Minggu, 24 Mei 2026

Tanah Laut – Program ketahanan pangan yang digagas Polsek Jorong terus menunjukkan hasil positif. Tanaman jagung di lahan binaan Wana Kencana, Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, kini memasuki usia 90 hari dan diperkirakan akan mulai dipanen pada akhir Mei mendatang. Senin (25/5).

Monitoring perkembangan tanaman dilakukan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Sabuhur Aiptu Bhara Yunianto. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Jorong melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung di lahan seluas 4 hektar yang terlihat tumbuh subur dan merata.

Selain memastikan kondisi tanaman, monitoring juga dilakukan untuk mengetahui kesiapan petani menghadapi masa panen serta memastikan perawatan tanaman tetap optimal hingga waktu panen tiba.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani, S.H., M.H. mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan pihak kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mempererat kemitraan dengan masyarakat.

“Program lahan binaan ini menjadi salah satu langkah nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Jorong,” ujar AKP Rahmad Ramadhani, S.H., M.H.

Ia menambahkan, kondisi tanaman jagung yang tumbuh dengan baik menjadi indikator keberhasilan sinergi antara kepolisian dan kelompok tani dalam mengelola sektor pertanian secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Kali ini, Ka SPK Polsek Kurau Aiptu Widhi didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Faisal Mubarak melaksanakan monitoring pasca tanam jagung di lahan milik Sdri. Masdah, yang berada di Desa Srikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Senin (25/5).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung berjalan optimal. Di lahan seluas 5 hektar tersebut, tanaman jagung diketahui telah memasuki usia sekitar 20 hari dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.

Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, personel Polsek Kurau juga berdialog dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pupuk, hingga antisipasi hama agar hasil panen nantinya maksimal.

Kapolsek Kurau IPTU Bambang Hariansyah, S.H. mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung milik warga dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil panen yang maksimal. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan warga melalui sektor pertanian,” ujar IPTU Bambang Hariansyah, S.H.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah hukum Polsek Kurau. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut - Pagi di Desa Suka Ramah, Kecamatan Panyipatan, berjalan seperti biasa. Angin bergerak pelan di sela tanaman jagung yang tumbuh di lahan seluas tujuh hektar milik Gitowiyono. Usia tanaman telah memasuki sekitar 70 hari—masa yang menentukan sebelum panen tiba. Minggu (24/5).

Di tengah hamparan jagung itu, personel Polsek Panyipatan melakukan monitoring lahan binaan Polri. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus memastikan aktivitas pertanian masyarakat berjalan aman dan lancar.

Selain mengecek kondisi tanaman, anggota kepolisian juga berdialog dengan pemilik lahan dan warga sekitar mengenai perawatan tanaman, kondisi lingkungan, serta berbagai kendala yang dihadapi petani selama masa tanam. Pendekatan semacam ini menjadi bagian dari keterlibatan Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Bagi Polsek Panyipatan, keberadaan anggota di lahan pertanian bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga upaya membangun kedekatan dengan masyarakat desa. Kehadiran polisi di tengah aktivitas warga diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.

Kapolsek Panyipatan mengatakan bahwa kegiatan monitoring lahan jagung binaan Polri akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian masyarakat.

“Kami ingin memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pertanian warga. Melalui kegiatan ini, Polri hadir untuk mendukung program swasembada pangan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut,” jelas Kapolsek Panyipatan.

 

Dengan kondisi tanaman yang tumbuh cukup baik, lahan jagung di Desa Suka Ramah diharapkan mampu menghasilkan panen optimal dalam beberapa waktu ke depan. Di balik kegiatan monitoring itu, tersimpan pesan yang lebih besar: ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang dijaga melalui kolaborasi dan kehadiran negara hingga ke tingkat desa. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut - Hamparan jagung seluas satu hektar di Desa Batu Mulia RT 005, Kecamatan Panyipatan, tampak menghijau di bawah langit siang. Tanaman berusia sekitar 70 hari itu menjadi salah satu lahan binaan Polri yang kini rutin dipantau untuk mendukung program swasembada pangan. Minggu (24/5).

Pada kegiatan monitoring tersebut, Kanit Samapta Polsek Panyipatan bersama anggota turun langsung ke area pertanian milik Eko Prasetyo. Mereka melakukan patroli sambil mengecek perkembangan tanaman jagung, kondisi lahan, hingga memastikan tidak ada kendala berarti yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman menjelang masa panen.

Langkah itu merupakan bagian dari keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di sejumlah wilayah pedesaan, aparat kepolisian kini tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat dalam sektor pertanian.

Kapolsek Panyipatan mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan program swasembada pangan yang tengah digalakkan pemerintah.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan tanaman jagung masyarakat dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen. Polri mendukung penuh program swasembada pangan dengan terus bersinergi bersama petani dan masyarakat desa,” ungkap Kapolsek Panyipatan.

Menurutnya, keberhasilan program pangan tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada konsistensi pendampingan dan kerja sama lintas sektor di tingkat desa. Karena itu, patroli ke lahan pertanian akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk dukungan moril sekaligus pengawasan lapangan.

Di tengah tantangan sektor pertanian, ladang jagung di Desa Batu Mulia menjadi simbol sederhana bahwa upaya menjaga ketersediaan pangan dimulai dari desa dengan kolaborasi antara petani, masyarakat, dan aparat yang ikut menjaga harapan tetap tumbuh di setiap baris tanaman. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Sabtu, 23 Mei 2026

Torehan prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di kancah nasional. Perwakilan karateka putri Polda Kalsel sukses memborong dua gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi National Karate Championship Piala Rektor Udinus II 2026 yang digelar di GOR Satria Sport Center, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kompetisi ketat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026), atlet berbakat Polda Kalsel berhasil mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri. Tidak berhenti di situ, dominasi dan ketangguhan personel Polda Kalsel kembali teruji setelah sukses merebut Juara 3 Kelas Bebas Senior Putri.

Turnamen berskala nasional ini bukan momentum yang mudah. Diikuti oleh 31 kontingen terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, tensi pertandingan sejak hari pertama pembukaan terpantau sangat tinggi.

Namun, berbekal disiplin latihan yang militan, mental petarung yang kuat, serta dedikasi tinggi sebagai abdi negara sekaligus atlet, personel Polwan Polda Kalsel ini mampu menumbangkan lawan-lawan tangguh di atas matras GOR Satria Sport Center.

Perolehan medali yang berhasil dibawa pulang ke Bumi Lambung Mangkurat yakni Juara 1 (Medali Emas) Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri, dan Juara 3 (Medali Perunggu) Kelas Bebas Senior Putri.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. dalam kesempatannya mengatakan, keberhasilan ini mendapat apresiasi luar biasa, baik dari official team maupun keluarga besar Polda Kalsel. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa personel Polri tidak hanya prima dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama institusi di bidang olahraga tingkat nasional.

"Ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan doa. Kemenangan ini kami persembahkan untuk institusi Polri, khususnya Polda Kalsel, serta seluruh masyarakat Kalimantan Selatan yang terus memberikan dukungan," ujar Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. selaku Pembina Tim Karate Polda Kalsel, Sabtu (23/5/2026).

Dengan berakhirnya event Piala Rektor Udinus II 2026 ini, raihan medali emas dan perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi personel Polda Kalsel lainnya untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan. Polda Kalsel, Presisi dan Berprestasi!  

Tanah Laut - Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Bumi Asih, Aipda Sadrani, turun langsung melakukan monitoring tanaman jagung di lahan binaan milik Bapak Sukari yang berada di Desa Bumi Asih RT 00 RW 008 Kecamatan Panyipatan. Sabtu (23/5).

Lahan jagung seluas kurang lebih 1 hektar tersebut saat ini memasuki usia tanam sekitar 70 hari dengan kondisi tanaman yang tumbuh cukup baik dan terawat.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sadrani mengecek perkembangan tanaman sekaligus berdialog dengan pemilik lahan terkait perawatan dan kesiapan menghadapi masa panen mendatang. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian warga pun mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Kapolsek Panyipatan mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendukung kesejahteraan masyarakat. Kami berharap melalui pendampingan seperti ini, para petani semakin semangat meningkatkan hasil pertanian demi mendukung ketahanan pangan,” ujar Kapolsek Panyipatan.

Kegiatan monitoring lahan binaan Polri ini juga menjadi bukti sinergi positif antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang produktif di wilayah Kecamatan Panyipatan.

 #swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Maluka Baulin Polsek Kurau Polres Tanah Laut, Aipda Andi, melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri milik Bapak Agus yang berlokasi di Desa Maluka Baulin RT 04 Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (23/5).

Lahan jagung dengan luas sekitar 5 hektar tersebut saat ini memasuki usia tanam kurang lebih 100 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada akhir Mei 2026.

Kegiatan monitoring dilakukan guna memastikan perkembangan tanaman jagung berjalan dengan baik serta sebagai bentuk pendampingan Polri kepada masyarakat dan kelompok tani dalam mendukung peningkatan hasil pertanian di wilayah hukum Polsek Kurau.

Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Aipda Andi juga berdialog dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman serta kesiapan menjelang masa panen.

Kapolsek Kurau secara terpisah mengatakan bahwa kegiatan monitoring lahan pertanian binaan Polri merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan pendampingan dan monitoring ini, kami berharap dapat memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” ujar Kapolsek Kurau.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat serta meningkatkan perekonomian warga di wilayah Kecamatan Kurau.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Jumat, 22 Mei 2026

Tanah Laut - Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut berhasil mengamankan seorang pria paruh baya berinisial Y yang diduga memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika jenis sabu di sebuah rumah yang berada di Jalan Datu Insad, Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (22/5).

Penangkapan tersebut terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 WITA. Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui layanan Call Center 110 terkait adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Bati-Bati yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bati-Bati segera melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan sebanyak 13 paket narkotika jenis sabu siap pakai. Sebanyak 12 paket ditemukan tersimpan di dalam saku celana yang digantung di dalam rumah, sementara 1 paket lainnya ditemukan berada di bawah meja.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa seluruh barang bukti narkotika jenis sabu tersebut adalah benar miliknya. Pelaku kemudian langsung diamankan beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut di Polsek Bati-Bati.

Adapun barang bukti yang berhasil disita petugas di antaranya 13 (tiga belas) paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 3,62 gram dan berat bersih 1,02 gram; 1 (satu) buah sendok plastik; 1 (satu) buah celana panjang warna coklat; dan 1 (satu) buah kotak plastik klep.

Kapolsek Bati bati AKP Muhammad Afianor menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap informasi masyarakat serta komitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Bati-Bati.

“Peran aktif masyarakat sangat membantu kepolisian dalam mengungkap tindak pidana narkotika. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba melalui Call Center 110 maupun langsung ke kantor kepolisian terdekat,” ujar Kapolsek.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.  

Statistik Pembaca