Sabtu, 03 Oktober 2026

Tanah Laut – Personel Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut menyampaikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada masyarakat di Desa Kait-Kait Baru, Kecamatan Bati-Bati. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai acuan penentuan nilai jual jagung hasil panen. Minggu (4/10),

Dalam sosialisasi, personel menjelaskan Tabel Rafaksi sebagai acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Pemahaman ini dinilai penting agar petani mengetahui dasar perhitungan harga dan dapat memperkirakan nilai hasil panen sebelum dipasarkan.

Selain menyampaikan materi, personel juga berdialog dengan warga mengenai perkembangan pertanian jagung serta kondisi yang dihadapi petani di lapangan. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari pendampingan Polri sekaligus upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, informasi mengenai Tabel Rafaksi perlu diketahui petani agar proses jual beli hasil panen dapat dilakukan dengan pemahaman yang lebih baik.

“Petani perlu mengetahui dasar penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Tabel Rafaksi dapat menjadi acuan untuk memahami nilai hasil panen sehingga petani memiliki gambaran yang lebih jelas saat melakukan transaksi,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus mendorong kegiatan sosialisasi dan komunikasi dengan petani sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian serta penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Personel Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut menyambangi kediaman Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya di Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memantau perkembangan pertanian jagung sekaligus mengetahui kesiapan petani menghadapi musim tanam. Minggu (4/10).

Dalam dialog bersama kelompok tani, personel memperoleh informasi bahwa rencana penanaman jagung masih menghadapi kendala akibat musim kemarau. Keterbatasan ketersediaan air membuat petani belum dapat menentukan waktu tanam secara optimal dan masih menunggu kondisi yang lebih mendukung.

Personel Polsek Panyipatan mendorong petani untuk terus mempersiapkan lahan sembari memperhatikan kondisi cuaca dan ketersediaan air. Komunikasi dengan kelompok tani juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi pertanian secara langsung.

Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi mengatakan, kondisi musim menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhitungkan sebelum petani memulai penanaman.

“Musim kemarau masih menjadi tantangan bagi petani dalam menentukan waktu tanam jagung. Kami terus melakukan sambang dan komunikasi agar perkembangan kondisi lahan serta kendala yang dihadapi petani dapat terpantau,” ujar Iptu Wanda Satriadi.

Polsek Panyipatan berkomitmen mendampingi masyarakat melalui komunikasi dan pemantauan lapangan, sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca