Minggu, 04 Oktober 2026

Tanah Laut – Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut kembali mendorong pemahaman petani terhadap mekanisme penentuan harga jagung melalui sosialisasi Tabel Rafaksi di Kantor Desa Kait-Kait Baru, Kecamatan Bati-Bati. Senin (5/10).

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dan petani setempat. Personel Polsek Bati-Bati menjelaskan bahwa Tabel Rafaksi dapat menjadi acuan untuk memahami penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Dengan informasi tersebut, petani dapat mengetahui dasar perhitungan nilai hasil panen sebelum menjualnya kepada pembeli.

Sosialisasi juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk mendengarkan kondisi petani serta perkembangan pertanian jagung di Desa Kait-Kait Baru. Polsek Bati-Bati mendorong masyarakat untuk memanfaatkan informasi tersebut sebagai referensi saat melakukan transaksi hasil panen.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, pemahaman petani terhadap Tabel Rafaksi penting untuk menciptakan transaksi yang lebih terbuka dan mudah dipahami.

“Tabel Rafaksi memberikan gambaran mengenai penyesuaian nilai jagung berdasarkan kadar air. Kami berharap petani memahami acuan tersebut sehingga dapat memperkirakan nilai hasil panennya dan mengetahui dasar harga saat melakukan transaksi,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus menjalin komunikasi dengan kelompok tani dan masyarakat sebagai bagian dari pendampingan sektor pertanian serta mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Personel Polsek Jorong Polres Tanah Laut menyambangi masyarakat Desa Batalang, Kecamatan Jorong, untuk menyampaikan sosialisasi mengenai Tabel Rafaksi jagung. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan kepolisian kepada petani agar lebih memahami dasar penentuan nilai hasil panen. Senin (5/10),

Dalam sosialisasi tersebut, personel menjelaskan Tabel Rafaksi yang menjadi acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu petani memperkirakan nilai jual hasil panen serta memahami dasar perhitungan harga sebelum melakukan transaksi dengan pembeli.

Personel juga membuka ruang dialog dengan warga untuk mengetahui perkembangan pertanian jagung dan kondisi yang dihadapi petani. Pendekatan langsung tersebut dinilai penting agar informasi yang disampaikan dapat diterima sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan, pemahaman mengenai Tabel Rafaksi dapat menjadi bekal bagi petani dalam menentukan langkah saat memasarkan hasil panennya.

“Petani perlu memahami dasar penentuan harga jagung, termasuk pengaruh kadar air terhadap nilai jual. Dengan mengetahui Tabel Rafaksi, masyarakat memiliki acuan untuk memperkirakan nilai hasil panen dan lebih memahami proses transaksi,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Polsek Jorong akan terus melakukan edukasi dan komunikasi dengan petani sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Personel Polsek Bati-Bati bersama tim gabungan berhasil melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Liang Anggang RT 07 RW 03, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (4/10/2026).

Informasi mengenai adanya titik hotspot tersebut diterima personel Polsek Bati-Bati dari laporan masyarakat sekitar pada pukul 16.00 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket Karhutla Polsek Bati-Bati segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan upaya pemadaman.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati adanya kebakaran lahan. Proses pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel Polsek Bati-Bati, tim pemadam kebakaran, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar.

Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya. Hingga laporan dibuat, luas lahan yang terbakar belum dapat diketahui secara pasti.

Kapolsek Bati-Bati menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Selain melakukan penanganan di lokasi, personel Polsek Bati-Bati juga secara rutin melaksanakan patroli di kawasan rawan karhutla serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan adanya titik api atau potensi karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” imbau Kapolsek Bati-Bati.

Polsek Bati-Bati juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, termasuk kendaraan, pompa air, serta peralatan pendukung lainnya, sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Bati-Bati bersama seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan serta mencegah meluasnya dampak karhutla di wilayah hukum Polsek Bati-Bati.

Sabtu, 03 Oktober 2026

Tanah Laut – Personel Polsek Bati-Bati Polres Tanah Laut menyampaikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada masyarakat di Desa Kait-Kait Baru, Kecamatan Bati-Bati. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai acuan penentuan nilai jual jagung hasil panen. Minggu (4/10),

Dalam sosialisasi, personel menjelaskan Tabel Rafaksi sebagai acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Pemahaman ini dinilai penting agar petani mengetahui dasar perhitungan harga dan dapat memperkirakan nilai hasil panen sebelum dipasarkan.

Selain menyampaikan materi, personel juga berdialog dengan warga mengenai perkembangan pertanian jagung serta kondisi yang dihadapi petani di lapangan. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari pendampingan Polri sekaligus upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kapolsek Bati-Bati AKP Muhammad Afianor mengatakan, informasi mengenai Tabel Rafaksi perlu diketahui petani agar proses jual beli hasil panen dapat dilakukan dengan pemahaman yang lebih baik.

“Petani perlu mengetahui dasar penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Tabel Rafaksi dapat menjadi acuan untuk memahami nilai hasil panen sehingga petani memiliki gambaran yang lebih jelas saat melakukan transaksi,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Polsek Bati-Bati akan terus mendorong kegiatan sosialisasi dan komunikasi dengan petani sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian serta penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Personel Polsek Panyipatan Polres Tanah Laut menyambangi kediaman Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya di Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memantau perkembangan pertanian jagung sekaligus mengetahui kesiapan petani menghadapi musim tanam. Minggu (4/10).

Dalam dialog bersama kelompok tani, personel memperoleh informasi bahwa rencana penanaman jagung masih menghadapi kendala akibat musim kemarau. Keterbatasan ketersediaan air membuat petani belum dapat menentukan waktu tanam secara optimal dan masih menunggu kondisi yang lebih mendukung.

Personel Polsek Panyipatan mendorong petani untuk terus mempersiapkan lahan sembari memperhatikan kondisi cuaca dan ketersediaan air. Komunikasi dengan kelompok tani juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi pertanian secara langsung.

Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi mengatakan, kondisi musim menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhitungkan sebelum petani memulai penanaman.

“Musim kemarau masih menjadi tantangan bagi petani dalam menentukan waktu tanam jagung. Kami terus melakukan sambang dan komunikasi agar perkembangan kondisi lahan serta kendala yang dihadapi petani dapat terpantau,” ujar Iptu Wanda Satriadi.

Polsek Panyipatan berkomitmen mendampingi masyarakat melalui komunikasi dan pemantauan lapangan, sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Jumat, 02 Oktober 2026


Tanah Laut — Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menghadiri pembukaan Sekolah Islam Gender (SIG) IV Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Tanah Laut di Gedung Pemuda Tanah Laut, Sabtu (3/10/2026).


Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Nilai Kepemimpinan di Kalangan Perempuan Demi Menjunjung Kesetaraan Gender di Bumi Tuntung Pandang.” Forum ini menjadi ruang pembelajaran bagi kader perempuan PMII untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan.


Kehadiran Kapolres Tanah Laut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap kegiatan kepemudaan yang bersifat positif dan konstruktif. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki wawasan, karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.


Kapolres juga mengapresiasi pelaksanaan SIG IV yang memberikan ruang kepada perempuan muda untuk belajar, berdiskusi dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.


“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan menjadi ruang untuk membangun karakter serta jiwa kepemimpinan perempuan yang berintegritas, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar AKBP Ricky Boy Siallagan.


Ia berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan secara seremonial, tetapi juga dapat mengambil pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan SIG untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.


Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan organisasi kepemudaan. Hubungan tersebut dinilai penting dalam mendukung berbagai kegiatan positif sekaligus menjaga suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Tanah Laut.


“Sinergi dan komunikasi antara Polri dengan organisasi kepemudaan harus terus dijaga. Anak muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, produktif dan konstruktif,” tambahnya.


Melalui pelaksanaan Sekolah Islam Gender IV tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkuat karakter kepemimpinan serta berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ruang dialog bagi generasi muda perempuan di Tanah Laut agar semakin aktif mengambil peran dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Tanah Laut – Personel Polsek Jorong Polres Tanah Laut Aiptu Bhara menyampaikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga Desa Asam Jaya, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai acuan penentuan nilai jual hasil panen jagung. Sabtu (3/10).

Dalam sosialisasi, Aiptu Bhara menjelaskan bahwa Tabel Rafaksi dapat digunakan untuk mengetahui penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Informasi tersebut diharapkan membantu petani memahami dasar perhitungan nilai hasil panen sehingga memiliki gambaran yang lebih jelas saat memasarkan jagung.

Selain penyampaian materi, personel juga berdialog dengan warga untuk mengetahui perkembangan aktivitas pertanian serta berbagai kondisi yang dihadapi petani di lapangan. Komunikasi tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengatakan, sosialisasi dilakukan agar petani memiliki referensi dalam memahami nilai hasil panen yang akan dijual.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani dapat mengetahui penyesuaian nilai jagung berdasarkan kadar air dan memiliki acuan dalam memperkirakan harga hasil panen. Kami berharap informasi ini dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Polsek Jorong akan terus mendorong kegiatan edukasi dan komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari pendampingan sektor pertanian serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

Tanah Laut – Kondisi musim kemarau masih menjadi kendala bagi petani jagung di Desa Sukaramah, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Hal itu terungkap saat Kanit Samapta Polsek Panyipatan Aiptu Muslim Bahrun melakukan sambang ke kediaman anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Karya Subur, Sabtu (2/10).

Dalam pertemuan tersebut, personel Polsek Panyipatan berdialog dengan petani mengenai perkembangan lahan dan rencana penanaman jagung. Petani menyampaikan proses tanam masih belum dapat dimulai karena kondisi kemarau membuat ketersediaan air menjadi terbatas.

Aiptu Muslim Bahrun juga mengingatkan petani untuk mempertimbangkan kondisi lahan dan kecukupan air sebelum memulai penanaman. Pemantauan melalui sambang dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan sektor pertanian sekaligus menjaga komunikasi dengan kelompok tani.

Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan waktu tanam.

“Musim kemarau masih menjadi kendala bagi petani untuk memulai penanaman jagung. Kami terus melakukan komunikasi dan pemantauan agar perkembangan serta kendala yang dihadapi petani dapat diketahui secara langsung,” ujar Iptu Wanda Satriadi.

Polsek Panyipatan akan terus menjalin komunikasi dengan kelompok tani dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut

 

Statistik Pembaca