Rabu, 14 Oktober 2026

TANAH LAUT – Pemahaman mengenai mekanisme harga menjadi perhatian Polsek Jorong, Polres Tanah Laut, dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Melalui sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga Desa Asam Jaya, personel kepolisian memberikan penjelasan tentang acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Kamis (15/10).

Edukasi ini diharapkan membantu petani memahami faktor yang memengaruhi nilai jual hasil panen. Dengan mengenali Tabel Rafaksi, masyarakat dapat mencermati perhitungan harga yang ditawarkan pembeli dan memiliki gambaran lebih jelas sebelum menyepakati transaksi.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan pengetahuan tersebut penting agar petani semakin memahami proses pemasaran hasil pertanian.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin warga mengetahui bagaimana kadar air menjadi salah satu dasar penyesuaian harga jagung. Dengan informasi yang memadai, petani diharapkan lebih cermat dalam menilai hasil panen dan memahami kesepakatan jual beli,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Polsek Jorong terus mendorong edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap kegiatan pertanian serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT – Informasi yang tepat menjadi salah satu bekal petani dalam menentukan langkah saat menjual hasil panen. Menyikapi hal tersebut, personel Polsek Jorong, Aipda Dedi Hermawan, menyosialisasikan Tabel Rafaksi kepada warga Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Kamis (15/10).

Edukasi ini menitikberatkan pada pemahaman mengenai penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Melalui pengenalan tabel tersebut, warga diharapkan dapat memahami dasar perhitungan harga, mencermati penawaran dari pembeli, serta memperkirakan nilai jual hasil panen sebelum melakukan kesepakatan.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan pemahaman petani terhadap informasi harga perlu terus diperkuat agar mereka lebih siap menghadapi proses pemasaran hasil pertanian.

“Kami ingin masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai Tabel Rafaksi, sehingga mengetahui bahwa kadar air menjadi salah satu faktor dalam penyesuaian harga jagung. Informasi ini dapat membantu petani lebih cermat saat menjual hasil panennya,” ujar AKP Rahmad Ramadhani.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Jorong membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyambut langsung kunjungan kerja Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. beserta tim di Mapolda Kalsel, Rabu (14/10/2026).

Dalam kunjungan itu Astamaops Kapolri didampingi oleh Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, S.I.K., M.H., Karorenmin Stamaops Polri Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto, S.I.K., Koorspri Astamaops AKBP Dr. Supriyanto, S.H., S.I.K., M.Si., Kaur Prodok Astamaops AKP Gharasa Zahra Zahirah, S.Tr.K., S.I.K. dan ADC Astamaops Briptu Julyanto Manurung, S.H.

Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakapolda Kalsel, Karo Ops Polda Kalsel, Dansat Brimob Polda Kalsel, Kapolres Banjarbaru, Danlanud Syamsudin Noor dan Kapolres Kapuas Polda Kalteng.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan dalam agenda kunjungan Astamaops Kapolri tersebut, Kapolda Kalsel memaparkan berbagai langkah dan inovasi strategis yang dikembangkan Polda Kalsel untuk mengoptimalkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan.

Di hadapan Astamaops Kapolri, Kapolda Kalsel menjelaskan efektivitas pemanfaatan kombinasi teknologi terkini dan sarana taktis di lapangan. Salah satu terobosan yang dipaparkan adalah penggunaan Kolam Bioflok berkapasitas 12.000 liter yang difungsikan sebagai cadangan sekaligus suplai air estafet di area-area rawan pemadaman.

Selain itu, Polda Kalsel juga mengandalkan cairan surfaktan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) "Pyrox" inovasi buatan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel—yang terbukti ampuh memadamkan kobaran api secara cepat sekaligus menekan suhu panas pada lahan gambut. Untuk memadamkan titik api di kedalaman tanah, petugas mengoperasikan pipa suntik gambut khusus, serta didukung penggunaan drone thermal untuk memantau dan memetakan hotspot maupun firespot secara presisi dari udara.

Usai sesi pemaparan, Kapolda Kalsel mendampingi Astamaops Kapolri beserta rombongan untuk meninjau langsung gudang logistik penyimpanan alat mixer dan pasokan cairan surfaktan yang berada di area Mapolda Kalsel.

Kunjungan kerja berlanjut dengan peninjauan fasilitas Safety Driving Center (SDC) Polda Kalsel yang berlokasi di Km 21. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di wilayah hukum Polda Kalsel, Astamaops Kapolri beserta tim melanjutkan perjalanan dinas menuju Polda Kalimantan Tengah.

 


TANAH LAUT – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tanah Laut terus meningkatkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kegiatan sambang desa, pembinaan masyarakat perairan (Binmas Air), serta pemolisian masyarakat (Polmas) di wilayah pesisir Kabupaten Tanah Laut.

Dalam kegiatan sambang desa, personel Markas Unit Patroli (Marnit) Satpolairud Polres Tanah Laut di Desa Muara Asam-Asam dan Desa Sungai Rasau melaksanakan komunikasi langsung dengan masyarakat. Petugas mengajak warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif serta tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat.

Masyarakat juga diimbau agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, dengan memastikan kebenaran berita sebelum membagikannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu stabilitas keamanan di lingkungan sekitar.

Selain sambang desa, personel Satpolairud melaksanakan kegiatan Binmas Air dengan menyampaikan imbauan keselamatan kepada para nelayan yang beraktivitas di perairan Kabupaten Tanah Laut. Petugas mengingatkan pentingnya menggunakan alat keselamatan diri, seperti jaket pelampung (life jacket), serta memeriksa prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melaut.

Hal tersebut menjadi perhatian penting mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi. Para nelayan juga diingatkan agar selalu memperhatikan alur pelayaran serta keberadaan kapal lain yang melintas untuk menghindari potensi kecelakaan di perairan.

Sementara itu, melalui kegiatan Polmas di Desa Muara Asam-Asam, personel Satpolairud mengimbau masyarakat pesisir agar menjauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras oplosan. Warga juga diminta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian terdekat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran atau penyalahgunaan barang-barang tersebut.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Satpolairud Polres Tanah Laut berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin baik antara Polri dan masyarakat pesisir. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, mengantisipasi penyebaran hoaks, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.

Satpolairud Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan imbauan kamtibmas guna mewujudkan wilayah pesisir yang aman, tertib, dan kondusif.


TANAH LAUT – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas serta mencegah tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Kanit Binmas Polsek Panyipatan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada siswa-siswi UPTD SMPN 3 Panyipatan, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berlangsung di Aula UPTD SMPN 3 Panyipatan, Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan dewan guru serta para siswa-siswi UPTD SMPN 3 Panyipatan.

Dalam penyampaian materi keselamatan berlalu lintas, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, mengenali potensi bahaya di jalan raya, serta membangun kebiasaan tertib dan mengutamakan keselamatan saat berkendara maupun ketika berada di jalan.

Selain itu, materi mengenai bullying disampaikan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, menghormati perbedaan, serta menghindari segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Para siswa juga diimbau agar berani melaporkan kepada guru atau pihak terkait apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan.

Melalui kegiatan ini, Polsek Panyipatan berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, dan bebas dari bullying.

Selasa, 13 Oktober 2026

TANAH LAUT – Memahami cara penentuan harga menjadi bekal penting bagi petani saat memasarkan hasil panen. Untuk itu, personel Polsek Jorong, Aipda Dedi Hermawan, memberikan sosialisasi Tabel Rafaksi kepada warga Desa Alur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (14/10).

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapat penjelasan mengenai penggunaan Tabel Rafaksi sebagai acuan penyesuaian harga jagung berdasarkan kadar air. Pengetahuan ini diharapkan membantu petani memahami dasar perhitungan yang digunakan dalam transaksi, sehingga dapat memperkirakan nilai jual hasil panen dengan lebih baik.

Kapolsek Jorong, AKP Rahmad Ramadhani, mengatakan bahwa keterbukaan informasi mengenai harga menjadi hal penting agar petani dapat mengambil keputusan secara lebih bijak.

“Dengan memahami Tabel Rafaksi, petani memiliki bekal untuk mengetahui dasar penyesuaian harga jagung. Kami berharap masyarakat lebih teliti dalam memahami penawaran dan dapat bertransaksi dengan informasi yang jelas,” kata AKP Rahmad Ramadhani.

Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Polri membangun komunikasi yang positif dengan warga. Polsek Jorong akan terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

TANAH LAUT – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak berhenti pada proses penanaman dan panen. Kesiapan sarana pascapanen juga menjadi perhatian Bhabinkamtibmas Desa Banyu Irang, Bripka Febrian Anggara, yang melakukan pengecekan pembangunan gudang pengeringan jagung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (14/10).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan pembangunan fasilitas yang diharapkan dapat menunjang proses pengeringan jagung setelah panen. Keberadaan gudang pengering menjadi salah satu sarana penting dalam membantu menjaga mutu hasil pertanian serta mendukung penanganan jagung sebelum dipasarkan.

Kapolsek Bati-Bati, AKP Muhammad Afianor, menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan bentuk perhatian Polri terhadap kesiapan fasilitas pendukung pertanian di wilayah binaan.

“Pembangunan gudang pengering jagung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam penanganan hasil panen. Kami terus mendorong sinergi dengan masyarakat agar fasilitas pendukung pertanian dapat menunjang program ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ujar AKP Muhammad Afianor.

Melalui peran Bhabinkamtibmas, Polsek Bati-Bati terus menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus memantau perkembangan kegiatan yang mendukung sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut. 

#swasembadapangan #ketahananpangan #poldakalsel #polrestanahlaut 

 


JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak untuk memperkuat pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus mengantisipasi perundungan siber atau cyberbullying di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Lantai 5, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 343 peserta, terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP se-DKI Jakarta dan unsur wakil kesiswaan SSG sesuai data penyelenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Moh Dofir dari Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Ernita Napitu, M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni AKP Mirza Triyuna P, S.Kom., M.H., M.T.I., dari Ditcegah Densus 88 AT Polri; Retno Listyrini dari Kasubkel PAUD Dikmas Sudin 1 Jakarta Utara; serta Dra. Rosnalisa Z, M.Si., CHT, konselor dan psikolog klinis Alazka Kids Development.

Kombes Pol Moh Dofir menegaskan, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam upaya pencegahan IRET karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Pencegahan IRET di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi dan peran aktif seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik, menanamkan nilai toleransi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman,” ujar Dofir.

Ia menambahkan, pemahaman tenaga pendidik perlu diperkuat agar mampu mengenali indikasi awal penyebaran paham ekstremisme maupun perilaku perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.

“Melalui workshop ini, kami berharap para tenaga pendidik semakin memahami pentingnya deteksi dini, edukasi, dan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak,” tambahnya.

Selain pencegahan IRET, workshop ini membahas penanganan cyberbullying yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, kenyamanan belajar, hingga perkembangan psikologis peserta didik. Tenaga pendidik diharapkan mampu mengenali tanda-tanda siswa yang membutuhkan bantuan serta memahami mekanisme penanganan dan pendampingan yang mengutamakan perlindungan anak.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Peserta didik perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi secara kritis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta menghormati orang lain di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh konten yang mendorong kebencian maupun kekerasan.

Melalui kegiatan ini, Ditcegah Densus 88 AT Polri dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik untuk melakukan pencegahan sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, komunikasi yang sehat dengan peserta didik, serta pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepedulian tanpa memberikan stigma atau pelabelan secara prematur terhadap siswa.

Kolaborasi ini diharapkan berlanjut melalui edukasi dan penguatan kapasitas tenaga pendidik secara berkesinambungan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, membangun karakter, dan menghargai keberagaman.

Statistik Pembaca