Tanah Laut — Upaya penguatan sektor pertanian terus dilakukan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri milik Poktan Harapan Jaya atas nama Iswanto di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung. Kamis (23/04).
Rabu, 22 April 2026
Selasa, 21 April 2026
Tanah Laut – Satuan Binmas Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Bimbingan Keamanan Swakarsa (Binkamsa) di Rutan Kelas IIB Pelaihari, yang bertempat di halaman depan Rutan Kelas IIB Pelaihari, Selasa (20/4).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Tanah Laut AKP Mujiyono beserta anggota Sat Binmas Polres Tanah Laut, didampingi Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, serta diikuti oleh sekitar 30 anggota Rutan Kelas IIB Pelaihari.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Tanah Laut AKP Mujiyono dan didampingi Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari. Apel bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas antara Polri dan petugas pemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selanjutnya, personel Sat Binmas memberikan materi pelatihan terkait penggunaan pegangan 1 dan pegangan 2, serta penggunaan borgol sebagai sarana untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan pelaku apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan rutan.
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan senjata api beserta amunisi guna memastikan kelayakan, keamanan, dan kesiapsiagaan perlengkapan dinas yang dimiliki petugas Rutan Kelas IIB Pelaihari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan personel Rutan dalam menjaga keamanan semakin meningkat, serta terjalin kerja sama yang baik antara Polres Tanah Laut dan Rutan Kelas IIB Pelaihari dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Kasat Binmas Polres Tanah Laut AKP Mujiyono menyatakan bahwa melalui kegiatan Binkamsa ini, kami dari Sat Binmas Polres Tanah Laut berupaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan petugas Rutan Kelas IIB Pelaihari dalam menjaga keamanan lingkungan kerja.
Materi yang kami berikan meliputi teknik pengamanan, penggunaan borgol, serta pengecekan senjata api dan amunisi agar seluruh personel selalu siap menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Kami berharap sinergitas antara Polri dan pihak Rutan terus terjalin dengan baik demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.” ujar Kasat Binmas Polres Tanah Laut AKP Mujiyono.
Tanah laut - Polres Tanah Laut menggelar kegiatan Press Conference sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkoba yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., didampingi Kasatresnarkoba Iptu M. Firmansyah Baso, S.Tr.K., M.H., serta Kasi Humas AKP Hari Setiawan, A.Md. Kegiatan tersebut dihadiri awak media Kabupaten Tanah Laut dan dilaksanakan di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Rabu (22/4).
Dalam konferensi pers tersebut disampaikan bahwa Satresnarkoba Polres Tanah Laut berhasil mengungkap sebanyak 6 kasus narkotika selama periode 21 Maret 2026 sampai dengan 19 April 2026. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 7 orang tersangka, seluruhnya laki-laki.
Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa narkotika jenis sabu dengan berat bersih 1.151,93 gram atau kurang lebih 1,1 kilogram. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.150,55 gram dimusnahkan, sementara sisanya telah disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium serta pembuktian di persidangan.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Tanah Laut dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Laut.
“Apabila narkotika jenis sabu tersebut beredar dan dikonsumsi masyarakat, maka diperkirakan dapat merusak serta membahayakan ribuan jiwa. Dari hasil penyitaan ini, kami berhasil menyelamatkan sekitar 28.262 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” tegas Kapolres.
Selain itu, apabila dinominalkan, barang bukti sabu tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp1.375.000.000.
Dari data penyidikan, rata-rata tersangka berusia antara 30 hingga 50 tahun, dengan latar belakang pendidikan mayoritas SD dan SMP yang tidak tamat. Sedangkan pekerjaan para tersangka sebagian besar tidak bekerja, nelayan, dan swasta. Saat ini, sebanyak 4 perkara masih dalam proses penyidikan dan koordinasi dengan pihak kejaksaan.
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pencegahan, penindakan, serta kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama memerangi peredaran narkotika dengan cara meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar, keluarga, dan pergaulan anak-anak.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Tanah Laut untuk tidak mencoba-coba narkoba dalam bentuk apa pun. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. Peran aktif masyarakat sangat penting demi menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan Tanah Laut yang bersih dari narkoba,” pungkas Kapolres.
TANAH LAUT – Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran kepolisian. Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman kelapa sawit milik warga, Sdr. Prasetyo, di Desa Batu Mulia, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (22/04).
Kegiatan monitoring tersebut dilakukan langsung di lahan seluas 1 hektar dengan kondisi tanaman jagung yang telah memasuki usia sekitar 60 hari. Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman terlihat cukup baik dan berpotensi memberikan hasil panen yang optimal.
Kapolsek Panyipatan dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Panyipatan.
“Monitoring ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kepada para petani, serta memastikan bahwa program pertanian berjalan dengan baik. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di tengah-tengah masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut,” tambahnya.
Dengan adanya sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Panyipatan.
Senin, 20 April 2026
Tanah Laut – Polres Tanah Laut Polda Kalimantan Selatan melaksanakan Upacara Bendera Hari Kesadaran Nasional bulan April 2026, yang berlangsung dengan khidmat, Selasa (21/4/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K.,M.I.K. selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Wakapolres Tanah Laut, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta ASN Polres Tanah Laut.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan semangat disiplin dan tanggung jawab sebagai aparat Negara.
Dalam amanat Kapolda Kalimantan Selatan yang dibacakan Kapolres Tanah Laut, disampaikan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen sebagai aparatur negara.
“Melalui momentum ini, kita diingatkan untuk terus memperkuat disiplin, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pengabdian, agar kehadiran kita benar-benar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolres saat membacakan amanat.
Lebih lanjut disampaikan, sebagai anggota Polri, personel dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif dan visioner dalam menyikapi perkembangan situasi global, nasional, hingga daerah.
Kapolda juga menyoroti dinamika geopolitik global yang saat ini masih diwarnai berbagai konflik, seperti di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada sektor energi dunia hingga memicu kenaikan harga minyak. Dampak tersebut turut dirasakan di dalam negeri, termasuk melalui penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat, yang pada akhirnya dapat berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain itu, menjelang momentum Hari Buruh Internasional (May Day), personel Polri diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengingat adanya dinamika aksi penyampaian aspirasi di wilayah Kalimantan Selatan.
Kapolda menegaskan pentingnya membangun sense of awareness dan sense of crisis, serta mengedepankan langkah antisipatif dalam pelaksanaan tugas.
“Polri tidak hanya menangani, tetapi harus mampu mengantisipasi. Tidak hanya merespon, tetapi mencegah. Tidak hanya hadir saat masalah terjadi, tetapi hadir sebelum masalah itu muncul,” tegasnya.
Di akhir amanat, disampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Kalsel dan jajaran atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan, serta mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab.Upacara Hari Kesadaran Nasional ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Polres Tanah Laut untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tanah Laut – Upaya mendukung ketahanan pangan terus digencarkan jajaran kepolisian. Salah satunya melalui kegiatan monitoring persiapan tanam jagung yang dilakukan di lahan binaan Polri, tepatnya di area Pospol Bajuin, Desa Bajuin, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Lahan seluas 1 hektare tersebut dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Sekawan milik WAGINO, yang berlokasi di Jalan Sido Rukun. Kegiatan monitoring ini difokuskan pada kesiapan lahan menjelang masa tanam yang direncanakan berlangsung pada akhir April 2026.
Dalam peninjauan tersebut, petugas memastikan kondisi lahan sudah melalui tahap pembersihan dan pengolahan awal. Selain itu, kesiapan sarana pendukung seperti benih, pupuk, serta sistem pengairan juga menjadi perhatian guna menunjang hasil panen yang optimal.
Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany, S.E., S.H., M.M., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Monitoring ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan binaan Polri agar proses tanam dapat berjalan tepat waktu dan maksimal. Kami juga terus berkoordinasi dengan kelompok tani agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, diharapkan kegiatan tanam jagung di lahan binaan tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan panen yang optimal, sejalan dengan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Minggu, 19 April 2026
Tanah Laut – Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut, melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Bersemi, milik Sdr. Adriansyah, di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Senin (20/04).
Lahan jagung yang dipantau berada di RT 09 RW 04 dengan luas kurang lebih 3 hektare. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, tanaman jagung saat ini berumur sekitar 40 hari dan dalam kondisi tumbuh cukup baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan proses pertanian masyarakat berjalan aman dan lancar.
Kapolsek Pelaihari menyampaikan bahwa monitoring ini rutin dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada kelompok tani binaan.
“Kami terus melakukan pengecekan dan pendampingan agar tanaman jagung dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Selain itu, kehadiran anggota di lapangan juga untuk memberikan rasa aman dan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pembinaan terhadap kelompok tani seperti Poktan Bersemi, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Dengan adanya kegiatan monitoring ini, diharapkan situasi kamtibmas tetap kondusif serta kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polsek Pelaihari, semakin meningkat.
#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut
Pelaihari – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Tanah Laut, personel Sat Samapta Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan patroli pada Minggu (19/04/2026) malam.
Kegiatan patroli dengan sasaran Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk memastikan keamanan di objek vital serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Dalam pelaksanaannya, petugas patroli melakukan pemantauan situasi di sekitar area rumah tahanan, berkoordinasi dengan petugas jaga, serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan terkendali. Selain itu, personel juga memberikan imbauan agar kewaspadaan selalu ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan malam hari.
Kegiatan patroli ini sekaligus menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dan pada objek-objek penting guna memberikan rasa aman serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Kasat Samapta Polres Tanah Laut AKP Haryadi menyampaikan bahwa patroli rutin akan terus dilaksanakan sebagai langkah nyata menjaga kondusifitas daerah hukum Polres Tanah Laut.
“Patroli ini merupakan komitmen kami dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya pada objek vital seperti rumah tahanan. Kami akan terus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar AKP Haryadi.

.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)






%20Polri%20Untuk%20Masyarakat%20(1%20M%20x%203%20M).jpg)





