Minggu, 07 Juni 2026

Tanah Laut, Kalimantan Selatan — Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian milik masyarakat. Kali ini, kegiatan monitoring dilakukan pada tanaman jagung di lahan milik Karnoto, warga Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (7/6).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang. Dalam pemantauan yang dilakukan, tanaman jagung yang berada di lahan seluas 3 hektare diketahui telah memasuki usia tanam sekitar 70 hari dan menunjukkan perkembangan yang baik.

Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga hingga memasuki masa panen. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Polri untuk memberikan pendampingan kepada petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal guna meningkatkan hasil produksi.

Bripka Febrian Anggara turut berdialog dengan pemilik lahan terkait kondisi tanaman, kebutuhan perawatan, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian. Pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa program pendampingan terhadap lahan pertanian masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan oleh para Bhabinkamtibmas, kami berharap tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan petani menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Dengan kondisi tanaman yang saat ini berkembang dengan baik di lahan seluas 3 hektare tersebut, diharapkan hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut  

Tanah Laut, Kalimantan Selatan — Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring sektor pertanian di wilayah binaannya. Kegiatan monitoring tanaman jagung kali ini dilaksanakan di lahan milik Biyani yang berada di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Minggu (7/6).

Monitoring dilakukan oleh Aipda Yosef Besthari selaku Bhabinkamtibmas Desa Ujung. Dalam kegiatan tersebut, ia memantau kondisi tanaman jagung yang ditanam di lahan seluas 1 hektare dan saat ini telah memasuki usia tanam sekitar 68 hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan perkembangan tanaman berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada petani dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa budidaya.

Selain memantau kondisi tanaman, Aipda Yosef Besthari juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman serta langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga produktivitas hingga memasuki masa panen.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pembinaan di lapangan. Kami berharap tanaman jagung yang saat ini berkembang dengan baik dapat menghasilkan panen yang optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan turut mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Polsek Bati-Bati berharap produktivitas pertanian di wilayahnya terus meningkat dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut  

Jumat, 05 Juni 2026

Tanah Laut, Kalimantan Selatan — Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polsek Bati-Bati melalui pendampingan terhadap para petani di wilayah binaannya. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bentok Kampung, Aipda Tarji, yang melaksanakan monitoring panen jagung di lahan milik Yana di Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (6/6).

Monitoring dilakukan untuk memastikan proses panen berjalan lancar sekaligus melihat hasil produktivitas lahan yang selama ini mendapatkan pendampingan dari Polri. Lahan jagung seluas 1 hektare tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 5 ton jagung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan. Selain memantau proses panen, Aipda Tarji juga berinteraksi dengan pemilik lahan untuk mengetahui perkembangan hasil pertanian serta kendala yang dihadapi selama masa tanam hingga panen.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

“Pendampingan yang dilakukan personel di lapangan merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil panen yang diperoleh petani dapat terus meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung ketersediaan pangan di daerah,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 5 ton dari lahan seluas 1 hektare, diharapkan keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut, Kalimantan Selatan — Personel Polsek Takisung terus mengintensifkan pendampingan terhadap sektor pertanian melalui kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan binaan Polri. Kali ini, pemantauan dilakukan di lahan milik Munadi yang berada di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Sabtu (6/6).

Lahan jagung seluas 3 hektare tersebut saat ini telah memasuki usia tanam sekitar 60 hari. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kondisi tanaman jagung terpantau tumbuh subur dengan perkembangan yang baik, sehingga diharapkan dapat menghasilkan panen yang optimal pada waktunya nanti.

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan sesuai harapan sekaligus sebagai bentuk pendampingan Polri kepada para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain memantau kondisi tanaman, personel Polsek Takisung juga berdialog dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman dan kendala yang mungkin dihadapi selama masa budidaya.

Kapolsek Takisung, AKP Duki, mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen mendukung program pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin, kami ingin memastikan tanaman jagung di lahan binaan Polri dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen. Polri akan terus hadir mendampingi para petani sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Takisung,” ujar AKP Duki.

Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya kelompok tani, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Dengan kondisi tanaman yang saat ini tumbuh subur, diharapkan lahan jagung binaan tersebut mampu memberikan hasil panen yang maksimal dan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Kamis, 04 Juni 2026


Tanah Laut – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tanah Laut bersama seluruh Polsek jajaran melaksanakan kegiatan korvey atau kerja bakti serentak di lingkungan mako dan fasilitas umum di wilayah hukum masing-masing, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan korvey ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kenyamanan dan keindahan lingkungan kerja maupun fasilitas publik.

Personel Polres Tanah Laut dan Polsek jajaran tampak bergotong royong membersihkan halaman, saluran air, taman, serta area sekitar perkantoran dan tempat-tempat umum. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat sebagai wujud pengabdian Polri kepada masyarakat.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa kegiatan korvey ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antar personel dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan budaya hidup bersih dan semangat gotong royong. Selain itu, kegiatan korvey juga menjadi bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan tertata,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut, Jajaran Polsek Tambang Ulang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan monitoring sektor pertanian di wilayah binaan. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kayu Abang, Aipda Nur Yudi Agung Prasetyo, yang melaksanakan pemantauan tanaman jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Sejahtera Bersama di Desa Kayu Abang RT 03, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (5/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung yang berada di lahan binaan Polri seluas 16 hektare tetap tumbuh dengan baik menjelang masa panen. Saat ini, tanaman jagung tersebut telah memasuki usia sekitar 90 hari dan menunjukkan perkembangan yang cukup optimal.

Selain memantau kondisi tanaman, Aipda Nur Yudi Agung Prasetyo juga berinteraksi dengan para petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Kapolsek Tambang Ulang, IPTU Mangasa Siagian, mengatakan bahwa kegiatan monitoring tanaman pangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan dan monitoring yang dilakukan personel di lapangan, kami berharap para petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendukung ketersediaan pangan,” ujar IPTU Mangasa Siagian.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, kelompok tani, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Tambang Ulang. Dengan luas lahan mencapai 16 hektare dan kondisi tanaman yang terus dipantau, diharapkan hasil panen jagung nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional.

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut, - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polri di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Personel Polsek Batu Ampar, AIPTU Agus Rahmadani, melaksanakan kegiatan panen jagung di lahan milik Alex Priadi yang berlokasi di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (5/6).

Lahan jagung seluas 2 hektare tersebut berhasil menghasilkan sekitar 12 ton jagung, atau rata-rata 6 ton per hektare. Hasil panen ini menjadi salah satu indikator positif keberhasilan budidaya jagung yang dilakukan petani bersama pendampingan dari Polri melalui program lahan binaan.

Dalam kegiatan tersebut, AIPTU Agus Rahmadani turut memantau proses panen sekaligus berdialog dengan petani mengenai kondisi tanaman dan hasil produksi yang diperoleh. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Kapolsek Batu Ampar, AKP Munadi, mengatakan bahwa keterlibatan personel Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Kami terus mendorong personel Bhabinkamtibmas dan anggota di lapangan untuk aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Kami berharap hasil panen yang baik ini dapat menjadi penyemangat bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan lahan pertanian secara optimal,” ujar AKP Munadi.

Melalui sinergi antara petani dan Polri, diharapkan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Batu Ampar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan serta peningkatan perekonomian masyarakat setempat. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar konferensi pers hasil pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026 yang berlangsung selama periode 12 Mei 2026 hingga 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat atas keberhasilan pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Laut.

Dalam operasi tersebut, Polres Tanah Laut bersama jajaran berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus tindak pidana narkotika. Dari jumlah tersebut, 14 kasus merupakan hasil pengungkapan Satresnarkoba Polres Tanah Laut, sedangkan 9 kasus lainnya diungkap oleh Polsek jajaran dan Sat Polairud Polres Tanah Laut.

Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, petugas mengamankan sebanyak 28 tersangka yang terdiri dari 26 laki-laki dan 2 perempuan. Para tersangka diduga memiliki peran yang berbeda-beda dalam jaringan peredaran narkotika, mulai dari penyalahguna hingga pengedar.

Selain mengamankan para tersangka, petugas juga berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bersih mencapai 315,08 gram. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan dari berbagai kasus selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa apabila narkotika jenis sabu tersebut beredar dan dikonsumsi dengan asumsi penggunaan 0,20 gram untuk lima orang, maka barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 7.850 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Polres Tanah Laut dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku demi melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkoba,” tegas Kapolres.

Pada kesempatan yang sama, Polres Tanah Laut juga melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu hasil pengungkapan kasus tersebut. Dari total barang bukti sabu seberat 315,08 gram yang disita, sebanyak 305,08 gram dimusnahkan. Sementara sisanya telah disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium serta pembuktian dalam proses persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam penegakan hukum yang transparan dan akuntabel, serta untuk memastikan barang bukti narkotika tidak disalahgunakan kembali.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa apabila dinominalkan, nilai ekonomis barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan tersebut diperkirakan mencapai Rp390.000.000,- (tiga ratus sembilan puluh juta rupiah).

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memerangi peredaran narkotika dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

“Dengan keberhasilan Operasi Antik Intan 2026 ini, Polres Tanah Laut menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, dan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkotika guna mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba” tegas Kapolres.

Statistik Pembaca