Senin, 14 September 2026


Tanah Laut – Personel Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya titik api di wilayah hukum Polsek Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi di lapangan, ditemukan sebanyak satu titik hotspot yang berada di wilayah Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, pada sekitar pukul 12.00 WITA.

Titik hotspot tersebut berada pada koordinat Latitude -3,5358859 dan Longitude 114,7294853, dengan klasifikasi medium. Dari hasil pengecekan petugas di lokasi, kebakaran terjadi pada area semak belukar dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Mendapatkan informasi dari warga, personel piket Polsek Bati-Bati langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati adanya kebakaran semak belukar.

Petugas kemudian melakukan pemantauan serta memastikan kondisi di sekitar lokasi untuk mencegah api kembali menjalar ke area lainnya. Berdasarkan hasil pengecekan terakhir, api telah berhasil padam dan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., melalui jajaran Polsek Bati-Bati, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya pada musim kemarau dengan kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran maupun potensi yang dapat memicu kebakaran,” ujar Kapolres.

Polres Tanah Laut bersama seluruh jajaran Polsek terus meningkatkan kegiatan patroli, pemantauan titik hotspot, pengecekan lapangan, serta edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Tanah Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tanah Laut – Personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut menyambangi warga dan petani jagung di Desa Pemalongan, Kecamatan Pelaihari, untuk memberikan pemahaman mengenai Tabel Rafaksi sebagai salah satu acuan dalam menentukan nilai hasil panen. Selasa (15/9).

Dalam sosialisasi tersebut, petani dijelaskan bahwa kadar air menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian harga jagung. Melalui Tabel Rafaksi, petani dapat mengetahui indeks harga sesuai kondisi kadar air jagung yang dihasilkan.

Pengetahuan itu penting agar petani tidak hanya mengetahui harga secara umum, tetapi juga memahami dasar perhitungan nilai jagung yang akan dijual. Tabel Rafaksi dapat digunakan sebagai referensi untuk memperkirakan hasil penjualan, memahami perbedaan harga berdasarkan kadar air, serta menjadi bahan pembanding ketika melakukan transaksi dengan pembeli.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan, edukasi tersebut bertujuan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nilai hasil panennya.

“Petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani memiliki acuan untuk mengetahui harga berdasarkan kadar air dan lebih memahami nilai jagung yang mereka hasilkan,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari terus mendorong keterbukaan informasi kepada petani sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut terus memperkuat edukasi kepada petani jagung melalui sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga dan petani di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pelaihari. Selasa (15/9),

Sosialisasi tersebut memberikan penjelasan mengenai indeks harga jagung yang disesuaikan dengan kadar air. Tabel Rafaksi menjadi acuan untuk mengetahui penyesuaian nilai jagung berdasarkan kondisi hasil panen, sehingga petani memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum melakukan transaksi.

Pemahaman ini juga membantu petani memperkirakan nilai hasil panen, mengetahui dasar perhitungan harga, serta membandingkan harga berdasarkan kadar air jagung. Dengan demikian, petani memiliki referensi saat menjual hasil panen dan dapat melakukan transaksi secara lebih terbuka.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan, sosialisasi Tabel Rafaksi merupakan upaya memberikan pengetahuan praktis kepada petani agar lebih memahami nilai hasil pertaniannya.

“Petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani memiliki dasar untuk mengetahui harga berdasarkan kadar air dan dapat lebih percaya diri saat melakukan transaksi,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari berharap pemahaman tersebut dapat mendukung terciptanya transaksi jagung yang transparan sekaligus memperkuat kepercayaan petani terhadap pendampingan Polri di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Minggu, 13 September 2026


Tanah Laut – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah, personel Polsek Jorong, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring tempat ibadah serta umat Nasrani yang melaksanakan ibadah di wilayah hukum Polsek Jorong, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai sekitar pukul 09.30 WITA hingga selesai dengan menyasar sejumlah tempat ibadah yang berada di wilayah Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Jorong melakukan pemantauan situasi keamanan di sekitar tempat ibadah serta memastikan kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Adapun sejumlah tempat ibadah yang menjadi sasaran pengamanan dan monitoring yaitu GPDI El Roi di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Daniel Malonda, S.Th. dengan tema “Menjadi Saksi Kristus” dan diikuti sekitar 15 orang jemaat.

Selanjutnya, personel melaksanakan monitoring di GPDI Asam-Asam, Desa Simpang Empat Sungai Baru, dengan pendeta Sumardi Markus, S.Th. yang membawakan tema “Membawa Orang kepada Kristus”. Kegiatan ibadah tersebut diikuti sekitar 40 orang jemaat.

Pengamanan juga dilakukan di JKI ALC Asam-Asam, Desa Simpang Empat Sungai Baru, yang dipimpin Pendeta Darma Pabara, S.Th. dengan tema “Ujian Membuat Kita Semakin Kuat dan Dewasa”. Ibadah diikuti sekitar 22 orang jemaat.

Sementara itu, monitoring turut dilaksanakan di GBI Asam-Asam, Desa Simpang Empat Sungai Baru, dengan Pendeta Solvinawaty, S.Th. yang menyampaikan tema “Murid Kristus yang Melayani”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15 orang jemaat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh tempat ibadah yang menjadi sasaran pengamanan terpantau aman dan kondusif. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan umat Nasrani dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. melalui jajaran Polsek terus menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan yang humanis kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Kegiatan pengamanan dan monitoring tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus menjamin masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan nyaman di wilayah Kabupaten Tanah Laut.



Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. memberikan sejumlah arahan dan penekanan kepada seluruh personel Polres Tanah Laut untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, pada apel pagi jam pimpinan, Senin (14/9).

Dalam arahannya, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengingatkan personel agar senantiasa mengawali setiap hari dengan mengingat dan mensyukuri berbagai hal baik yang masih dititipkan Tuhan. Menurutnya, rasa syukur menjadi salah satu hal penting untuk membangun pikiran positif sehingga setiap tugas dapat diawali dengan semangat dan niat yang lebih baik.

“Marilah kita senantiasa mengawali hari dengan mengingat hal-hal baik yang masih dititipkan Tuhan kepada kita. Dengan begitu, kita dapat memulai hari dan melaksanakan tugas dengan lebih baik,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang hingga saat ini telah bersama-sama menjaga nama baik Polres Tanah Laut. Ia menegaskan bahwa nama baik institusi tidak dapat dibeli dengan uang, tetapi dibangun melalui kerja keras, dedikasi, integritas, serta perilaku seluruh personel dalam melaksanakan tugas.

“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang sampai saat ini terus menjaga nama baik Polres Tanah Laut. Nama baik tidak dapat dibeli dengan uang. Semua ini merupakan hasil kerja keras kita bersama dalam berbagai hal, termasuk melalui kolaborasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kapolres memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan personel yang melaksanakan tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta pengaturan lalu lintas di wilayah yang terdampak kabut asap.

Personel diminta untuk selalu menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kesehatan selama bertugas di lokasi yang terdapat paparan asap. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kesehatan personel agar dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Dalam hal pelayanan kepada masyarakat, Kapolres menekankan agar seluruh personel memberikan pelayanan dengan baik, humanis, ramah, responsif, dan profesional. Setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan maupun kehadiran Polri diharapkan mendapatkan perlakuan yang baik serta pelayanan sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, Kapolres kembali mengingatkan seluruh personel agar menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng nama baik institusi Polri. Personel secara tegas diminta untuk menjauhi judi online (judol), pinjaman online (pinjol) yang bermasalah, narkotika, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

Kapolres berharap seluruh personel dapat menjaga disiplin, integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas, serta terus membangun soliditas dan sinergitas dengan seluruh pihak.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jaga kesehatan dan keselamatan, serta jangan melakukan pelanggaran yang dapat merusak diri sendiri maupun nama baik institusi,” tegasnya.

Tanah Laut – Fasilitas pengeringan jagung yang bekerja sama dengan Primkopol Polda Kalimantan Selatan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, mulai beroperasi untuk mendukung penanganan hasil panen petani. Senin (14/9).

Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, melakukan pemantauan terhadap aktivitas gudang pengeringan tersebut. Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 20 ton dan digunakan untuk membantu proses pengeringan jagung sebelum hasil panen dipasarkan.

Pengoperasian dryer menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas jagung, terutama dengan membantu menurunkan kadar air sesuai kebutuhan. Dengan proses pengeringan yang lebih terukur, hasil panen diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dan dapat dipersiapkan untuk memenuhi standar pemasaran.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan dukungan nyata bagi petani dalam menangani hasil panen.

“Dryer sudah beroperasi dengan kapasitas 20 ton. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu petani dalam proses pengeringan sehingga jagung lebih siap untuk dipasarkan,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus melakukan pemantauan dan mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Bati-Bati. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Informasi mengenai harga menjadi bagian penting yang perlu diketahui petani sebelum memasarkan hasil panennya. Personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut menyampaikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari. Senin (14/9).

Dalam kegiatan tersebut, petani diberikan pemahaman mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Tabel Rafaksi membantu petani mengetahui hubungan antara kadar air dengan nilai jagung, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai dasar penentuan harga.

Manfaat lainnya, petani dapat menggunakan Tabel Rafaksi sebagai referensi untuk memperkirakan nilai hasil panen dan memahami perbedaan harga sesuai kondisi jagung. Pengetahuan tersebut diharapkan membuat petani lebih siap saat melakukan transaksi dan tidak hanya bergantung pada informasi dari pihak lain.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petani sekaligus mendorong keterbukaan informasi dalam transaksi hasil pertanian.

“Petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Dengan memahami Tabel Rafaksi, mereka dapat mengetahui indeks harga berdasarkan kadar air dan memiliki dasar untuk menilai hasil panennya,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari terus mendorong edukasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan serta penguatan pengetahuan masyarakat di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 



Tanah Laut – Polsek Kurau, Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Kurau. Salah satunya melalui kegiatan Ground Check Hotspot untuk memastikan keberadaan titik panas yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Kurau.

Pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 16.00 WITA, personel Polsek Kurau mendatangi lokasi yang terindikasi sebagai titik hotspot di Desa Tambak Karya, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah cepat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap informasi titik panas sekaligus memastikan kondisi di lapangan. Personel melakukan pemantauan dan pemeriksaan di sekitar lokasi guna mengetahui apakah hotspot tersebut berkaitan dengan adanya kebakaran lahan.

Ground Check Hotspot merupakan bagian dari upaya Polres Tanah Laut melalui jajaran Polsek untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi Karhutla. Dengan pengecekan secara langsung, setiap informasi mengenai titik panas dapat segera ditindaklanjuti sehingga potensi kebakaran yang lebih luas dapat dicegah.

Selain melakukan pengecekan, personel juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. sebelumnya menekankan kepada seluruh jajaran agar terus mengoptimalkan patroli, pemantauan titik hotspot dan respons cepat terhadap setiap potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus memperkuat langkah preventif dan respons cepat dalam penanganan Karhutla melalui sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait serta masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi meluasnya kebakaran lahan sekaligus menjaga keamanan, kesehatan dan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.



Statistik Pembaca