Sabtu, 13 Juni 2026

TANAH LAUT — Jajaran Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian melalui program lahan binaan Polri. Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan oleh Aipda Rahmat selaku Bhabinkamtibmas Desa Sumber Mulia pada lahan jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Bersemi yang berada di RT 09 RW 04 Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal menjelang masa panen. Lahan jagung seluas 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia tanam sekitar 91 hari dengan potensi hasil panen diperkirakan mencapai 22 ton.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan sebagian telah memasuki fase pematangan tongkol. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, Aipda Rahmat juga berkoordinasi dengan kelompok tani terkait perawatan tanaman, kesiapan panen, serta pemasaran hasil produksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani dan kelompok tani di wilayah binaan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

Kapolsek Pelaihari, IPDA Karia Jaya, mengatakan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri akan terus mendukung para petani melalui kegiatan monitoring dan pendampingan di lapangan. Dengan kondisi tanaman yang baik dan potensi hasil mencapai sekitar 22 ton, kami berharap panen nantinya dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar,” ujar IPDA Karia Jaya.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya jagung di lahan binaan Polri menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani dan aparat di lapangan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Jumat, 12 Juni 2026

TANAH LAUT — Polsek Kurau, Polres Tanah Laut, terus mengawal program ketahanan pangan melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di wilayah binaannya. Kali ini, pemantauan dilakukan pada lahan milik Misriyati yang berlokasi di RT 2 RW 1 Desa Srikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Kegiatan monitoring pascatanam dilaksanakan oleh AIPTU Rahmat Widhi Jatmiko selaku Ka SPK Polsek Kurau didampingi AIPDA Faisal Mubarak. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap tumbuh optimal serta mengetahui perkembangan tanaman menjelang masa panen.

Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 5 hektare dengan usia tanaman mencapai 2 bulan 18 hari atau sekitar 78 hari. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan terus mendapatkan perawatan dari pemilik lahan.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanaman, personel Polsek Kurau juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait pemeliharaan tanaman, kebutuhan pupuk, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil produksi.

Kapolsek Kurau, IPTU Bambang Hariansyah, mengatakan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pembinaan di lapangan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal hingga masa panen sehingga memberikan hasil yang maksimal dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujar IPTU Bambang Hariansyah.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kurau terus meningkat dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Jajaran Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian masyarakat. Kegiatan tersebut kali ini dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang terhadap lahan jagung milik Joko di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (13/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung di lahan binaan Polri tetap terjaga dan berkembang optimal menjelang masa panen. Lahan pertanian yang dipantau memiliki luas sekitar 10 hektare dengan usia tanaman jagung mencapai 70 hari.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan terawat. Selain memantau kondisi tanaman, Bripka Febrian Anggara juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman.

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membantu mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses budidaya.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai upaya yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Monitoring yang dilakukan secara rutin bertujuan untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik hingga masa panen. Kami berharap lahan jagung seluas 10 hektare ini dapat menghasilkan produksi yang optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Dengan kondisi tanaman yang berkembang baik pada usia 70 hari, hasil panen yang maksimal diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Bati-Bati. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Tanah Laut. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pengeringan jagung yang bekerja sama dengan Primkopol Polda Kalimantan Selatan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. Sabtu (13/6).

Pengecekan lokasi pembangunan gudang pengeringan jagung tersebut dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan serta kesiapan fasilitas yang akan mendukung proses pascapanen para petani di wilayah setempat.

Dalam kegiatan tersebut, diketahui bahwa satu unit dryer atau mesin pengering jagung telah beroperasi dengan kapasitas mencapai 20 ton. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung proses pengeringan secara konvensional.

Selain meningkatkan kualitas jagung pascapanen, fasilitas pengeringan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan memberikan nilai tambah bagi para petani. Dengan dukungan sarana yang lebih modern, produktivitas dan daya saing hasil pertanian masyarakat diyakini dapat meningkat.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa pembangunan gudang pengeringan jagung merupakan langkah positif dalam mendukung ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

“Keberadaan gudang pengeringan dan dryer jagung ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap para petani. Dengan fasilitas yang memadai, hasil panen dapat ditangani dengan lebih baik sehingga kualitas dan nilai jual jagung dapat meningkat. Kami berharap keberadaan sarana ini mampu mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Bati-Bati,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, Polri akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk koperasi dan kelompok tani di daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Piket Call Center 110 Polres Tanah Laut menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 07.45 Wita di Jalan Raya Imban RT 007 RW 003, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Piket 110 segera berkoordinasi dan menghubungi Unit Gakkum Satlantas Polres Tanah Laut. Penanganan di lokasi kejadian turut dibantu oleh personel Polsek Bati-Bati guna memastikan situasi tetap aman serta mempercepat proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Suzuki Carry warna putih dengan nomor polisi DA 8362 BY yang dikemudikan Khoirul Witoyo dan sepeda motor Honda Revo warna merah hitam nomor polisi DA 58240 PD yang dikendarai Fenny Wulandari.

Peristiwa bermula saat mobil Suzuki Carry melaju dari arah Desa Martadah menuju Desa Banyu Irang. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan akibat pengemudinya mengantuk. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Fenny Wulandari. Karena jarak kedua kendaraan yang sudah sangat dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor, Fenny Wulandari, mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, petugas Satlantas Polres Tanah Laut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum mengemudikan kendaraan. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat yang aman. Keselamatan adalah prioritas utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kapolres.  

Kamis, 11 Juni 2026

 


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menghadiri acara Pelepasan/Perpisahan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 21 Pelaihari yang digelar pada Jumat (12/6/2026).

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan haru serta dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy, Wakil Ketua beserta jajaran pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanah Laut, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 21, para guru dan karyawan, Ketua Komite, orang tua murid, serta seluruh peserta didik TK Kemala Bhayangkari 21.

Dalam sambutannya selaku Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari, Kapolres Tanah Laut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelepasan peserta didik dapat terlaksana dengan baik dan penuh makna.

Kapolres juga menyampaikan bahwa selama proses pendidikan, pihak sekolah telah berupaya memberikan bekal ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kedisiplinan yang diharapkan menjadi fondasi bagi para peserta didik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis pihak sekolah menyerahkan kembali para peserta didik kepada orang tua setelah menyelesaikan masa pendidikan di TK Kemala Bhayangkari 21 Pelaihari. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya tugas sekolah dalam membimbing dan mendidik anak-anak selama berada di lingkungan TK.

Kapolres Tanah Laut turut mengajak para orang tua untuk terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada putra-putrinya dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya. Menurutnya, dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh kehangatan melalui berbagai penampilan dari para peserta didik yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua. Kegiatan ini menjadi momentum yang membanggakan sekaligus awal perjalanan baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita di masa depan.

TANAH LAUT — Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, melaksanakan kegiatan monitoring panen jagung di lahan PT Inhutani I yang berada di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Lahan tersebut digarap oleh Wayan Sadie, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rezeki, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah setempat. Jumat (12/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 8 hektare dengan hasil produksi mencapai sekitar 26 ton jagung. Hasil panen tersebut selanjutnya dibeli oleh pengepul, Afandi, dengan harga Rp4.000 per kilogram, sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup signifikan bagi petani.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di Kecamatan Jorong. Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen yang diperoleh juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang mengelola lahan secara produktif.

Personel Polsek Jorong turut melakukan pemantauan terhadap proses panen dan distribusi hasil pertanian guna memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penyangga perekonomian daerah.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan bahwa keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah Jorong apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Polri mendukung penuh upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Hasil panen sebesar 26 ton ini merupakan bukti kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Ia menambahkan, sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang produktif dan berdaya saing di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Kintap, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan melalui monitoring tanaman jagung di lahan milik Suprat yang berada di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (12/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan dengan baik sejak fase awal penanaman. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 0,25 hektare dengan usia tanaman jagung mencapai 20 hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik sesuai dengan usia tanamnya. Personel Polsek Kintap juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pendampingan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan masyarakat, khususnya para petani, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung ketersediaan pangan di daerah.

Kapolsek Kintap, AKP Ahmad Baysory, mengatakan bahwa Polri berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan yang dilakukan oleh personel di lapangan.

“Monitoring ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Kami berharap tanaman jagung yang saat ini berusia 20 hari dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen, sehingga memberikan hasil yang optimal dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar AKP Ahmad Baysory.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam mendampingi petani diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, tanaman jagung milik Suprat diharapkan berkembang optimal dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga maupun ketahanan pangan daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca