Jumat, 12 Juni 2026

TANAH LAUT — Upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Tanah Laut. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pengeringan jagung yang bekerja sama dengan Primkopol Polda Kalimantan Selatan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati. Sabtu (13/6).

Pengecekan lokasi pembangunan gudang pengeringan jagung tersebut dilakukan oleh Bripka Febrian Anggara selaku Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan serta kesiapan fasilitas yang akan mendukung proses pascapanen para petani di wilayah setempat.

Dalam kegiatan tersebut, diketahui bahwa satu unit dryer atau mesin pengering jagung telah beroperasi dengan kapasitas mencapai 20 ton. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung proses pengeringan secara konvensional.

Selain meningkatkan kualitas jagung pascapanen, fasilitas pengeringan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan memberikan nilai tambah bagi para petani. Dengan dukungan sarana yang lebih modern, produktivitas dan daya saing hasil pertanian masyarakat diyakini dapat meningkat.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan bahwa pembangunan gudang pengeringan jagung merupakan langkah positif dalam mendukung ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

“Keberadaan gudang pengeringan dan dryer jagung ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap para petani. Dengan fasilitas yang memadai, hasil panen dapat ditangani dengan lebih baik sehingga kualitas dan nilai jual jagung dapat meningkat. Kami berharap keberadaan sarana ini mampu mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Bati-Bati,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Ia menambahkan, Polri akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk koperasi dan kelompok tani di daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Piket Call Center 110 Polres Tanah Laut menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 07.45 Wita di Jalan Raya Imban RT 007 RW 003, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Piket 110 segera berkoordinasi dan menghubungi Unit Gakkum Satlantas Polres Tanah Laut. Penanganan di lokasi kejadian turut dibantu oleh personel Polsek Bati-Bati guna memastikan situasi tetap aman serta mempercepat proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Suzuki Carry warna putih dengan nomor polisi DA 8362 BY yang dikemudikan Khoirul Witoyo dan sepeda motor Honda Revo warna merah hitam nomor polisi DA 58240 PD yang dikendarai Fenny Wulandari.

Peristiwa bermula saat mobil Suzuki Carry melaju dari arah Desa Martadah menuju Desa Banyu Irang. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga oleng ke kanan akibat pengemudinya mengantuk. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Fenny Wulandari. Karena jarak kedua kendaraan yang sudah sangat dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor, Fenny Wulandari, mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, petugas Satlantas Polres Tanah Laut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum mengemudikan kendaraan. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat yang aman. Keselamatan adalah prioritas utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kapolres.  

Kamis, 11 Juni 2026

 


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menghadiri acara Pelepasan/Perpisahan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 21 Pelaihari yang digelar pada Jumat (12/6/2026).

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan haru serta dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy, Wakil Ketua beserta jajaran pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tanah Laut, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 21, para guru dan karyawan, Ketua Komite, orang tua murid, serta seluruh peserta didik TK Kemala Bhayangkari 21.

Dalam sambutannya selaku Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari, Kapolres Tanah Laut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelepasan peserta didik dapat terlaksana dengan baik dan penuh makna.

Kapolres juga menyampaikan bahwa selama proses pendidikan, pihak sekolah telah berupaya memberikan bekal ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kedisiplinan yang diharapkan menjadi fondasi bagi para peserta didik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis pihak sekolah menyerahkan kembali para peserta didik kepada orang tua setelah menyelesaikan masa pendidikan di TK Kemala Bhayangkari 21 Pelaihari. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya tugas sekolah dalam membimbing dan mendidik anak-anak selama berada di lingkungan TK.

Kapolres Tanah Laut turut mengajak para orang tua untuk terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada putra-putrinya dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya. Menurutnya, dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh kehangatan melalui berbagai penampilan dari para peserta didik yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua. Kegiatan ini menjadi momentum yang membanggakan sekaligus awal perjalanan baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita di masa depan.

TANAH LAUT — Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, melaksanakan kegiatan monitoring panen jagung di lahan PT Inhutani I yang berada di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Lahan tersebut digarap oleh Wayan Sadie, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rezeki, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah setempat. Jumat (12/6).

Panen dilakukan di lahan seluas 8 hektare dengan hasil produksi mencapai sekitar 26 ton jagung. Hasil panen tersebut selanjutnya dibeli oleh pengepul, Afandi, dengan harga Rp4.000 per kilogram, sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup signifikan bagi petani.

Kegiatan panen ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di Kecamatan Jorong. Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen yang diperoleh juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang mengelola lahan secara produktif.

Personel Polsek Jorong turut melakukan pemantauan terhadap proses panen dan distribusi hasil pertanian guna memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penyangga perekonomian daerah.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan bahwa keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah Jorong apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Polri mendukung penuh upaya masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Hasil panen sebesar 26 ton ini merupakan bukti kerja keras petani yang patut diapresiasi. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Ia menambahkan, sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat di lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang produktif dan berdaya saing di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT — Polsek Kintap, Polres Tanah Laut, terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan melalui monitoring tanaman jagung di lahan milik Suprat yang berada di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Jumat (12/6).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan dengan baik sejak fase awal penanaman. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 0,25 hektare dengan usia tanaman jagung mencapai 20 hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik sesuai dengan usia tanamnya. Personel Polsek Kintap juga berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman, kebutuhan pemupukan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pendampingan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan masyarakat, khususnya para petani, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung ketersediaan pangan di daerah.

Kapolsek Kintap, AKP Ahmad Baysory, mengatakan bahwa Polri berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan yang dilakukan oleh personel di lapangan.

“Monitoring ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Kami berharap tanaman jagung yang saat ini berusia 20 hari dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen, sehingga memberikan hasil yang optimal dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar AKP Ahmad Baysory.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam mendampingi petani diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, tanaman jagung milik Suprat diharapkan berkembang optimal dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga maupun ketahanan pangan daerah. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


Tanah Laut – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Tanah Laut menggelar kegiatan pembagian bantuan sosial (baksos) kepada berbagai elemen masyarakat di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Jumat (12/6).

Bantuan sosial tersebut diserahkan secara langsung oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., kepada perwakilan organisasi kemasyarakatan yang terdiri dari Banser Kabupaten Tanah Laut, Kokam Kabupaten Tanah Laut, Senkom Kabupaten Tanah Laut, serta Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Tanah Laut dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa pelaksanaan bantuan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Selain sebagai bentuk berbagi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi serta membangun sinergi yang harmonis dalam menjaga persatuan dan keamanan di Kabupaten Tanah Laut.

“Melalui penyaluran bantuan sosial tersebut, Polres Tanah Laut berharap hubungan baik yang selama ini terjalin dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dapat semakin erat. Kolaborasi yang solid antara Polri dan seluruh komponen masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif” ungkapnya.

Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang senantiasa hadir untuk berbagi, melayani, dan mengayomi demi terwujudnya Tanah Laut yang aman dan sejahtera.

Tanah Laut – Polres Tanah Laut menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Joglo Wicaksana Legawa Polres Tanah Laut, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tanah Laut Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., Wakapolres Tanah Laut, para Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat, di antaranya Banser Kabupaten Tanah Laut, Kokam Kabupaten Tanah Laut, Senkom Kabupaten Tanah Laut, dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa pelaksanaan nobar ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Tanah Laut. Melalui suasana kebersamaan dalam menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, diharapkan terjalin hubungan yang semakin solid serta semangat persatuan di tengah masyarakat.

“Selain menjadi sarana hiburan dan memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif. Sinergi antara Polri dan seluruh komponen masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Tanah Laut” Kata Kapolres.

Melalui kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi yang semakin baik antara Polres Tanah Laut dengan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Kami berharap seluruh komponen masyarakat dapat terus bersatu, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, serta kondusif demi kemajuan daerah.” Tutup Kapolres.

Polres Tanah Laut berharap kegiatan seperti ini dapat semakin memperkuat kolaborasi dan komunikasi yang positif dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga bersama-sama dapat mewujudkan lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif bagi seluruh warga.



Tanah Laut – Dalam upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan Police Goes to Pesantren di Pondok Pesantren Babussalam Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada para santri mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap aturan lalu lintas. Dalam penyampaiannya, personel Sat Lantas memberikan pengenalan berbagai jenis rambu-rambu lalu lintas beserta fungsinya sebagai pedoman bagi pengguna jalan.

Selain itu, para santri juga diberikan informasi mengenai peraturan berlalu lintas yang berlaku, termasuk kewajiban setiap pengguna jalan untuk mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Petugas turut menjelaskan sanksi yang dapat dikenakan apabila terjadi pelanggaran lalu lintas, sehingga para santri memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan di jalan.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut Iptu Adhitya Dikav, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa melalui kegiatan Police Goes to Pesantren, Sat Lantas Polres Tanah Laut berharap dapat membangun kesadaran dan disiplin berlalu lintas sejak dini, sehingga para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

kami ingin menanamkan kesadaran kepada para santri bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi sejak dini tentang rambu-rambu, aturan berlalu lintas, serta konsekuensi pelanggaran diharapkan dapat membentuk karakter yang disiplin dan tertib di jalan. Kami berharap para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat.” Jelas Kasat Lantas.

Statistik Pembaca