Rabu, 14 Oktober 2026


TANAH LAUT – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas serta mencegah tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Kanit Binmas Polsek Panyipatan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada siswa-siswi UPTD SMPN 3 Panyipatan, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berlangsung di Aula UPTD SMPN 3 Panyipatan, Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan dewan guru serta para siswa-siswi UPTD SMPN 3 Panyipatan.

Dalam penyampaian materi keselamatan berlalu lintas, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, mengenali potensi bahaya di jalan raya, serta membangun kebiasaan tertib dan mengutamakan keselamatan saat berkendara maupun ketika berada di jalan.

Selain itu, materi mengenai bullying disampaikan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, menghormati perbedaan, serta menghindari segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Para siswa juga diimbau agar berani melaporkan kepada guru atau pihak terkait apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Panyipatan berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan bebas dari bullying.

Selasa, 13 Oktober 2026

TANAH LAUT – Memahami cara penentuan harga menjadi bekal penting bagi petani saat memasarkan hasil panen. Untuk itu, personel Polsek Jorong, Aipda Dedi Hermawan, memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga Desa Alur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (14/10).

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapat penjelasan mengenai penggunaan Tabel Rafaksi sebagai acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Pengetahuan ini diharapkan membantu petani memahami dasar perhitungan yang digunakan dalam transaksi, sehingga dapat memperkirakan nilai jual hasil panen dengan lebih baik.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan bahwa keterbukaan informasi mengenai harga menjadi hal penting agar petani dapat mengambil keputusan secara lebih bijak.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani memiliki bekal untuk mengetahui dasar penyesuaian harga jagung. Kami berharap masyarakat lebih teliti dalam memahami penawaran dan dapat bertransaksi dengan informasi yang jelas,” kata AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Polri membangun komunikasi yang positif dengan warga. Polsek Jorong akan terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak berhenti pada proses penanaman dan panen. Kesiapan sarana pascapanen juga menjadi perhatian Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, yang melakukan pengecekan pembangunan gudang pengeringan jagung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (14/10).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan pembangunan fasilitas yang diharapkan dapat menunjang proses pengeringan jagung setelah panen. Keberadaan gudang pengering menjadi salah satu sarana penting dalam membantu menjaga mutu hasil pertanian serta mendukung penanganan jagung sebelum dipasarkan.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan bentuk perhatian Polri terhadap kesiapan fasilitas pendukung pertanian di wilayah binaan.

“Pembangunan gudang pengering jagung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam penanganan hasil panen. Kami terus mendorong sinergi dengan masyarakat agar fasilitas pendukung pertanian dapat menunjang program ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui peran Bhabinkamtibmas, Polsek Bati-Bati terus menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus memantau perkembangan kegiatan yang mendukung sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak untuk memperkuat pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus mengantisipasi perundungan siber atau cyberbullying di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Lantai 5, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 343 peserta, terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP se-DKI Jakarta dan unsur wakil kesiswaan SSG sesuai data penyelenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Moh Dofir dari Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Ernita Napitu, M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni AKP Mirza Triyuna P, S.Kom., M.H., M.T.I., dari Ditcegah Densus 88 AT Polri; Retno Listyrini dari Kasubkel PAUD Dikmas Sudin 1 Jakarta Utara; serta Dra. Rosnalisa Z, M.Si., CHT, konselor dan psikolog klinis Alazka Kids Development.

Kombes Pol Moh Dofir menegaskan, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam upaya pencegahan IRET karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Pencegahan IRET di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi dan peran aktif seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik, menanamkan nilai toleransi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Dofir.

Ia menambahkan, pemahaman tenaga pendidik perlu diperkuat agar mampu mengenali indikasi awal penyebaran paham ekstremisme maupun perilaku perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

“Melalui workshop ini, kami berharap para tenaga pendidik semakin memahami pentingnya deteksi dini, edukasi, dan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak,” tambahnya.

Selain pencegahan IRET, workshop ini membahas penanganan cyberbullying yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, kenyamanan belajar, hingga perkembangan psikologis peserta didik. Tenaga pendidik diharapkan mampu mengenali tanda-tanda siswa yang membutuhkan bantuan serta memahami mekanisme penanganan dan pendampingan yang mengutamakan perlindungan anak.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Peserta didik perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta menghormati orang lain di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh konten yang mendorong kebencian maupun kekerasan.

Melalui kegiatan ini, Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik untuk melakukan pencegahan sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, komunikasi yang sehat dengan peserta didik, serta pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepedulian tanpa memberikan stigma atau pelabelan secara prematur terhadap siswa.

Kolaborasi ini diharapkan berlanjut melalui edukasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik secara berkesinambungan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, membangun karakter, dan menghargai keberagaman.

 


TANAH LAUT – Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, personel Polsek Tambang Ulang melaksanakan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan, termasuk Zona Aman Sekolah di wilayah hukum Polsek Tambang Ulang, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Simpang Tiga Tambang Ulang di depan SDN 2 Tambang Ulang, Simpang Tiga Pulau Sari di depan SDN 1 Pulau Sari, serta Simpang Tiga Gunung Raja di depan SDN 1 Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang.

Dalam pelaksanaannya, personel ditempatkan pada titik-titik strategis untuk membantu mengatur arus kendaraan, memberikan rasa aman kepada pengguna jalan, serta memastikan keselamatan para pelajar saat berangkat maupun beraktivitas di lingkungan sekolah.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga bertujuan mengantisipasi potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan gangguan keamanan di sekitar lokasi kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Polsek Tambang Ulang, Polres Tanah Laut, berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kepolisian guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.


TANAH LAUT – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1009/Tanah Laut, personel Polres Tanah Laut bersama Bhayangkari mengikuti kegiatan donor darah yang berlangsung di Lapangan UPTD SD Negeri 4 Jorong, Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (13/10/2026).


Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu wujud nyata sinergisitas TNI-Polri bersama masyarakat dalam mendukung program TMMD. Selain berfokus pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta membantu memenuhi kebutuhan persediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.


Partisipasi personel Polres Tanah Laut dan Bhayangkari menunjukkan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat secara langsung.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama semakin kuat, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI, Polri, Bhayangkari, dan masyarakat dalam menyukseskan TMMD ke-130 Kodim 1009/Tanah Laut.


Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tanah Laut.


TANAH LAUT – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan penelitian bertajuk “Evaluasi Mutu Hasil Pengadaan Barang/Jasa Berdasarkan Implementasi Sertifikasi Puslitbang Polri” di Polres Tanah Laut, Selasa (13/10/2026). Kegiatan berlangsung di Joglo Wicaksana Laghawa, Mapolres Tanah Laut.

Kedatangan tim peneliti disambut langsung oleh Wakapolres Tanah Laut Kompol Eka Saprianto, S.E., S.I.K., M.M., bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Tanah Laut.

Tim penelitian dipimpin Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H., selaku Ketua Tim, didampingi anggota Pembina Tk. I Ahmad Munif, S.H., M.Si., dan Penda Dessy Ariyani, serta konsultan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Drs. Ary Wahyono, M.Si.

Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H., selaku Ketua Tim dalam sambutannya mengawakan bahwa penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi implementasi sertifikasi Puslitbang Polri dalam proses pengadaan barang/jasa, sekaligus memastikan mutu hasil pengadaan sesuai dengan spesifikasi, kebutuhan operasional, dan standar yang telah ditetapkan.

Pengadaan barang/jasa memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kualitas barang/jasa yang diperoleh menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang efektivitas dan kesiapan operasional Polri.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memiliki tiga fokus utama, yakni menganalisis implementasi hasil sertifikasi Puslitbang Polri dalam proses pengadaan barang/jasa, mengevaluasi mutu hasil pengadaan berdasarkan sertifikasi tersebut, serta mengukur efektivitas penerapan sertifikasi dalam meningkatkan kualitas barang/jasa yang digunakan oleh satuan kerja Polri.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif (mixed method), melalui pengisian kuesioner secara daring, wawancara mendalam, serta observasi langsung terhadap situs web dan peralatan yang tersedia pada satuan kerja yang menjadi sampel penelitian.

Sementara Wakapolres Tanah Laut Kompol Eka Saprianto, S.E., S.I.K., M.M.  mengatakan bahwa kami menyambut baik pelaksanaan penelitian Puslitbang Polri di Polres Tanah Laut terkait evaluasi mutu hasil pengadaan barang dan jasa berdasarkan implementasi sertifikasi Puslitbang Polri. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya memastikan bahwa barang dan jasa yang digunakan dalam mendukung tugas kepolisian memiliki kualitas, spesifikasi, dan standar yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Kami berharap melalui penelitian ini dapat diperoleh evaluasi dan rekomendasi yang objektif sebagai bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polri, khususnya dalam aspek efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Senin, 12 Oktober 2026

TANAH LAUT – Personel Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, turun langsung memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga Desa Jorong, Kecamatan Jorong. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman petani terhadap perhitungan harga jagung agar proses penjualan hasil panen dapat dilakukan dengan informasi yang lebih terbuka. Selasa (13/10).

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada fungsi Tabel Rafaksi sebagai acuan penyesuaian harga berdasarkan kadar air jagung. Pemahaman ini dinilai penting agar petani tidak hanya berfokus pada jumlah hasil panen, tetapi juga mengetahui faktor yang memengaruhi nilai jual komoditas mereka.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami dasar perhitungan harga sebelum menyepakati transaksi dengan pembeli.

“Petani perlu mengetahui faktor yang memengaruhi harga jagung, termasuk kadar air dan penyesuaiannya melalui Tabel Rafaksi. Kami berharap informasi ini dapat menjadi bekal bagi warga untuk memperhitungkan hasil panen secara lebih cermat,” ungkap AKP Rahmad Ramadhani.

Polsek Jorong berkomitmen mendukung masyarakat melalui edukasi yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca