Jumat, 04 September 2026

Tanah Laut – Memahami kualitas hasil panen menjadi salah satu bekal penting bagi petani sebelum jagung dipasarkan. Hal itu menjadi perhatian personel Polsek Jorong Polres Tanah Laut saat memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Alur, Kecamatan Jorong. Sabtu (5/9).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Jorong mengenalkan Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi. Materi yang disampaikan memuat informasi mengenai indeks harga jagung berdasarkan tingkat kadar air yang tercantum dalam tabel.

Bagi petani, informasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat digunakan untuk memahami nilai hasil panen secara lebih objektif. Petani juga diharapkan mampu memperkirakan harga jagung yang akan diterima serta memiliki referensi ketika berhadapan dengan proses jual beli.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan edukasi tersebut penting untuk memperkuat pemahaman petani mengenai kualitas dan nilai hasil pertanian mereka.

“Petani perlu memahami Tabel Rafaksi karena di dalamnya terdapat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Pengetahuan ini dapat menjadi bekal bagi petani untuk mengetahui nilai hasil panennya dan memahami dasar harga saat melakukan transaksi,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Polsek Jorong terus mendorong penyampaian informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan penguatan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Mengetahui harga jagung tidak cukup hanya dengan melihat angka per kilogram. Kadar air turut menentukan indeks harga. Persoalan itu menjadi materi yang disampaikan personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut kepada masyarakat Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin. Sabtu (5/9).

Melalui sosialisasi Indeks Harga Jagung Sesuai Kadar Air atau Tabel Rafaksi, petani diperkenalkan pada isi tabel yang memuat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Penjelasan tersebut bertujuan agar petani memahami dasar penentuan harga, mampu memperkirakan nilai jual hasil panen, serta memiliki informasi yang cukup ketika melakukan transaksi.

Pemahaman itu diharapkan membuat petani tidak hanya mengetahui harga, tetapi juga memahami alasan di balik perbedaan nilai jagung berdasarkan kadar airnya. Dengan demikian, petani memiliki dasar informasi yang lebih kuat dalam menilai hasil panen yang akan dijual.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan untuk memperluas pengetahuan petani mengenai mekanisme penentuan harga jagung.

“Petani perlu memahami isi Tabel Rafaksi agar mengetahui indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan informasi tersebut, mereka dapat lebih tepat memperkirakan nilai hasil panen dan memiliki pengetahuan saat melakukan transaksi,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari berharap pemahaman tersebut dapat mendukung petani sekaligus memperkuat upaya ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca