Rabu, 09 September 2026

Tanah Laut – Ketersediaan air menjadi perhatian dalam pengembangan lahan pertanian milik Polres Tanah Laut. Kabag SDM Polres Tanah Laut AKP Arif Sujarwo, didampingi Kaposko Ketahanan Pangan Iptu Totok Sudarto, mengecek lahan di Jalan Usaha Tani RT 3, Desa Panggung Baru, sekaligus mencari titik mata air untuk rencana pembangunan sumur bor. Kamis (10/9).

Pengecekan dilakukan karena di sekitar lahan tidak terdapat aliran sungai maupun embung sebagai cadangan air. Pencarian menggunakan alat Jekro 175 menemukan dua titik mata air pada kedalaman sekitar 37 hingga 40 meter.

Dari titik yang ditemukan, diperoleh sumber air yang dinilai cukup baik dengan debit diperkirakan mencapai 2.000 liter per jam. Temuan tersebut menjadi dasar untuk menindaklanjuti rencana pembangunan sumur bor sebagai sumber air bagi kebutuhan lahan.

Namun, masih terdapat kendala teknis berupa jarak sumber listrik menuju titik inti sumur bor yang mencapai sekitar 500 meter dari tiang listrik. Kondisi tersebut menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam tahap persiapan berikutnya.

Pengecekan ini merupakan langkah awal untuk memastikan ketersediaan sumber air sebelum pengelolaan lahan dilakukan secara optimal, sekaligus mendukung program ketahanan pangan Polres Tanah Laut.  

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Tanah Laut – Harga jagung tidak semata ditentukan dari jumlah hasil panen. Kondisi kadar air juga menjadi bagian dari penilaian yang perlu diketahui petani. Hal itu disampaikan personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut saat memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin. Kamis (10/9).

Dalam kegiatan tersebut, petani diperkenalkan pada tabel yang memuat indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Pengetahuan ini membantu petani memahami hubungan antara kondisi jagung dan nilai jualnya, sekaligus menjadi referensi ketika hasil panen dipasarkan.

Manfaat Tabel Rafaksi tidak hanya untuk mengetahui harga. Petani dapat menggunakannya sebagai acuan untuk memperkirakan nilai hasil panen dan memahami dasar harga yang diterima saat transaksi. Informasi tersebut diharapkan menciptakan proses jual beli yang lebih terbuka karena petani mengetahui patokan harga berdasarkan kadar air.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menjual hasil panennya.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga mengetahui indeks harga berdasarkan kadar air, sehingga lebih memahami dasar penentuan nilai jagung saat transaksi,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari berharap pemahaman tersebut dapat memperkuat posisi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 


Tanah Laut – Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan melalui jajaran Polsek Kurau bergerak cepat melakukan pengecekan dan penanganan titik kebakaran lahan yang terdeteksi berdasarkan informasi hotspot di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan ground check terhadap titik hotspot yang terdeteksi melalui informasi HOTSPOT. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Kurau segera mendatangi lokasi yang terindikasi terdapat titik api.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dan menemukan titik kebakaran berada di area belakang permukiman warga. Untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar, personel piket Polsek Kurau bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kurau dan Bumi Makmur langsung melakukan upaya pemadaman.

Berkat respons cepat dan sinergi petugas di lapangan, api berhasil dipadamkan sehingga situasi di sekitar lokasi kembali kondusif. Setelah proses pemadaman, personel Polsek Kurau juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Kegiatan penanganan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polres Tanah Laut dalam menindaklanjuti setiap informasi titik hotspot di wilayah hukumnya, sekaligus sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengapresiasi respons cepat personel Polsek Kurau bersama petugas Damkar Kurau dan Bumi Makmur dalam menangani kebakaran lahan di Desa Padang Luas.

“Setiap informasi mengenai titik hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Respons cepat sangat penting untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah api meluas, terlebih lokasi kebakaran berada di belakang permukiman warga,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran maupun masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik hotspot dan mengoptimalkan patroli serta ground check di wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

 “Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani secepat mungkin. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.

Selasa, 08 September 2026

Tanah Laut – Mengetahui harga jual hasil panen menjadi hal penting bagi petani. Untuk itu, personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut menyosialisasikan Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin. Rabu (9/9),

Tabel Rafaksi memberikan gambaran mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Melalui sosialisasi ini, petani tidak hanya mengetahui harga jual, tetapi juga memahami mengapa nilai jagung dapat berbeda sesuai kondisi kadar airnya.

Pemahaman tersebut bermanfaat sebagai pegangan bagi petani untuk menilai hasil panen, memperkirakan nilai jual, serta memiliki informasi yang lebih jelas ketika melakukan transaksi. Dengan demikian, petani dapat mengetahui dasar harga dan tidak sekadar menerima angka yang ditawarkan.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan sosialisasi dilakukan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nilai hasil panennya.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga dapat mengetahui indeks harga berdasarkan kadar air, sehingga lebih memahami dasar penentuan harga saat menjual hasil panen,” ujar Ipda Karia Jaya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Polsek Pelaihari mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong keterbukaan informasi bagi masyarakat di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Informasi mengenai harga menjadi bekal penting bagi petani ketika hasil panen mulai dipasarkan. Personel Polsek Jorong Polres Tanah Laut memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada petani jagung di Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong. Rabu (9/9),

Melalui kegiatan tersebut, petani mendapat penjelasan mengenai indeks harga jagung berdasarkan kadar air. Pemahaman ini diharapkan membantu petani mengetahui dasar penilaian hasil panen sekaligus memahami nilai jual jagung yang mereka miliki.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan sosialisasi Tabel Rafaksi merupakan upaya memberikan informasi yang dapat digunakan petani saat melakukan transaksi.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Mereka juga dapat mengetahui dasar penentuan harga berdasarkan kadar air,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi mengenai harga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani dalam proses jual beli. Dengan bekal pengetahuan tersebut, petani dapat menilai hasil panennya secara lebih baik dan tidak hanya bergantung pada informasi dari pihak lain.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari dukungan Polsek Jorong terhadap ketahanan pangan serta penguatan pengetahuan masyarakat di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama TNI, BPBD, relawan PT. Borneo Indobara serta unsur terkait mengerahkan kekuatan penuh untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Guntung Damar, Jalan Baru Landasan Ulin, dekat kawasan bandara.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa titik-titik api baru di kawasan tersebut ditangani menggunakan cairan surfaktan yang dinilai cukup efektif untuk proses pemadaman. Namun, tantangan besar dihadapi petugas di lapangan, dari drone thermal terpantau suhu mencapai lebih dari 400 derajat Celsius, sehingga membutuhkan suplai air dalam jumlah besar.

"Alhamdulillah ini cukup efektif pemadamannya, memang karena di sini panasnya tadi kita lihat dari drone thermal sampai dengan 400 derajat lebih, sehingga memerlukan air yang cukup banyak," ujar Kapolda Kalsel saat melakukan peninjauan di lokasi, Selasa (8/9/2026) sore.

Meski demikian, kondisi udara di sekitar lokasi perlahan mulai mendingin seiring dengan titik-titik panas yang mulai padam. Fokus pengamanan dan pemadaman saat ini diarahkan di sekitar pinggir jalan raya dekat bandara mengingat lokasinya yang berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Dalam upaya mengoptimalkan penanganan karhutla, pihak kepolisian bersama instansi terkait juga akan semakin mengefektifkan penggunaan drone thermal. Langkah ini diambil agar kerja tim di lapangan lebih efisien, baik dari segi waktu pengerjaan maupun penggunaan volume air, sehingga sasaran pemadaman bisa tercapai secara tepat dan terukur.


Tanah Laut – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, Wakapolsek Panyipatan Ipda Anijub melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti narkoba di Aula Kantor Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Panyipatan, Kasi Trantib, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), personel Satpol PP Panyipatan, serta para pelajar dari SMA Negeri 1 Panyipatan dan Madrasah Aliyah Panyipatan.

Dalam kegiatan tersebut, Ipda Anijub memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan, pendidikan, pergaulan, maupun masa depan generasi muda.

Para pelajar juga diberikan imbauan agar mampu menjaga pergaulan, menjauhi narkoba, serta berani menolak segala bentuk ajakan untuk menggunakan maupun menyalahgunakan narkotika.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan kesadaran para pelajar semakin meningkat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba dan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah preventif dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut.


Sat Lantas Polres Tanah Laut terus berupaya menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada masyarakat sejak usia dini. Salah satu upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar di UPTD SDN 2 Ranggang, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai rambu-rambu lalu lintas beserta arti dan fungsinya. Edukasi diberikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar para pelajar dapat mengenali serta memahami pentingnya rambu-rambu dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.

Selain mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, personel juga menjelaskan pentingnya mematuhi setiap peraturan lalu lintas. Para siswa diberikan pemahaman bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan di jalan sejak dini. Para pelajar didorong untuk menjadi generasi yang disiplin, peduli, serta mampu menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Sat Lantas Polres Tanah Laut berharap kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak usia dini sehingga tercipta generasi yang memahami pentingnya keselamatan dan mampu menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya.

Statistik Pembaca