Selasa, 15 September 2026


Tanah Laut – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Tanah Laut tidak hanya berfokus pada upaya penanganan dan pemadaman api. Perlindungan serta kesehatan masyarakat yang terdampak paparan asap turut menjadi perhatian jajaran kepolisian.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. turun langsung memimpin kegiatan bakti kesehatan gratis bagi warga Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang berada di sekitar lokasi karhutla dan mengalami dampak dari paparan kabut asap. Pelayanan kesehatan juga diberikan kepada personel yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, personel Sidokkes Polres Tanah Laut berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut dan Puskesmas Tambang Ulang melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi warga maupun petugas. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan masyarakat selama kualitas udara terdampak asap.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga membagikan masker dan vitamin kepada warga sebagai upaya membantu mengurangi risiko paparan asap serta menjaga kondisi tubuh selama aktivitas masyarakat berlangsung di tengah kondisi udara yang kurang baik.

AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian, khususnya dalam aspek kesehatan.

“Penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Selain melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran, kami juga memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat dan personel yang berada di lapangan,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dipenuhi asap, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Tanah Laut bersama instansi terkait terus menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi dampak karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut – Fasilitas pengeringan jagung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, kini mulai dimanfaatkan untuk mendukung proses penanganan hasil panen petani. Gudang pengeringan tersebut merupakan fasilitas yang bekerja sama dengan Primkopol Polda Kalimantan Selatan. Rabu (16/9).

Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, melakukan pemantauan terhadap operasional fasilitas tersebut. Keberadaan dryer menjadi bagian dari upaya mendukung proses pascapanen, khususnya dalam membantu mengurangi kadar air jagung sebelum hasil pertanian dipasarkan.

Dengan kapasitas mencapai 20 ton, fasilitas pengeringan diharapkan dapat membantu penanganan jagung dalam jumlah lebih besar secara lebih terukur. Pengeringan yang baik juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan kesiapan jagung untuk proses pemasaran.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, pengoperasian dryer tersebut menjadi salah satu dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat di wilayahnya.

“Dryer sudah beroperasi dengan kapasitas 20 ton. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pengeringan jagung sehingga hasil panen petani lebih siap untuk dipasarkan,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus melakukan pemantauan serta mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Bati-Bati. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Senin, 14 September 2026


Tanah Laut – Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. menghadiri undangan kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan yang bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan sinergitas antaraparatur penegak hukum di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Kehadiran Kapolres Tanah Laut turut menunjukkan komitmen Polri dalam membangun hubungan kerja sama yang solid dengan Kejaksaan dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Tanah Laut bersama jajaran Kejaksaan Negeri Tanah Laut mengikuti rangkaian kegiatan serta melakukan komunikasi dan koordinasi terkait berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing institusi.

Sinergitas antara Polri dan Kejaksaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, transparan, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Koordinasi yang baik diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Tanah Laut.

Kapolres Tanah Laut menegaskan pentingnya menjaga komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh unsur penegak hukum serta instansi terkait. Hal tersebut diperlukan agar setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas dengan Kejaksaan dan seluruh stakeholder dalam mewujudkan penegakan hukum yang efektif serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., meninjau langsung penanganan para korban selamat kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Pelabuhan Terminal Penumpang Trisakti dan Hotel Kharisma, Kota Banjarmasin, Senin (14/9/2026).

Peninjauan ini dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, di antaranya Kakor Polairud Baharkam Polri, Waastama Ops Polri, Wadankor Brimob Polri, Dir Poludara Korpolairud Baharkam Polri, Karo Binops Stama Ops Polri, Karo Dalops Stama Ops Polri, Kabag Opsnaltik Korpolairud Baharkam Polri, serta Kasubdit Patroli Air Korpolairud Baharkam Polri. Turut mendampingi di lokasi acara, Gubernur Kalsel, Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, dan Kapolresta Banjarmasin.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, rombongan jajaran pimpinan tersebut mendatangi Pelabuhan Terminal Penumpang Trisakti Banjarmasin guna memastikan proses penanganan dan evakuasi korban berjalan cepat dan optimal.

Berdasarkan data pendataan di lapangan, total penumpang dan awak kapal tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan. Rincian proses evakuasi mencatat 86 orang dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, 1 orang dievakuasi menggunakan helikopter HR-3601 menuju Bandara Syamsudin Noor, 27 orang masih menunggu proses evakuasi lanjutan, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Usai mengecek kondisi di pelabuhan, Kapolda Kalsel beserta rombongan melanjutkan agenda dengan mendatangi tempat penampungan sementara korban selamat di Hotel Kharisma Banjarmasin. Selain mendengarkan langsung penuturan kronologi kejadian dari para penumpang, peninjauan ini dilakukan untuk memberikan dukungan moril dan memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa pemulihan. 


Jenazah salah satu korban meninggal dunia (MD) dalam kecelakaan kapal tenggelam KM Virgo Transport 8 diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (14/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kanit Ops Jasa Raharja Kanwil Kalsel, Kepala Seksi Operasi dan Siaga kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Banjarmasin, Kapolsek Banjarmasin Timur, Karumkit Bhayangkara Tingkat III Banjarmasin, Kauryandokpol Subbityanmeddokpol RS. Bhayangkara Banjarmasin beserta para Petugas Instalasi Forensik RS. Bhayangkara Banjarmasin, Kasi Indentifikasi beserta Tim Identifikasi Dit Reskrimum Polda Kalsel dan Sat Reskrim Polresta Banjarmasin.

Proses pemberangkatan jenazah berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA di Rumkit Bhayangkara Banjarmasin, Jalan A. Yani Km 3,5, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Korban yang diberangkatkan bernama Reyner Fausta Yosilianto, laki-laki, berusia 22 tahun, kelahiran Blitar, 24 Juli 2004. Korban diketahui bekerja sebagai kernet dan berdomisili di Dusun Slumbung RT 002/RW 002, Kelurahan Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Jenazah selanjutnya dipersiapkan untuk dipulangkan pihak keluarga ke wilayah Malang melalui jalur udara. Proses pemulangan didampingi oleh Ibu Nurhayati. Rencananya, jenazah diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 07.00 WITA menggunakan pesawat Lion Air.

Setibanya di Surabaya, jenazah akan diterima oleh pihak keluarga atas  untuk selanjutnya dibawa menuju rumah duka.


Tanah Laut – Personel Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya titik api di wilayah hukum Polsek Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi di lapangan, ditemukan sebanyak satu titik hotspot yang berada di wilayah Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, pada sekitar pukul 12.00 WITA.

Titik hotspot tersebut berada pada koordinat Latitude -3,5358859 dan Longitude 114,7294853, dengan klasifikasi medium. Dari hasil pengecekan petugas di lokasi, kebakaran terjadi pada area semak belukar dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Mendapatkan informasi dari warga, personel piket Polsek Bati-Bati langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati adanya kebakaran semak belukar.

Petugas kemudian melakukan pemantauan serta memastikan kondisi di sekitar lokasi untuk mencegah api kembali menjalar ke area lainnya. Berdasarkan hasil pengecekan terakhir, api telah berhasil padam dan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., melalui jajaran Polsek Bati-Bati, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya pada musim kemarau dengan kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran maupun potensi yang dapat memicu kebakaran,” ujar Kapolres.

Polres Tanah Laut bersama seluruh jajaran Polsek terus meningkatkan kegiatan patroli, pemantauan titik hotspot, pengecekan lapangan, serta edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Tanah Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Tanah Laut – Personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut menyambangi warga dan petani jagung di Desa Pemalongan, Kecamatan Pelaihari, untuk memberikan pemahaman mengenai Tabel Rafaksi sebagai salah satu acuan dalam menentukan nilai hasil panen. Selasa (15/9).

Dalam sosialisasi tersebut, petani dijelaskan bahwa kadar air menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian harga jagung. Melalui Tabel Rafaksi, petani dapat mengetahui indeks harga sesuai kondisi kadar air jagung yang dihasilkan.

Pengetahuan itu penting agar petani tidak hanya mengetahui harga secara umum, tetapi juga memahami dasar perhitungan nilai jagung yang akan dijual. Tabel Rafaksi dapat digunakan sebagai referensi untuk memperkirakan hasil penjualan, memahami perbedaan harga berdasarkan kadar air, serta menjadi bahan pembanding ketika melakukan transaksi dengan pembeli.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan, edukasi tersebut bertujuan agar petani memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nilai hasil panennya.

“Petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani memiliki acuan untuk mengetahui harga berdasarkan kadar air dan lebih memahami nilai jagung yang mereka hasilkan,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari terus mendorong keterbukaan informasi kepada petani sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Personel Polsek Pelaihari Polres Tanah Laut terus memperkuat edukasi kepada petani jagung melalui sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga dan petani di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pelaihari. Selasa (15/9),

Sosialisasi tersebut memberikan penjelasan mengenai indeks harga jagung yang disesuaikan dengan kadar air. Tabel Rafaksi menjadi acuan untuk mengetahui penyesuaian nilai jagung berdasarkan kondisi hasil panen, sehingga petani memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum melakukan transaksi.

Pemahaman ini juga membantu petani memperkirakan nilai hasil panen, mengetahui dasar perhitungan harga, serta membandingkan harga berdasarkan kadar air jagung. Dengan demikian, petani memiliki referensi saat menjual hasil panen dan dapat melakukan transaksi secara lebih terbuka.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan, sosialisasi Tabel Rafaksi merupakan upaya memberikan pengetahuan praktis kepada petani agar lebih memahami nilai hasil pertaniannya.

“Petani jadi tahu harga jual jagung yang sebenarnya. Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani memiliki dasar untuk mengetahui harga berdasarkan kadar air dan dapat lebih percaya diri saat melakukan transaksi,” ujar Ipda Karia Jaya.

Polsek Pelaihari berharap pemahaman tersebut dapat mendukung terciptanya transaksi jagung yang transparan sekaligus memperkuat kepercayaan petani terhadap pendampingan Polri di sektor pertanian. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca