Rabu, 21 Oktober 2026

TANAH LAUT – Fasilitas pengering jagung berkapasitas 20 ton di Desa Banyu Irang kini telah beroperasi. Untuk memastikan sarana pendukung pertanian tersebut berjalan, Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, melakukan pengecekan dryer sekaligus memantau pemanfaatannya bagi masyarakat setempat. Kamis (22/10).

Pengecekan ini menjadi bagian dari perhatian Polri terhadap proses pascapanen, yang berperan penting dalam menjaga kualitas jagung sebelum dipasarkan. Keberadaan dryer diharapkan membantu petani menangani hasil panen secara lebih optimal, terutama dalam proses pengeringan untuk mencapai kadar air yang sesuai.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan beroperasinya fasilitas tersebut menjadi dukungan bagi kegiatan pertanian di wilayah Desa Banyu Irang.

“Dengan kapasitas mencapai 20 ton dan sudah beroperasi, dryer ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengeringan jagung masyarakat. Kami terus mendorong sinergi bersama warga agar sarana pertanian yang tersedia mampu memberikan manfaat bagi petani,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui pemantauan langsung oleh Bhabinkamtibmas, Polsek Bati-Bati turut mendukung kelancaran kegiatan pertanian serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT – Personel Polsek Bati-Bati, Polres Tanah Laut, menyampaikan edukasi mengenai Tabel Rafaksi kepada warga Desa Banyu Irang. Sosialisasi ini menjadi langkah untuk membantu masyarakat memahami faktor yang memengaruhi nilai jual jagung, terutama penyesuaian harga berdasarkan kadar air. Kamis (22/10).

Melalui kegiatan tersebut, warga diajak mengenali Tabel Rafaksi sebagai acuan dalam memahami perhitungan harga hasil panen. Pengetahuan ini diharapkan membuat petani lebih siap mencermati penawaran pembeli, memperkirakan nilai komoditas yang dihasilkan, dan memahami dasar penyesuaian harga sebelum transaksi disepakati.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, mengatakan pemahaman tersebut penting agar petani memiliki informasi yang memadai ketika memasarkan hasil pertanian.

“Kami ingin masyarakat memahami bagaimana Tabel Rafaksi digunakan sebagai acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan pemahaman itu, petani diharapkan lebih cermat dalam menilai hasil panen dan mengambil keputusan saat bertransaksi,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati terus mendorong edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Statistik Pembaca