bekal bagi petani dalam memahami kualitas hasil panen serta mengetahui faktor yang memengaruhi nilai jual jagung.

Dalam penyampaian materi, Aiptu Mujiono mengajak masyarakat memahami informasi tersebut secara sederhana dan tidak ragu berdiskusi apabila masih terdapat hal yang belum dipahami. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu petani lebih siap ketika hasil panen memasuki tahap pemasaran.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Polri terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap sektor pertanian.

"Kami ingin petani memiliki informasi yang jelas mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan memahami Tabel Rafaksi, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kualitas hasil panennya dan memiliki gambaran yang lebih baik saat jagung dipasarkan," ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan warga.

Polsek Jorong akan terus mendorong kegiatan edukasi dan pendampingan kepada petani sebagai bagian dari komitmen mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut terus mendorong keterbukaan informasi bagi masyarakat, khususnya para petani jagung. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, warga diberikan pemahaman mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi. Kamis (27/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai isi Tabel Rafaksi, yang memuat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Informasi ini diharapkan membantu petani memahami kualitas hasil panen sekaligus mengetahui faktor yang berkaitan dengan nilai jual jagung.

Bripka Febrian Anggara menyampaikan materi secara langsung dengan pendekatan dialogis. Warga diberikan penjelasan mengenai pentingnya memahami kadar air jagung sebelum hasil pertanian dipasarkan. Dengan begitu, petani memiliki bekal informasi dan tidak hanya bergantung pada perkiraan harga di lapangan.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bentuk pendampingan Polri terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap sektor pertanian.

"Kami ingin petani memiliki pemahaman yang jelas mengenai Tabel Rafaksi, khususnya indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami kualitas dan nilai hasil panennya saat dipasarkan," ujar AKP Muhammad Afianor.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjadi sarana memberikan edukasi dan membangun komunikasi yang baik dengan warga.

Polsek Bati-Bati akan terus melakukan pendampingan kepada petani sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Pemahaman mengenai kualitas dan nilai jual hasil panen terus didorong Polsek Jorong Polres Tanah Laut. Melalui Bhabinkamtibmas Desa Asam Jaya, Aiptu Mujiono, masyarakat diberikan edukasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi. Rabu (26/8).

Sosialisasi tersebut bertujuan membuka wawasan masyarakat mengenai isi Tabel Rafaksi, terutama indeks harga jagung yang berkaitan dengan kadar air. Pengetahuan ini menjadi penting bagi petani agar dapat memahami kualitas hasil panen dan memiliki informasi yang lebih jelas ketika jagung dipasarkan.

Dalam penyampaiannya, Aiptu Mujiono menjelaskan materi secara langsung kepada masyarakat dengan pendekatan dialogis. Warga juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi sehingga informasi mengenai kadar air dan indeks harga jagung dapat dipahami secara lebih mudah.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri mendampingi masyarakat sekaligus mendukung petani dalam memperoleh informasi yang bermanfaat.

"Kami berharap sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan petani mengenai Tabel Rafaksi. Dengan memahami indeks harga berdasarkan kadar air, masyarakat dapat memiliki gambaran yang lebih jelas terhadap nilai hasil panennya ketika dipasarkan," ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kemitraan antara Polri dengan warga.

Polsek Jorong akan terus mendorong kegiatan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian dan program ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Informasi yang jelas menjadi salah satu modal penting bagi petani sebelum memasarkan hasil panen. Hal tersebut dilakukan Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut melalui Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, yang menyampaikan sosialisasi mengenai Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi kepada masyarakat. Rabu (26/8).

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada warga mengenai isi Tabel Rafaksi, khususnya indeks harga jagung yang ditentukan berdasarkan kadar air. Pemahaman tersebut diharapkan membuat petani lebih mengetahui kualitas hasil panen serta memiliki informasi yang cukup terkait harga saat jagung dipasarkan.

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Febrian Anggara menjelaskan Tabel Rafaksi dengan pendekatan yang mudah dipahami masyarakat. Warga juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal yang ingin diketahui terkait kadar air dan harga jagung.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, edukasi kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri memberikan pendampingan yang bermanfaat bagi petani.

"Kami ingin masyarakat, khususnya petani jagung, memahami bahwa kadar air berkaitan dengan indeks harga. Dengan mengetahui Tabel Rafaksi, petani memiliki informasi yang lebih jelas mengenai hasil panennya sebelum dipasarkan," ujar AKP Muhammad Afianor.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat.

Polsek Bati-Bati akan terus mendorong kegiatan edukasi dan pendampingan sebagai bentuk dukungan terhadap petani serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Selasa, 25 Agustus 2026


Tanah Laut – Dalam rangka mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif, Satuan Samapta Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Tanah Laut, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan patroli menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta titik-titik yang berpotensi terjadinya gangguan Kamtibmas, di antaranya Jalan Paliat-Pelan Boeja Sin, Taman Kijang Mas, kawasan karaoke di Jalan Basuki Rahmat, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hasan Basri, Kecamatan Pelaihari.

Dalam pelaksanaan patroli, personel Sat Samapta melakukan pemantauan dan pengawasan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terhadap terjadinya tindak kriminalitas. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

Selain melakukan patroli, personel juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Kasat Samapta Polres Tanah Laut AKP Haryadi mengatakan bahwa kegiatan Patroli Perintis Presisi merupakan langkah preventif yang terus dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Patroli Perintis Presisi ini kami laksanakan secara rutin dengan menyasar lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” ujar AKP Haryadi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.

“Sinergi dan peran aktif masyarakat sangat kami perlukan. Dengan kerja sama yang baik antara Polri dan masyarakat, kami berharap situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Tanah Laut, khususnya Kecamatan Pelaihari, dapat terus terjaga dalam keadaan aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.

Tanah Laut – Polsek Takisung melaksanakan kegiatan pengecekan lapangan atau ground check hotspot menyusul adanya titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (25/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Takisung mendatangi lokasi yang terindikasi sebagai titik kebakaran lahan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pemantauan terhadap potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Berdasarkan hasil pemantauan melalui aplikasi, terdapat 1 (satu) titik api yang terdeteksi pada koordinat -3.94196129, 114.63059998, di wilayah Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung.

Pengecekan ini merupakan langkah cepat dan preventif Polsek Takisung dalam merespons informasi hotspot guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan serta mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Polsek Takisung juga terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya kebakaran atau titik api di wilayahnya.

Melalui kegiatan ground check hotspot secara rutin dan responsif, Polsek Takisung berkomitmen mendukung upaya Polres Tanah Laut dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla demi menjaga keamanan, kesehatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.


Tanah Laut – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Tambang Ulang melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk himbauan Karhutla di Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut.

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Melalui spanduk himbauan yang dipasang di sejumlah titik strategis, masyarakat diharapkan dapat memahami dampak dan bahaya Karhutla, baik terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan adanya titik api atau kejadian kebakaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polsek Tambang Ulang dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan Tambang Ulang.

Dengan adanya himbauan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran dan peran aktif seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta bersama-sama menjaga Kabupaten Tanah Laut agar tetap aman dan terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.

Statistik Pembaca