Minggu, 22 Februari 2026

Tanah Laut - Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut melaksanakan kegiatan patroli antisipasi balap liar di wilayah hukumnya, Minggu (22/2/2026) sore. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Patroli dilaksanakan mulai pukul 16.45 Wita hingga selesai dengan menyasar Jalan Raya Tembokan, Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang kerap digunakan oleh sekelompok remaja untuk berkumpul dan berpotensi melakukan balap liar pada sore hingga malam hari.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Panyipatan melakukan pemantauan situasi arus lalu lintas, patroli dialogis dengan masyarakat sekitar, serta memberikan imbauan kepada para remaja yang masih berkumpul di sepanjang jalan agar tidak melakukan aksi balap liar maupun kegiatan yang mengganggu ketertiban umum.

Selain itu, petugas juga mengingatkan para pengendara untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm, serta tidak memodifikasi kendaraan secara berlebihan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut, sekaligus sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman. Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan dapat menekan potensi terjadinya balap liar serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami secara rutin melaksanakan patroli di titik-titik yang dianggap rawan terjadinya balap liar, khususnya di Jalan Raya Tembokan Desa Panyipatan. Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada para remaja dan pengguna jalan agar tidak melakukan aksi balap liar serta selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk ikut mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat balap liar. Keselamatan adalah yang utama, mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah Panyipatan tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolsek.



Tanah Laut - Apel Pagi Jam Pimpinan Polres Tanah Laut digelar di Lapangan Apel Polres Tanah Laut dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, sebagai bentuk penguatan disiplin, soliditas, dan motivasi kerja bagi seluruh personel, Senin (23/2) pagi.

Kegiatan apel dihadiri oleh Wakapolres Tanah Laut Kompol Thomas Afrian, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, para Kapolsek jajaran, serta seluruh Perwira, Bintara, ASN dan PHL Polres Tanah Laut. Apel berlangsung khidmat dan penuh semangat sebagai wujud kesiapan personel dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.,  menekankan pentingnya mengawali hari dengan hal-hal positif dan penuh rasa syukur atas apa yang dimiliki, baik berupa pekerjaan, keluarga, maupun hal-hal lain yang menjadi sumber kebahagiaan. Menurutnya, rasa syukur tersebut diharapkan menjadi energi dan motivasi dalam bekerja dengan baik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kasat Narkoba beserta jajaran yang telah berhasil mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Laut. Ia menegaskan agar seluruh personel tidak ada yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba serta saling mengingatkan satu sama lain demi menjaga integritas dan nama baik institusi.

Selain itu, Kapolres mengingatkan seluruh personel agar bijak dalam mengelola keuangan dan gaji, dengan menerapkan pola hidup sederhana dan wajar. Pengendalian gaya hidup dinilai penting untuk menghindari permasalahan pribadi yang dapat berdampak pada pelaksanaan tugas kedinasan.

Di akhir arahannya, Kapolres menyampaikan bahwa Kapolda Kalimantan Selatan berencana menjadikan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung di wilayah Kalimantan Selatan. Untuk itu, ia mengajak seluruh personel Polres Tanah Laut mendukung program tersebut sebagai bentuk kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Sabtu, 21 Februari 2026

Tanah Laut – Jajaran Polsek Pelaihari melaksanakan panen raya jagung di lahan binaan Polri milik  Sdr. Sahroni yang berlokasi di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Panen raya tersebut dilakukan di lahan seluas 3 hektar dengan hasil produksi mencapai kurang lebih 20 ton jagung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan kelompok tani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di wilayah setempat.

Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany, S.E., S.H., M.M, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap Petani Jagung merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat mendukung program ketahanan pangan.

“Panen raya ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Polri dan petani binaan. Kami akan terus memberikan pendampingan guna mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar IPTU Benny Wishnu Wardhany.

 

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengapresiasi keberhasilan panen raya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polres Tanah Laut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus kami perkuat demi terciptanya kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi warga,” tegas AKBP Ricky Boy Siallagan.

Diharapkan panen raya jagung ini dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Desa Sungai Bakar sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pinang Aiptu Nur Cipto Wibowo, Kecamatan Tambang Ulang, melaksanakan kunjungan ke lahan perkebunan jagung milik Sdr. Sodikin yang berlokasi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian masyarakat sekaligus memantau secara langsung pertumbuhan tanaman jagung guna memastikan kualitas dan hasil panen yang optimal. Dalam kunjungannya, Bhabinkamtibmas berdialog dengan pemilik lahan terkait kondisi tanaman, perawatan, serta kendala yang dihadapi selama masa tanam.

Kapolsek Tambang Ulang, Iptu Mangasa Siagian, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami melalui Bhabinkamtibmas terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada para petani. Dengan pemantauan ini, kita dapat memastikan pertumbuhan jagung berjalan baik sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa jajaran Polres Tanah Laut berkomitmen mendukung setiap upaya masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Kami berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik, sehingga selain situasi kamtibmas yang kondusif, kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat,” ungkap Kapolres.

Melalui kegiatan silaturahmi dan monitoring ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta dapat memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan kualitas dan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Tambang Ulang.

Kamis, 19 Februari 2026

Tanah Laut – Jajaran Polsek Kurau melaksanakan panen raya jagung di lahan binaan Polri milik Sdri. Masdah yang berlokasi di Desa Sarikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.

Panen raya tersebut dilakukan di lahan seluas 5 hektar dengan hasil produksi diperkirakan mencapai kurang lebih 50 ton jagung dengan perkiraan rata-rata 5.5 ton per hektar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan kelompok tani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di wilayah setempat.

Kapolsek Kurau, Iptu Bambang Hariansyah, S.H, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap kelompok tani merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat.

“Panen raya ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Polri dan kelompok tani. Kami akan terus memberikan pendampingan guna mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar IPTU Bambang.

 

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan, mengapresiasi keberhasilan panen raya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polres Tanah Laut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus kami perkuat demi terciptanya kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi warga,” tegas AKBP Ricky Boy Siallagan.

 

Diharapkan panen raya jagung ini dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Desa Sarikandi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut – Jajaran Polsek Kurau melaksanakan panen raya jagung di lahan binaan Polri milik Sdri. Masdah yang berlokasi di Desa Sarikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.

Panen raya tersebut dilakukan di lahan seluas 5 hektar dengan hasil produksi diperkirakan mencapai kurang lebih 50 ton jagung dengan perkiraan rata-rata 5.5 ton per hektar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan kelompok tani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di wilayah setempat.

Kapolsek Kurau, Iptu Bambang Hariansyah, S.H, menyampaikan bahwa pendampingan terhadap kelompok tani merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat.

“Panen raya ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Polri dan kelompok tani. Kami akan terus memberikan pendampingan guna mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar IPTU Bambang.

 

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan, mengapresiasi keberhasilan panen raya tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polres Tanah Laut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus kami perkuat demi terciptanya kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi warga,” tegas AKBP Ricky Boy Siallagan.

 

Diharapkan panen raya jagung ini dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Desa Sarikandi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut - Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Kabupaten Tanah Laut Menjadi Sentra Jagung Kalimantan Selatan Menuju Indonesia Emas 2045 bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Penyuluh Swadaya (PPS) Pertanian Tanah Laut, serta Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanah Laut digelar di Gedung Balairung Pelaihari, Jumat (20/2).

Kegiatan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Kalimantan Selatan, Kapolres Tanah Laut beserta pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Tanah Laut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Laut Hj. Endang Isnawangsih, S.H., Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut Ir. M. Faried Widyatmoko, para PPS dan PPL pertanian Tanah Laut, serta seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanah Laut.

FGD ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan Kabupaten Tanah Laut menjadi sentra produksi jagung di Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional serta menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.

Dalam forum diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai strategi percepatan peningkatan produksi jagung, mulai dari pemetaan potensi lahan, optimalisasi penggunaan bibit unggul, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, hingga penguatan sistem pendampingan kepada para petani. Selain itu, dibahas pula sinergitas antara aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, dengan para penyuluh pertanian dalam melakukan monitoring dan pendampingan langsung di desa-desa guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk kepolisian. Ia menekankan bahwa Bhabinkamtibmas memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak dan fasilitator dalam mendukung program pembangunan pertanian di wilayah binaannya. Melalui pendampingan intensif, diharapkan para petani dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen jagung.

Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan bahwa akselerasi Tanah Laut sebagai sentra jagung di Kalimantan Selatan harus didukung dengan perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor yang solid, serta pengawasan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dinas pertanian, kepolisian, serta para penyuluh, program ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pangan di wilayah Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Laut Hj. Endang Isnawangsih, S.H., menyampaikan dukungannya terhadap program akselerasi sentra jagung ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah berbasis sektor pertanian. Ia berharap hasil FGD dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret dan implementatif bagi pemerintah daerah dalam pengembangan komoditas jagung secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut Ir. M. Faried Widyatmoko juga menegaskan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan kepolisian dan para penyuluh dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani. Program peningkatan luas tanam, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi fokus utama dalam mendukung Tanah Laut sebagai sentra jagung unggulan di Kalimantan Selatan.

Melalui FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Tanah Laut. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus jaringan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, Kamis (19/2/2026) pagi. Konferensi pers yang berlangsung di Lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel didampingi Irwasda, Dir Reskrimum, Dir Lantas, dan Kabid Humas Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. pers menyampaikan bahwa ada 6 orang tersangka yang ditangkap oleh Direktorat Reskrimum Polda Kalsel dalam pengungkapan kasus jaringan pemalsu STNK, SKPD, Faktur, NIK dan BPKB kendaraan bermotor.

Dari 6 orang tersangka, ada 4 tersangka berasal dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sedangkan 2 tersangka lainnya berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Para tersangka tersebut yakni FN yang berperan Menawarkan Jual beli Mobil yang dipasarkan melalui Postingan Facebook dan Whatsapp serta melakukan pemesanan STNK, SKPD, FAKTUR, NIK, dan BPKB Palsu.

Kemudian SF perannya sebagai Penjual Mobil yang membeli dari tersangka FN yang dijual kembali kepada para pembeli di Kotabaru Kalimantan Selatan. RY berperan sebagai Makelar / Penjalur STNK, SKPD, FAKTUR, NIK, dan BPKB Palsu sesuai pesanan dari tersangka FN kepada tersangka BD.

Tersangka RB perannya sebagai Pembuat STNK, SKPD, FAKTUR, NIK, dan BPKB Palsu sesuai pesanan tersangka FN. KT perannya Membantu tersangka RB membuat dan memasarkan STNK, SKPD, FAKTUR, NIK, dan BPKB Palsu sesuai pesanan tersangka FN. Dan tersangka BD berperan sebagai Pembuat STNK, SKPD, FAKTUR, NIK, dan BPKB Palsu sesuai pesanan tersangka FN.

Selain menangkap 6 tersangka, sejumlah barang bukti juga turut disita yakni Ranmor R4 sebanyak 20 unit, Plat mobil terpasang 20 pasang, STNK dan SKPD kedaluarsa / mati 18.120 lembar, BPKB kadaluarsa / mati 92 buku, Laptop 5 unit, Printer 3 unit, Stiker Hologram STNK 135 buah.

Cap stempel 39 buah, Cairan pengangkat tulisan dikertas 3 kaleng, Plastik STNK 82 lembar, Kertas HVS untuk SKPD palsu     15 pack, Lampu UV (Ultraviolet)2 buah, Amplop coklat 100 lembar, Bayclin (pemutih) 2 botol, Flashdisk   3 buah, Buku Tabungan Bank BCA 2 buah, Buku Tabungan Bank BRI 3 buah, Kartu ATM BCA 5 buah, Kartu ATM BNI 1 buah, Kartu ATM BRI 1 buah, Kartu ATM Mandiri 1 buah, dan Barang lainnya 80 buah.

Kapolda menjelaskan, modus operandi yang dipakai oleh para tersangka yaitu membeli kendaraan yang macet kreditnya kemudian dijual melalui Facebook dan grup Whatsapp, kemudian diterbitkan BPKB, STNK dan Notice pajak palsu.

Dari pembuatan BPKB, STNK dan Notice pajak palsu yang dilakukan oleh tersangka, diperoleh keuntungan hingga Rp.100.000.000,- perbulan, untuk pembuatan Notice pajak Rp.20.800.000,- perbulan, dan STNK Rp.12.000.000,- perbulan.

Para tersangka telah menjalankan aksinya mulai sejak tahun 2017 dengan wilayah operasi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogjakarta, Bali dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Frido Situmorang, S.H., S.I.K., menerangkan terungkapnya kasus ini berawal dari laporan bahwa adanya pemalsuan STNK, BPKB saat pelapor melakukan pembayaran pajak yang diketahui bahwa pajak sudah terblokir.

Berdasarkan hal tersebut, Dit Reskrimum Polda Kalsel kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka pertama di Banjarmasin. Dari pengakuan tersangka yang telah diamankan, kemudian ditangkap tersangka lainnya diwilayah Blora, Provinsi Jawa Tengah.

“Tersangka mematok biaya Rp.800.000,- untuk pajak, sedangkan untuk BPKB dipatok dengan biaya Rp.4.000.000,-,” terang Dir Reskrimum Polda Kalsel.

Statistik Pembaca