Minggu, 03 Mei 2026

Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy, menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, pada Senin (4/5) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Tanah Laut tersebut dimulai pukul 07.45 WITA hingga selesai. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Ketua PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Direktur RSUD, jajaran Puskesmas, serta perwakilan sekolah se-Kabupaten Tanah Laut.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, yang dalam amanatnya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat peran daerah sebagai motor penggerak pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, kemandirian daerah, serta inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Alam Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, yang menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Kehadiran Kapolres Tanah Laut bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut merupakan wujud dukungan Polri terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif guna menunjang keberhasilan pembangunan dan dunia pendidikan.

Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana mempererat sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan amanat Inspektur Upacara, serta diakhiri dengan doa bersama. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat nasionalisme dan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Laut.

Tanah Laut — Keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung sektor pertanian kembali terlihat di Kabupaten Tanah Laut. Wakapolsek Pelaihari, IPTU Madansyah, bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian untuk melaksanakan kegiatan tanam jagung di wilayah Desa Bajuin, Kecamatan Pelaihari. Senin (04/05).

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik Polri yang berlokasi di Jalan Raya Bajuin RT 06 RW 03, dengan luas sekitar satu hektar. Lahan tersebut digarap oleh petani lokal, Ngadiyo, yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekawan.

Dalam suasana kerja yang sederhana namun penuh semangat, aparat kepolisian dan petani bahu-membahu melakukan penanaman jagung sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian ini mencerminkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para petani.

IPTU Madansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu petani, tetapi juga sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada para petani. Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional, dan Polri siap berperan aktif dalam setiap prosesnya, mulai dari penanaman hingga panen,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Program pemanfaatan lahan Polri untuk pertanian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan aset yang ada, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan luas lahan satu hektar, penanaman jagung ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dan berkontribusi terhadap pasokan pangan di wilayah Tanah Laut.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Tanah Laut - Aparat kepolisian dari Polsek Jorong melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi mesin pengering (dryer) jagung yang berada di Rt. 23 Dusun Sukorejo, Desa Sabuhur. Fasilitas yang dikelola oleh Suyono tersebut kini dilaporkan dalam kondisi rusak parah dan tidak lagi dapat digunakan. Senin (04/05).

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, mesin dryer yang merupakan pengadaan tahun 2015 itu telah lama terbengkalai. Upaya perbaikan sempat dilakukan pada tahun 2022, namun tidak membuahkan hasil, sehingga hingga saat ini alat tersebut tetap tidak berfungsi.

Kerusakan yang terjadi tergolong serius, meliputi mesin pembakaran yang sudah tidak dapat dioperasikan, sistem rolling yang rusak akibat korosi, serta rel pemutar yang mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menyebabkan fasilitas yang sebelumnya diharapkan mampu mendukung proses pascapanen petani jagung tidak lagi memberikan manfaat.

Pihak pengelola telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pertanian setempat dengan harapan adanya tindak lanjut berupa perbaikan atau penggantian alat. Namun hingga saat ini, mesin tersebut masih belum mendapatkan penanganan.

Kapolsek Jorong dalam keterangannya menegaskan bahwa keberadaan fasilitas pengering jagung sangat penting dalam menjaga kualitas hasil panen petani, terutama saat musim panen raya.

“Kami sangat menyayangkan kondisi dryer yang sudah tidak dapat difungsikan ini. Padahal fasilitas ini memiliki peran strategis dalam membantu petani menjaga kualitas dan nilai jual hasil panen jagung. Kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah terkait agar alat ini dapat segera diperbaiki atau diganti,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan monitoring terhadap sarana pendukung pertanian di wilayahnya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan tidak berfungsinya mesin tersebut, para petani di Desa Sabuhur kini harus mencari alternatif lain untuk proses pengeringan jagung, yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menurunkan kualitas hasil panen.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Sabtu, 02 Mei 2026

Tanah Laut - Personel Polsek Pelaihari melakukan pengecekan terhadap fasilitas pengering (dryer) yang berlokasi di RT 7 RW 3, Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Dryer tersebut diketahui dikelola oleh Arifin dan merupakan bantuan dari pemerintah yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat setempat. Minggu (03/05).

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi dryer saat ini dalam keadaan rusak sehingga tidak dapat difungsikan. Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas petani, khususnya dalam proses pengeringan hasil panen jagung yang sangat bergantung pada alat tersebut.

Padahal, keberadaan dryer sangat penting untuk membantu menurunkan kadar air jagung secara optimal, menjaga kualitas hasil panen, serta meningkatkan nilai jual di pasaran. Tanpa alat pengering yang memadai, petani berisiko mengalami kerugian, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung proses pengeringan secara alami.

Kapolsek Pelaihari dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Pelaihari. “Kami berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah terkait untuk perbaikan dryer ini, sehingga dapat kembali beroperasi dan membantu para petani dalam proses pengeringan hasil panen jagung,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus berperan aktif dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Tanah Laut - Personel Polsek Pelaihari melakukan pengecekan terhadap fasilitas pengering (dryer) milik warga, Supardi, yang berlokasi di Desa Sumber Mulia RT 12, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung sektor pertanian serta memastikan sarana pendukung produksi hasil tani tetap berfungsi optimal, Minggu (03/05).

Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi dryer dalam keadaan baik dan hingga saat ini masih aktif beroperasi. Keberadaan alat pengering tersebut sangat membantu petani, khususnya dalam proses pengeringan hasil panen jagung. Dengan menggunakan dryer, kadar air pada jagung dapat dikurangi secara maksimal sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga, tidak mudah rusak, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Selain itu, proses pengeringan yang lebih cepat dan merata juga membantu petani menghindari kerugian akibat cuaca yang tidak menentu. Hal ini menjadikan dryer sebagai salah satu sarana penting dalam mendukung keberhasilan panen dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kapolsek Pelaihari dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap sarana dan prasarana pertanian di wilayah hukumnya. “Kami dari Polsek Pelaihari berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan memastikan fasilitas seperti dryer ini berfungsi dengan baik, diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil pertanian masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Pelaihari.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Jumat, 01 Mei 2026

Tanah Laut — Dalam upaya mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kualitas hasil panen, Kaposko Takisung Iptu Totok Sudarto melakukan pengecekan terhadap fasilitas pengering (dryer) jagung yang berada di RT 10 Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (02/05).

Dalam kegiatan tersebut, kondisi dryer yang berada di bawah pengelolaan Polsek Takisung dinyatakan dalam keadaan baik dan siap untuk dioperasikan. Keberadaan alat ini dinilai sangat penting dalam membantu para petani jagung, khususnya dalam proses pengeringan hasil panen agar memiliki kualitas yang lebih maksimal dan bernilai jual tinggi.

Iptu Totok Sudarto secara langsung meninjau kesiapan alat serta memastikan seluruh komponen berfungsi dengan optimal. Ia menegaskan bahwa penggunaan dryer dapat meminimalisir kerugian akibat kadar air yang tinggi pada jagung pascapanen.

“Dryer ini sangat membantu petani, terutama saat musim panen. Dengan proses pengeringan yang baik, kualitas jagung akan meningkat sehingga hasil yang diperoleh petani bisa lebih maksimal,” ujar Iptu Totok Sudarto.

Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus hadir mendukung masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan melalui sektor pertanian.

Dengan kesiapan fasilitas tersebut, diharapkan para petani di wilayah Takisung dapat memanfaatkan secara optimal guna menghasilkan produk jagung berkualitas dan berdaya saing.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Tanah Laut — Dalam nuansa kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, jajaran kepolisian sektor Bati-Bati melaksanakan pemantauan intensif terhadap lahan pertanian jagung milik warga binaan. Kegiatan ini berlangsung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Sabtu (02/05).

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianoor, monitoring dilakukan pada lahan milik Sdri Titi Lisnani, SE yang merupakan bagian dari program pembinaan Polri terhadap sektor pertanian masyarakat/swasta. Lahan seluas kurang lebih 5 hektar tersebut saat ini ditanami jagung dengan usia tanaman mencapai sekitar 95 hari.

Dalam suasana yang tertib dan penuh keakraban, Kapolsek bersama personel meninjau kondisi tanaman yang tampak tumbuh subur dan siap memasuki masa panen dalam beberapa minggu ke depan. Kegiatan ini mencerminkan perhatian institusi kepolisian terhadap stabilitas pangan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

AKP Muhammad Afianoor menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui pendampingan dan monitoring seperti ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya.

Dengan prospek panen yang semakin dekat, diharapkan hasil produksi jagung dari lahan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan lokal serta meningkatkan taraf hidup petani di wilayah Bati-Bati.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Kamis, 30 April 2026

 


Tanah Laut - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas di kalangan generasi muda, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada anggota Pramuka Saka Bhayangkara Cabang Tanah Laut, Kamis (30/4/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Joglo Pesat Gatra Polres Tanah Laut dan dipimpin langsung oleh KBO Sat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Abdul Goni. Sosialisasi ini diikuti oleh para siswa dan siswi anggota Pramuka Saka Bhayangkara dengan penuh antusias.

Dalam penyampaiannya, Iptu Abdul Goni memberikan edukasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas, mulai dari pemahaman dasar aturan berkendara hingga pengenalan berbagai rambu-rambu lalu lintas yang wajib diketahui oleh setiap pengguna jalan. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para peserta.

Selain itu, para anggota Pramuka juga diberikan himbauan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pengendara maupun sebagai pengguna jalan lainnya. Hal ini penting guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan data terkait angka kecelakaan lalu lintas serta tingkat fatalitas korban kecelakaan. Informasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai risiko yang dapat terjadi akibat kelalaian dan ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, serta mampu menyebarkan pemahaman yang baik kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Iptu Abdul Goni.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.

Statistik Pembaca