Kamis, 18 Juni 2026


Tanah Laut – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial dan Bhakti Religi di Musholla Nurul Jannah, Desa Padang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus bentuk pengabdian dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis. Personel Polsek Bati-Bati bersama masyarakat bergotong royong membersihkan area Musholla Nurul Jannah beserta lingkungan sekitarnya serta menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

Bhakti Religi ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan tempat ibadah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang semakin erat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.,  mengatakan bahwa kegiatan Bhakti Sosial dan Bhakti Religi merupakan bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80 untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap lingkungan, kehidupan sosial, dan nilai-nilai keagamaan. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat sinergi dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Kapolres.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polsek Bati-Bati dan Polres Tanah Laut untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata, sejalan dengan semangat Polri Presisi dan tema "Polri untuk Masyarakat."

 


Tanah Laut – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, Sat Binmas Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Penilaian P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yakni kawasan Trans Desa Kayu Abang RT 05 Kecamatan Tambang Ulang, Desa Padang Luas RT 05 Kecamatan Kurau, dan Desa Nusa Indah RT 04 Kecamatan Bati-Bati.

Penilaian P2B dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap pemanfaatan pekarangan oleh masyarakat dalam menghasilkan berbagai komoditas pangan bergizi. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Tim Sat Binmas Polres Tanah Laut melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pekarangan, jenis tanaman yang dibudidayakan, pemanfaatan lahan, serta berdialog dengan warga untuk memberikan motivasi agar terus mengembangkan pekarangan produktif secara berkelanjutan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.,  menyampaikan bahwa Program Pekarangan Pangan Bergizi merupakan salah satu upaya nyata Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang produktif.

"Melalui penilaian ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin optimal memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga. Selain meningkatkan ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang mandiri dan sejahtera," ujar Kapolres.

Dengan adanya kegiatan penilaian P2B ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi sehingga mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Tanah Laut pada Kamis (18/6/2026) malam.

Kegiatan patroli dengan menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas, seperti pusat keramaian, kawasan pertokoan, perbankan, objek vital, permukiman penduduk, serta jalur-jalur utama di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Selama patroli berlangsung, personel Sat Samapta melakukan pemantauan situasi, dialog dengan masyarakat, serta memberikan imbauan kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian, balap liar, penyalahgunaan minuman keras, dan gangguan ketertiban lainnya. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Patroli KRYD merupakan salah satu langkah preventif Polres Tanah Laut dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana maupun gangguan keamanan lainnya, khususnya pada malam hari.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.,  mengatakan bahwa kegiatan patroli rutin akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

"Patroli KRYD merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli, sehingga situasi keamanan di wilayah Kabupaten Tanah Laut tetap aman, tertib, dan kondusif," ujar Kapolres.

 


Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah fantastis. Sebanyak lebih dari 128.705,17 Gram (128 Kg) sabu-sabu berhasil disita dari hasil operasi yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 8 Juni hingga 12 Juni 2026.

Selain mengamankan barang bukti senilai ratusan miliar rupiah, polisi juga membekuk lima orang tersangka yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi dan internasional.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kalsel.

"Dari pengungkapan narkoba ini, di depan ini kita saksikan ada 128 kilogram sabu-sabu yang berhasil ditangkap dan disita dari lima orang tersangka," ujar Kapolda Kalsel dalam Konferensi Pers narkoba di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan hasil pengembangan Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono,, S.I.K., M.M. dan anggota, kelima tersangka yang diamankan berasal dari wilayah yang berbeda. Satu tersangka diketahui berasal dari Palembang, satu orang dari Depok, dan tiga orang lainnya merupakan warga lokal Kalimantan Selatan (Banjarmasin dan Batola).

Jaringan ini peredarannya cukup panjang dan berliku dengan memanfaatkan jalur antar pulau. Para pelaku yang masing-masing berinisial JR, RA, MA, JA, dan SU tersebut bergerak melalui rute Pengandaran - Tasikmalaya - Bandung - Kemudian dibawa menyeberang melalui Surabaya Hingga akhirnya tiba di Banjarmasin.

Polisi melakukan penyergapan di empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) terpisah di Kalimantan Selatan, yaitu Kawasan Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, dua lokasi (TKP) di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, dan Area parkiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin.

Kapolda Kalsel menjelaskan, jika dikonversikan ke dalam nilai ekonomi, barang bukti sabu seberat 128 kilogram tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp.231 miliar.

Meski nilai nominalnya sangat besar, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan ini jauh lebih bermakna dari sekadar angka materi, melainkan tentang masa depan generasi muda.

"Hari ini kita mengungkap 128 kilogram narkotika. Namun yang lebih penting lagi adalah kita menyelamatkan ratusan ribu anak bangsa, ratusan ribu masyarakat Kalimantan Selatan," tuturnya.

Pengungkapan besar ini menjadi alarm bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi target utama jalur distribusi dan pasar peredaran narkoba skala besar. Merespons hal tersebut, Kapolda Kalsel mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bahu-bahu menjadikan narkoba sebagai musuh bersama.

"Kami dari Polda Kalimantan Selatan akan terus mengungkap, menangkap, menindak tegas, dan tidak akan memberikan ruangan sekecil apa pun untuk peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Selatan. Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti," pungkas Kapolda.

Rabu, 17 Juni 2026

TANAH LAUT — Polsek Pelaihari, Polres Tanah Laut, melaksanakan monitoring kegiatan panen jagung di lahan milik Warno, anggota Kelompok Tani (Poktan) Garuda Makmur, yang berada di Desa Tirtajaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Kamis (18/6).

Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan hasil produksi diperkirakan mencapai 10 ton jagung. Hasil panen tersebut langsung dibeli oleh Rahmat Afandi dengan harga Rp4.000 per kilogram, memberikan kepastian pemasaran bagi petani setempat.

Keberhasilan panen ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Bajuin. Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen yang terserap pasar juga memberikan dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar.

Kapolsek Pelaihari, IPDA Karia Jaya, mengatakan bahwa Polri terus mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pendampingan dan monitoring di lapangan.

“Panen jagung ini merupakan hasil kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap hasil yang diperoleh dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat untuk mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Tanah Laut,” ujar IPDA Karia Jaya.

Menurutnya, kolaborasi antara petani, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Dengan hasil panen yang langsung terserap pasar, diharapkan semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian semakin meningkat. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, melakukan monitoring kegiatan panen jagung di lahan PT Inhutani I yang berada di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Lahan tersebut digarap oleh Wayan Askara, anggota Kelompok Tani Suka Makmur. Kamis (18/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 4 hektare dengan total hasil produksi sekitar 12 ton jagung. Seluruh hasil panen petani langsung dibeli oleh pengepul, Afandi, dengan harga Rp4.000 per kilogram, sehingga memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian masyarakat.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu bukti bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang penting perekonomian warga di wilayah Kecamatan Jorong. Dengan adanya dukungan pemasaran yang baik, petani dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas lahan yang mereka kelola.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan pihaknya terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani.

“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Kami berharap hasil yang diperoleh petani dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Polri akan terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, sinergi antara petani, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Dengan hasil panen yang terserap pasar, diharapkan semangat petani untuk mengelola lahan secara produktif semakin meningkat.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

 

TANAH LAUT — Hasil positif kembali ditunjukkan sektor pertanian di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Polsek Jorong melaksanakan monitoring kegiatan panen jagung di lahan PT Inhutani I, Desa Sabuhur, yang digarap oleh I Nyoman Jiwana atau yang akrab disapa Pak Teka, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kencana. Kamis (18/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 5 hektare dengan total hasil produksi mencapai sekitar 30 ton jagung. Hasil panen tersebut langsung dibeli oleh pengepul sekaligus pemodal, Masia, dengan harga Rp3.900 per kilogram.

Produktivitas lahan yang mencapai rata-rata 6 ton per hektare ini menjadi kabar baik bagi petani di tengah upaya peningkatan produksi pangan nasional. Selain memberikan pemasukan bagi petani, terserapnya hasil panen oleh pasar juga menunjukkan rantai distribusi hasil pertanian berjalan dengan baik.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

“Panen 30 ton dari lahan 5 hektare ini merupakan hasil kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan. Polri akan terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan sinergi bersama masyarakat,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, kolaborasi antara petani, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Dengan hasil panen yang langsung terserap pasar, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 


Tanah Laut – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Samapta Polres Tanah Laut melaksanakan patroli dialogis dengan sasaran kawasan publik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya tindak pidana, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis di wilayah hukum Polres Tanah Laut, di antaranya kawasan Taman Mina Tirta dan Taman Kijang Mas. Patroli difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta aksi premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Selain melakukan pemantauan situasi, personel Sat Samapta juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, pengunjung, dan pedagang agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, mencegah niat pelaku kejahatan, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui komunikasi yang humanis.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi di seluruh lokasi patroli terpantau aman, tertib, dan kondusif. Patroli rutin yang dilaksanakan Sat Samapta Polres Tanah Laut menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang aman serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa patroli dialogis yang dilaksanakan secara rutin merupakan salah satu langkah preventif Polres Tanah Laut dalam mencegah terjadinya tindak pidana, khususnya kejahatan 3C dan aksi premanisme di ruang-ruang publik. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada kepolisian. Sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Tanah Laut" Ungkapnya.

Statistik Pembaca