Sabtu, 02 Mei 2026

Tanah Laut - Personel Polsek Pelaihari melakukan pengecekan terhadap fasilitas pengering (dryer) yang berlokasi di RT 7 RW 3, Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Dryer tersebut diketahui dikelola oleh Arifin dan merupakan bantuan dari pemerintah yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat setempat. Minggu (03/05).

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi dryer saat ini dalam keadaan rusak sehingga tidak dapat difungsikan. Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas petani, khususnya dalam proses pengeringan hasil panen jagung yang sangat bergantung pada alat tersebut.

Padahal, keberadaan dryer sangat penting untuk membantu menurunkan kadar air jagung secara optimal, menjaga kualitas hasil panen, serta meningkatkan nilai jual di pasaran. Tanpa alat pengering yang memadai, petani berisiko mengalami kerugian, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung proses pengeringan secara alami.

Kapolsek Pelaihari dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Pelaihari. “Kami berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah terkait untuk perbaikan dryer ini, sehingga dapat kembali beroperasi dan membantu para petani dalam proses pengeringan hasil panen jagung,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus berperan aktif dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Tanah Laut - Personel Polsek Pelaihari melakukan pengecekan terhadap fasilitas pengering (dryer) milik warga, Supardi, yang berlokasi di Desa Sumber Mulia RT 12, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung sektor pertanian serta memastikan sarana pendukung produksi hasil tani tetap berfungsi optimal, Minggu (03/05).

Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kondisi dryer dalam keadaan baik dan hingga saat ini masih aktif beroperasi. Keberadaan alat pengering tersebut sangat membantu petani, khususnya dalam proses pengeringan hasil panen jagung. Dengan menggunakan dryer, kadar air pada jagung dapat dikurangi secara maksimal sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga, tidak mudah rusak, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Selain itu, proses pengeringan yang lebih cepat dan merata juga membantu petani menghindari kerugian akibat cuaca yang tidak menentu. Hal ini menjadikan dryer sebagai salah satu sarana penting dalam mendukung keberhasilan panen dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kapolsek Pelaihari dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap sarana dan prasarana pertanian di wilayah hukumnya. “Kami dari Polsek Pelaihari berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan memastikan fasilitas seperti dryer ini berfungsi dengan baik, diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil pertanian masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Pelaihari.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Jumat, 01 Mei 2026

Tanah Laut — Dalam upaya mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kualitas hasil panen, Kaposko Takisung Iptu Totok Sudarto melakukan pengecekan terhadap fasilitas pengering (dryer) jagung yang berada di RT 10 Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (02/05).

Dalam kegiatan tersebut, kondisi dryer yang berada di bawah pengelolaan Polsek Takisung dinyatakan dalam keadaan baik dan siap untuk dioperasikan. Keberadaan alat ini dinilai sangat penting dalam membantu para petani jagung, khususnya dalam proses pengeringan hasil panen agar memiliki kualitas yang lebih maksimal dan bernilai jual tinggi.

Iptu Totok Sudarto secara langsung meninjau kesiapan alat serta memastikan seluruh komponen berfungsi dengan optimal. Ia menegaskan bahwa penggunaan dryer dapat meminimalisir kerugian akibat kadar air yang tinggi pada jagung pascapanen.

“Dryer ini sangat membantu petani, terutama saat musim panen. Dengan proses pengeringan yang baik, kualitas jagung akan meningkat sehingga hasil yang diperoleh petani bisa lebih maksimal,” ujar Iptu Totok Sudarto.

Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus hadir mendukung masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan melalui sektor pertanian.

Dengan kesiapan fasilitas tersebut, diharapkan para petani di wilayah Takisung dapat memanfaatkan secara optimal guna menghasilkan produk jagung berkualitas dan berdaya saing.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Tanah Laut — Dalam nuansa kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, jajaran kepolisian sektor Bati-Bati melaksanakan pemantauan intensif terhadap lahan pertanian jagung milik warga binaan. Kegiatan ini berlangsung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Sabtu (02/05).

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianoor, monitoring dilakukan pada lahan milik Sdri Titi Lisnani, SE yang merupakan bagian dari program pembinaan Polri terhadap sektor pertanian masyarakat/swasta. Lahan seluas kurang lebih 5 hektar tersebut saat ini ditanami jagung dengan usia tanaman mencapai sekitar 95 hari.

Dalam suasana yang tertib dan penuh keakraban, Kapolsek bersama personel meninjau kondisi tanaman yang tampak tumbuh subur dan siap memasuki masa panen dalam beberapa minggu ke depan. Kegiatan ini mencerminkan perhatian institusi kepolisian terhadap stabilitas pangan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

AKP Muhammad Afianoor menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui pendampingan dan monitoring seperti ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya.

Dengan prospek panen yang semakin dekat, diharapkan hasil produksi jagung dari lahan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan lokal serta meningkatkan taraf hidup petani di wilayah Bati-Bati.

#swasembadapangankalsel#ketahananpangankalsel#poldakalsel#polrestanahlaut

Kamis, 30 April 2026

 


Tanah Laut - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas di kalangan generasi muda, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada anggota Pramuka Saka Bhayangkara Cabang Tanah Laut, Kamis (30/4/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Joglo Pesat Gatra Polres Tanah Laut dan dipimpin langsung oleh KBO Sat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Abdul Goni. Sosialisasi ini diikuti oleh para siswa dan siswi anggota Pramuka Saka Bhayangkara dengan penuh antusias.

Dalam penyampaiannya, Iptu Abdul Goni memberikan edukasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas, mulai dari pemahaman dasar aturan berkendara hingga pengenalan berbagai rambu-rambu lalu lintas yang wajib diketahui oleh setiap pengguna jalan. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para peserta.

Selain itu, para anggota Pramuka juga diberikan himbauan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pengendara maupun sebagai pengguna jalan lainnya. Hal ini penting guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan data terkait angka kecelakaan lalu lintas serta tingkat fatalitas korban kecelakaan. Informasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai risiko yang dapat terjadi akibat kelalaian dan ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, serta mampu menyebarkan pemahaman yang baik kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Iptu Abdul Goni.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.

 


Tanah Laut - Polsek Jorong Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan sarana pendukung keselamatan lalu lintas kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam Asam-Asam, Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kelancaran dan keselamatan aktivitas lalu lintas di lingkungan pondok pesantren, khususnya pada saat jam masuk dan pulang santri yang kerap menimbulkan peningkatan arus kendaraan di sekitar area tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani, S.H., M.H., menyerahkan bantuan berupa Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) sebanyak 2 unit serta rompi lalu lintas sebanyak 3 buah kepada pengurus Ponpes Babussalam Asam-Asam. 

Bantuan ini diharapkan dapat digunakan oleh petugas internal pondok pesantren dalam membantu pengaturan arus lalu lintas demi menciptakan situasi yang aman dan tertib.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini merupakan upaya preventif guna meminimalisir potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di kawasan pendidikan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan.

Pihak pengurus Ponpes Babussalam Asam-Asam menyambut baik dan mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Polsek Jorong. Mereka menyatakan siap memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal untuk membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan pondok.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara kepolisian dan pihak pondok pesantren dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, serta memberikan rasa aman bagi para santri dan masyarakat sekitar.


Tanah Laut - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, Polsek Kurau Polres Tanah Laut menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat angin kencang di Desa Handil Birayang Bawah, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (30/4/2026).

Dalam kegiatan ini, personel Polsek Kurau terlebih dahulu melakukan pengecekan ke sejumlah rumah warga yang terdampak untuk memastikan kondisi serta kebutuhan para korban.

Setelah melakukan pendataan dan peninjauan, Anggota Polsek Kurau kemudian menyerahkan bantuan sembako secara langsung kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kerusakan rumah yang dialami.

Kapolsek Kurau Iptu Bambang Hariansyah, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat atau bencana.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga sekaligus memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak angin kencang. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Iptu Bambang Hariansyah.

Warga yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian, khususnya Polsek Kurau. Mereka berharap sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin.

Melalui kegiatan ini, Polsek Kurau menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Tanah Laut – Personel Polsek Batu Ampar, Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung milik Sdr. Ahmad di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (01/05).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Lahan jagung yang dimonitor memiliki luas sekitar 8 hektare dengan usia tanaman mencapai 60 hari, yang saat ini dalam kondisi tumbuh cukup baik.

Kapolsek Batu Ampar dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan tetapi juga mendukung ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik di tengah aktivitas masyarakat, khususnya para petani. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Dengan kehadiran Polri yang aktif di tengah masyarakat, diharapkan dapat terbangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polsek Batu Ampar Polres Tanah Laut,” tambahnya.

Monitoring ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Batu Ampar.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

Statistik Pembaca