Minggu, 22 September 2024

Tanah Laut – Polres Tanah Laut melaksanakan pengamanan ketat pada acara penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Laut, Minggu (22/09). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pilkada serentak yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dan akan berlangsung selama 2 hari.
Kapolres Tanah Laut, AKBP M. Junaeddy Johnny, S.i.k., M.H., menyatakan bahwa pengamanan ini dilakukan untuk memastikan proses penetapan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. “Kami menerjunkan personel dalam jumlah cukup untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga akhir acara, guna menjaga stabilitas keamanan,” ujarnya.

Pengamanan ini tidak hanya dilakukan di area kantor KPU, tetapi juga di beberapa titik strategis di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi keramaian atau gangguan ketertiban. Polres Tanah Laut juga bekerja sama dengan pihak TNI serta Satpol PP dalam menjaga situasi agar tetap terkendali.
Penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Tanah Laut menjadi salah satu tahapan krusial dalam pelaksanaan Pilkada. Dalam acara tersebut, KPU resmi mengumumkan kandidat yang akan maju dalam pemilihan mendatang.

Kapolres Tanah Laut berharap masyarakat tetap tenang dan mendukung proses demokrasi ini dengan menjaga keamanan serta kedamaian di wilayahnya masing-masing. “Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan menghormati setiap tahapan pemilu yang sedang berlangsung,” tutupnya.

Dengan adanya pengamanan dari Polres Tanah Laut, diharapkan seluruh rangkaian Pilkada di Kabupaten Tanah Laut dapat berjalan dengan lancar dan aman hingga pemungutan suara nanti.

Sabtu, 21 September 2024

 TANAH LAUT - Polres Tanah Laut melaksanakan pengamanan ketat dalam rangka rapat koordinasi persiapan kampanye Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan dan Pemilihan Bupati Tanah Laut di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Laut.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Tanah Laut, Arif Mukhyar, berlangsung dengan lancar dan aman berkat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Selain Ketua KPU, rapat ini juga dihadiri oleh seluruh komisioner KPU Tanah Laut, perwakilan partai politik, serta beberapa pejabat daerah terkait.

Kapolres Tanah Laut AKBP M. Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H. mengungkapkan bahwa pengamanan rapat ini merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk memastikan seluruh tahapan Pemilu berlangsung dengan tertib dan aman. “Kami memastikan situasi yang kondusif agar seluruh rangkaian rapat hingga kampanye mendatang dapat berjalan dengan baik,” ujar Kapolres.

Dalam rapat tersebut, berbagai hal teknis terkait penyelenggaraan kampanye dibahas, termasuk tata tertib kampanye, aturan lokasi, serta protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. Ketua KPU Arif Mukhyar menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa kampanye hingga pemilihan berlangsung.

Polres Tanah Laut akan terus melakukan pengawalan ketat pada setiap tahapan Pilkada untuk memastikan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Kamis, 19 September 2024

Tanah Laut – Bhabinkamtibmas Desa Tungkaran Bripka Andri, menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung meriah di Masjid At-Taqwa, Desa Tungkaran, Jumat (20/9/2024). Kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Andri tidak hanya hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di desa, namun juga menyampaikan beberapa himbauan penting menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Di hadapan jamaah, Bripka Andri menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar warga dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif selama proses Pilkada berlangsung.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Tungkaran untuk tetap menjaga kerukunan dan toleransi antar sesama. Mari kita sikapi perbedaan pilihan dalam Pilkada dengan bijaksana dan damai. Jangan sampai ada perpecahan di antara kita karena perbedaan pandangan politik,” ujar Bripka Andri.

Ia juga menekankan peran penting tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga suasana desa tetap aman dan nyaman, terutama saat situasi politik seringkali memanas. “Tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat berperan dalam memberikan pemahaman kepada warga untuk selalu menjaga persatuan. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong atau ujaran kebencian yang bisa memecah belah,” tambahnya.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran Pilkada 2024. Masyarakat Desa Tungkaran mengapresiasi kehadiran Bripka Andri dan himbauan yang diberikan, berharap dapat mewujudkan pemilihan yang aman, tertib, dan damai di wilayah mereka.

Dengan peringatan ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga persatuan dan kedamaian dapat diterapkan oleh seluruh warga Desa Tungkaran, terutama dalam menghadapi Pilkada mendatang.

Tanah Laut – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Polres Tanah Laut menggelar patroli di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanah Laut pada Rabu (18/9).


Patroli ini bertujuan untuk memastikan keamanan di sekitar kantor penyelenggara dan pengawas pemilu, serta mencegah potensi gangguan keamanan yang bisa mengganggu persiapan pelaksanaan Pilkada serentak. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Tanah Laut untuk menciptakan suasana yang aman dan damai selama tahapan Pilkada berlangsung.

Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung terselenggaranya Pilkada yang aman, damai, dan demokratis.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penjagaan ketat di seluruh titik strategis, termasuk kantor KPU dan Bawaslu. Diharapkan masyarakat juga dapat berperan aktif dalam menjaga situasi yang kondusif,” ujar Kapolres.

Selain patroli, Polres Tanah Laut juga akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya pesta demokrasi ini.
Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi Kamtibmas di Kabupaten Tanah Laut dapat terus terjaga, dan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Siswa Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) RI, Nur Fatia Azzahra (22), merupakan seorang tunadaksa. Dia dan satu siswa Sepolwan bernama Novita Fajrin dinyatakan lolos dan memenuhi syarat mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri jalur disabilitas Tahun Anggaran 2024.

Fatia menceritakan dirinya difabel sejak lahir. Perundungan dan nasihat orang tua, lanjut Fatia, adalah dua hal yang membentuk mentalnya sehingga kuat.

"Waktu SD saya pernah mengalami bullying dikarenakan saya tidak bisa olahraga voli, bully-an verbal. Saya Cuma bisa nangis dan kasih tahu orang tua kalau saya itu kenapa di-bully sama teman," cerita Fatia kepada wartawan di Sepolwan RI, Ciputat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (19/2024).

"Ayah dan ibu bilang kalau saya itu istimewa, tidak boleh minder dan malu, dan harus membuktikan kalau bisa," sambung dia.

Fatia menyampaikan sang ayah kerap mengajaknya ke luar rumah untuk sekadar bermain, hingga mengajarkan soal kemandirian. Ayah Fatia kerap mendorong Fatia untuk berani merantau.

"Dan alhamdulillah selalu dilatih ayah di depan rumah seperti diajak bermain bulu tangkis, diajak main voli. Meskipun tidak hebat, tapi akhirnya saya bisa mainnya. Ayah selalu memberikan gambaran terkait perantauan. Ayah bilang, 'Merantau akan membuat kamu lebih berkembang'," jelas Fatia sambil

Fatia mengungkapkan sang ayah pernah mengajaknya dari Bangka merantau ke Jambi. Fatia menyebut ajaran ayah membuat dirinya menemukan banyak hal untuk mandiri dan hidup setara meski kondisi fisiknya disabilitas.

"Sejak SMA saya pernah ikut ayah kuliah S2 di Jambi, Unja. Ayah memberikan gambaran soal kehidupan di perantauan. Alhamdulillahnya sampai saat ini saya merasa banyak hal yang membuat saya mandiri selama merantau," terang Fatia.

Perempuan asli Bangka Belitung (Babel) ini menjelaskan didikan orang tua menjadikan membentuk dirinya menjadi perempuan yang bertekad kuat. Contoh, meski Fatia disabilitas namun dia bersekolah di umum.

"Saya difabel dari lahir. Saya disekolahkan di sekolah reguler. Saya di SD Islam terpadu, dan SMP-SMA di negeri. Saya kuliah merantau ke Jogja, di UII Fakultas Psikologi," ucap Fatia.

Fatia lulus dengan nilai sangat memuaskan yakni cumlaude. "(IPK-nya) 3,56, kuliah 3 tahun 8 bulan," lanjut Fatia.

Ia mengaku sangat gembira saat tahu Polri membuka penerimaan anggota dari jalur disabilitas. Sulung dari dua bersaudara ini lalu menyampaikan ke orang tuanya soal keinginan menjadi polwan.

"Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya tidak mungkin diterima. Saya cari tahu sendiri (soal penerimaan jalur disabilitas) di IG (Instagram). Awalnya orang-orang yang kenal saya tidak sangka saya mau jadi polisi, karena yang orang-orang tahu saya mau ambil S2," cerita Fatia.

Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.

Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian.

"Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu.

Rabu, 18 September 2024

Tanah Laut – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Polres Tanah Laut menggelar patroli di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanah Laut pada Rabu (18/9).

Patroli ini bertujuan untuk memastikan keamanan di sekitar kantor penyelenggara dan pengawas pemilu, serta mencegah potensi gangguan keamanan yang bisa mengganggu persiapan pelaksanaan Pilkada serentak. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Tanah Laut untuk menciptakan suasana yang aman dan damai selama tahapan Pilkada berlangsung.

Kapolres Tanah Laut AKBP Muhammad Junaeddy Johnny, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung terselenggaranya Pilkada yang aman, damai, dan demokratis. 

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan penjagaan ketat di seluruh titik strategis, termasuk kantor KPU dan Bawaslu. Diharapkan masyarakat juga dapat berperan aktif dalam menjaga situasi yang kondusif," ujar Kapolres.

Selain patroli, Polres Tanah Laut  juga akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya pesta demokrasi ini.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi Kamtibmas di Kabupaten Tanah Laut dapat terus terjaga, dan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Polri menggelar kejuaraan nasional Pencak Silat Kapolri Cup yang berlangsung mulai tanggal 19 hingga 22 September 2024. Kejurnas ini diikuti peserta dari TNI- Polri, instansi dan juga pelajar. 

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tujuan penyelenggaraan event ini adalah untuk membangun dan mewujudkan sumber daya Polri yang bertakwa, tangguh dan berprestasi. 

“Kejuaraan ini juga merupakan upaya menggali dan membentuk atlet Pencak Silat sekaligus mempererat silahturahmi antar perguruan dan mengembangkan dan melestarikan budaya Indonesia dalam sinergitas TNI-Polri se-Indonesia,” ujar Irjen Pol. Dedi Prasetyo. 

Kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup 2 juga merupakan salah satu agenda Komite Olahraga Polri (KOP) agar para atlet Pencak Silat Polri mendapat kesempatan untuk mengukur kemampuannya. 

"Atlet silat Polri cukup memiliki prestasi yang membanggakan. Seperti di PON Aceh Sumut yang sedang berlangsung, salah satu atlet Polri Bripda Made Aldi Sancitayasa menyumbang medali perak untuk provinsi Bali, " Tambah Irjen Pol Dedi Prasetyo yang juga merupakan ketua harian KOP. 

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan memimpin langsung upacara pembukaan kejurnas yang digelar di Gelanggang Olahraga dan Rekreasi, Ciracas, Jakarta Timur.

Sejumlah tamu penting juga akan menghadiri upacara pembukaan kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup 2. Salah satunya adalah Presiden RI terpilih yang juga merupakan ketua Ikatan Pencak Silat (IPSI) Prabowo Subianto. 

Antusias atlet Pencak Silat cukup tinggi mengikuti kejuaraan ini. Tahun pertama penyelenggaraan kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup diikuti oleh 3.800 peserta yang berasal dari 34 provinsi. 

Kejurnas ini dibagi dalam beberapa kategori, yakni kategori TNI, Polri, serta pelajar yang dikelompokkan berdasarkan tingkatan sekolah SD, SMP, dan SMA.

Beberapa perguruan Pencak silat di indonesia seperti PSHT, Merpati Putih, Kera Sakti dan Cimande juga memastikan mengikuti kejuaraan nasional Pencak Silat Kapolri Cup 2.

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menyita sejumlah aset milik terpidana narkoba Hendra Sabarudin (HS) sebesar Rp221 miliar dari kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana asal peredaran gelap narkotika.

Pengungkapan kasus TPPU berkat kerjasama dengan Ditjen Pas Kemenkumham, PPATK dan BNN. Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan, penyelidikan awal berdasarkan informasi dari Ditjen Pas adanya narapidana di Lapas Tarakan Kelas II A yang kerap berbuat onar.

Dari informasi tersebut kata Wahyu, kemudian Bareskrim melakukan penyelidikan dengan bekerjasama dengan DitjenPas, PPATK dan BNN. "Dari hasil penyelidikan, HS masih mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia Bagian Tengah khususnya wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Bali dan Jawa Timur, artinya meskipun berada di dalam lapas dia masih memiliki kemampuan untuk peredaran narkoba," kata Wahyu dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (18/9/2024).

Dari kegiatan pengendalian yang dilakukan terpidana HS, kata Wahyu barang haram jenis sabu yang telah masuk ke Indonesia dari Malaysia sebanyak 7 ton lebih dari tahun 2017 sampai 2024. Uang dari hasil peredaran narkoba jenis sabu tersebut kemudian disamarkan oleh HS dibantu oleh delapan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun peran delapan tersangka berinisial TR, MA, SY, CA, AZ, NY, RO dan AY yakni mengelola aset dan melakukan pencucian uang. Wahyu mengungkapkan berdasarkan analisis dari PPATK, perputaran uang bisnis narkoba sindikat jaringan Malaysia-Indonesia Bagian Tengah ini selama enam tahun mencapai Rp2,1 miliar.

"Sebagian uang yang didapatkan dari hasil penjualan narkoba digunakan untuk membeli aset-aset yang sudah bisa kita nilainya Rp221 miliar," kata Wahyu.

Wahyu merinci aset-aset yang telah disita sebagai barang bukti tindak pidana pencucian uang yaitu, 21 kendaraan roda empat, 28 kendaraan roda dua, lima kendaraan laut (1 Speed Boat, 4 Kapal), 2 kendaraan jenis ATV, 44 bidang tanah dan bangunan, 2 jam tangan Mewah, uang tunai Rp 1.200.000.000 dan deposito sebesar Rp. 500.000.000.

Wahyu membeberkan modus HS melakukan pencucian uang dengan cara menyamarkan melalui tiga tahap, pertama penempatan uang HS ditransfer atau setor tunai ke rekening atas nama para tersangka dan orang lain, kedua uang tersebut dikirim ke rekening penampung dan kemudian dikirim ke rekening-rekening lain untuk digunakan. Dan ketiga uang milik HS kemudian oleh para tersangka dibelikan atau membelanjakan aset bergerak dan tidak bergerak.

Wahyu mengatakan para tersangka dijerat dengan Pasal 3,4,5, 6 dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Atau Pasal 137 huruf a, b Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika & Pasal 55 (1) ke 1 KUHP. "Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," ucapnya.

Jenderal bintang tiga ini menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perang terhadap kejahatan narkoba. Tidak hanya dengan menangkap para bandar dan pelaku, tetapi juga akan memiskinkan untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

"Ini pesan kepada mereka, bahwa kami akan kejar sampai aset-asetnya, kami akan lakukan TPPU. Jajaran Bareskrim hingga tingkat daerah kami telah perintahkan setiap pengungkapan kejar TPPU. Hanya dengan memiskinkan akan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda. Tahun 2030 kita menghadapi bonus demografi dan itu harus kita jaga untuk menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Wahyu.

Ia pun berterima kasih kepada PPATK, DitjenPas, BNN dan Kejaksaan atas kolaborasi dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya.

Statistik Pembaca